Kemajuan teknologi saat ini mempengaruhi pola kegiatan manusia. Diantara imbas dari kemajuan teknologi adalah maraknya game online. Peminatnya pun beragam, ada pelajar, mahasiswa, bahkan orang tuapun sangat menggemari game online.
Seorang pialang saham nampak asik didepan komputernya. Ia tidak sedang menganalisa perkembangan saham. Waktu makan siangnya digunakan untuk bermain game foker. ”Mengasikan. Sekedar menghilangkan kepenatan,” katanya lugas.
Padahal bila gunakan untuk makan siang misalnya, tentu akan lebih bermanfaat. Kegiatan bermain foker dilakukan setiap hari. Kegemarannya itu kadang dibawa ke rumah sehabis pulang kerja. ”Biasanya kalau udah dirumah lebih lama deh mainnya,” jelasnya.
Umumnya game online mempunyai dua sisi, negatif dan positif. Dari segi positif bisa melatih pola berpikir, reflek, dan mungkin juga dijadikan ajang untuk mendapatkan uang dengan mengikuti pertandingan atau menjual item dan karakter di game. Banyak juga yang mengaku dengan bermain game online bisa menambah pertemanan. ”Teman bule gue yang diluar negeri minta point dari gue,” kata Eko, penggemar game foker.
Sisi negatifnya, bermain game bisa lupa dengan waktu. Simak saja yang dialami Ismar, penjual pakaian. Sejak dia mengenal game online, waktu tidurnya berkurang. Selama bermain game online dia mampu duduk berjam-jam di depan komputer.
Hampir tiap malam dirinya bertandang ke warnet (warung internet) untuk sekedar bermain game online. Walau umurnya sudah tidak muda lagi, dia masih semangat untuk bermain game online. ”Habisnya seru sih. Kita juga bisa ngumpul sama-sama teman-teman di warnet ini,” kata bapak satu anak ini.
Kuatirnya Orang Tua
Selain itu, maraknya game online saat ini menjadi bahasan cukup penting bagi sebagian orang tua yang memiliki anak. Diantaranya kuatir dengan bermain game online, gairah belajar anaknya menurut. Apalagi saat ini warnet telah menjamur dimana-mana.
Untuk kalangan pelajar misalnya, anak usia Sekolah Dasar (SD) sudah pandai untuk bermain game. Berbagai kesempatan kerapkali melihat anak-anak SD bermain setelah pulang sekolah.
Bila masuk ke warnet, bisa dipastikan banyak dijumpai orang-orang, terutama anak-anak bermain game online. Selain jasa pemakaian internet di warnet relatif murah, juga karena memang game online menjadi trend yang sedang diminati saat ini.
Bagi orang tua, tentu maraknya game online harus menjadi perhatian khusus. Jangan sampai anak menjadi konsumen tetap bermain game online.
Selasa, 09 Maret 2010
Kamis, 25 Februari 2010
Sebanyak 350 Motif Batik Yogyakarta Telah Mendapat Hak Paten
Pasca ditetapkannya batik sebagai warisan dunia oleh UNESCO, sebanyak 350 motif batik Yogyakarta telah memperoleh hak paten dari Kementrian Hukum dan HAM. Berdasarkan catatan motif batik Yogyakarta mencapai 500 motif lebih.
Menurut Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta Hj Dyah Suminar mengatakan, sejak ditetapkannya batik oleh UNESCO sebagai warisan dunia, batik semakin dikenal luas di kalangan internasional. Dirinya berharap batik Yogyakarta bisa terus dikembangkan agar batik bisa benar-benar dicintai masyarakat. Selain itu, para perajin batik dituntut untuk selalu kreatif, inovatif, dan dinamis.
Dyah menambahkan, untuk mendukung kelestarian dan perkembangkan batik di Yogyakarta akan terus dilakukan berbagai kegiatan berupa pelatihan-pelatihan. Kegiatan-kegiatan tersebut akan dipusatkan di Griya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jalan Tamansiswa, Yogyakarta.
Minimnya Batik motif Yogyakarta di Pasar Lokal
Berdasarkan pemantauan, penguasaan pasar batik motif Yogyakarta khususnya di DIY baru mencapai 10-20 persen dibanding batik-batik dari daerah lain, seperti Pekalongan atau Solo. Padahal menurutnya, kota Yogyakarta terkenal dengan keunggulan kain batiknya, dan banyak wisatawan yang datang langsung ke Yogyakarta untuk berburu batik.
Dyah menambahkan ketersediaan barang dan bahan batik bermotif Yogyakarta atau batik yang dibuat di Yogyakarta sendiri lebih sedikit dibandingkan motif batik daerah lain, sehingga hal itu juga mempengaruhi produksi busana motif batik Yogyakarta. Padahal jumlah pengusaha batik di Yogyakarta cukup banyak, namun produksinya belum mampu mencapai angka yang signifikan untuk lebih bisa menguasai pasar.
Melestarikan batik sebagai warisan budaya memang harus didukung oleh segala lapisan masyarakat. Dengan memakai batik dalam aktiftas keseharian setidaknya merupakan ikut berperan serta dalam melestarikan warisan budaya yang telah diakui dunia internasional. Sudahkah Anda memakai batik?
Menurut Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta Hj Dyah Suminar mengatakan, sejak ditetapkannya batik oleh UNESCO sebagai warisan dunia, batik semakin dikenal luas di kalangan internasional. Dirinya berharap batik Yogyakarta bisa terus dikembangkan agar batik bisa benar-benar dicintai masyarakat. Selain itu, para perajin batik dituntut untuk selalu kreatif, inovatif, dan dinamis.
Dyah menambahkan, untuk mendukung kelestarian dan perkembangkan batik di Yogyakarta akan terus dilakukan berbagai kegiatan berupa pelatihan-pelatihan. Kegiatan-kegiatan tersebut akan dipusatkan di Griya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jalan Tamansiswa, Yogyakarta.
Minimnya Batik motif Yogyakarta di Pasar Lokal
Berdasarkan pemantauan, penguasaan pasar batik motif Yogyakarta khususnya di DIY baru mencapai 10-20 persen dibanding batik-batik dari daerah lain, seperti Pekalongan atau Solo. Padahal menurutnya, kota Yogyakarta terkenal dengan keunggulan kain batiknya, dan banyak wisatawan yang datang langsung ke Yogyakarta untuk berburu batik.
Dyah menambahkan ketersediaan barang dan bahan batik bermotif Yogyakarta atau batik yang dibuat di Yogyakarta sendiri lebih sedikit dibandingkan motif batik daerah lain, sehingga hal itu juga mempengaruhi produksi busana motif batik Yogyakarta. Padahal jumlah pengusaha batik di Yogyakarta cukup banyak, namun produksinya belum mampu mencapai angka yang signifikan untuk lebih bisa menguasai pasar.
Melestarikan batik sebagai warisan budaya memang harus didukung oleh segala lapisan masyarakat. Dengan memakai batik dalam aktiftas keseharian setidaknya merupakan ikut berperan serta dalam melestarikan warisan budaya yang telah diakui dunia internasional. Sudahkah Anda memakai batik?
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Berbagai kegiatan penelitian menyimpulkan dibalik rasa pedasnya, cabe memiliki banyak manfaat terutama bagi kesehatan. Diantara manfaatnya cabe dapat mengurangi resiko kanker, menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan bahkan dapat menyembuhkan luka.
Diantaranya adalah Dokter Khursheed Jeejeebhoy. Ahli penyakit dalam dari University of Toronto ini menganjurkan konsumsi makanan pedas secara teratur untuk meningkatkan kualitas kesehatan tubuh. Menurutnya, mengkonsumsi makanan pedas secara tidak berlebihan sangat baik bagi kesehatan dan mengurangi risiko kanker.
Hasil penelitian laboratorium di Inggris menemukan, kandungan capsaicin pada cabai yang menimbulkan rasa pedas, dapat membunuh sel kanker tanpa merusak sel normal. Jadi tidak heran mengapa beberapa kasus kanker di Meksiko dan India, yang masyarakatnya banyak mengonsumsi makanan pedas, lebih sedikit dibandingkan negara-negara Barat, yang masyarakatnya cenderung tidak suka makanan pedas.
Sementara itu, dua penelitian yang dilakukan tim dari Australia juga mengungkap, menambahkan cabai dalam setiap masakan bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hasil penelitian itu juga menjelaskan, makanan pedas juga bisa menstabilkan kadar insulin dalam darah.
Dalam takaran yang tidak berlebihan, makanan pedas bahkan bermanfaat untuk kesehatan lambung. Demikian hasil studi yang dilakukan tim peneliti dari Hungaria. Capsaicin bisa mengurangi asam lambung dan berfungsi sebagai antiinflamasi.
Penyembuh Luka dan Pereda Demam Tinggi
Bagi masyarakat dipedesaan tanaman cabe banyak digunakan sebagai penyembuh. Diantaranya dapat menyembuhkan luka dan daunnya dapat digunakan sebagai perda demam tinggi.
Untuk penyembuh luka, cabe merah yang dikeringkan dan ditumbuk sampai halus bila ditaburkan pada luka dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Ini disebabkan karena adanya zat capsaicin pada cabe merah yang menghilangkan rasa sakit.
Sementara itu, daun pohon cabe juga dapat digunakan masyarakat dipedasaan untuk menurunkan demam. Caranya ambil segenggam daun cabai rawit, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 sendok minyak selada dan campurkan kedua bahan ini sampai rata. Setelah itu tempelkan ramuan pada ubun-ubun atau dibalurkan pada seluruh badan.
Selimuti badan penderita dengan selimut yang tebal. Tak berapa lama, badan akan mengeluarkan keringat, sehingga panas badan akan menurun dengan cepat.
Berikut Manfaat Lain dari Cabe
1. Cabe dapat meredakan pilek dan hidung tersumbat karena capsaicin dapat mengencerkan lendir. Sehingga, lendir yang tersumbat dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Akibatnya, hidung menjadi tidak tersumbat lagi. Ini berlaku pada sinusitis dan juga batuk berdahak.
2. Cabe dapat memperkecil risiko terserang stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi, dan jantung koroner. Karena, dengan mengkonsumsi capsaicin secara rutin darah akan tetap encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk. Sehingga, darah akan mengalir dengan lancar. Jadi, cabe juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis).
3. Sebagai antibiotik alami.
4. Cabe dapat meringankan keluhan sakit kepala dan nyeri sendi. Karena, rasa pedas dan panas yang ditimbulkan capsaicin akan menghadang pengiriman sinyal rasa sakit dari pusat sistem saraf ke otak. Sehingga, rasa sakit tersebut akan berkurang, bahkan hilang.
5. Cabe dapat meningkatkan nafsu makan pengkonsumsinya. Karena, capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorphin, hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan. Sehingga, nafsu makan menjadi bertambah.
6. Menurunkan kadar kolesterol
7. Kandungan antioksidannya dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan
8. Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida Albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit
9. Menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas
10. Meredakan migraine
11. Untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan)
12. Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul.
13. Mengobati perut kembung
14. Membantu pembakaran kalori hingga 25%.
15. Memberikan kalsium dan fosfor bagi tubuh
16. Cabe menghasilkan vitamin C (lebih banyak daripada jeruk) dan provitamin A (lebih banyak daripada wortel) yang sangat diperlukan bagi tubuh.
17. Kaya akan kalsium dan fosfor yang mengungguli ikan segar.
18. Cabe dapat menghilangkan rasa dingin pada tubuh dengan cara mengoleskannya pada bagian yang terasa dingin.
Walau banyak manfaat yang bisa diambil dari mengkonsumsi cabe, namun dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi cabe secara berlebihan. Jadi tidak salah bila mulai menyisipkan makanan pedas dalam menu harian Anda secara berkala..
Disarikan dari berbagai sumber
Diantaranya adalah Dokter Khursheed Jeejeebhoy. Ahli penyakit dalam dari University of Toronto ini menganjurkan konsumsi makanan pedas secara teratur untuk meningkatkan kualitas kesehatan tubuh. Menurutnya, mengkonsumsi makanan pedas secara tidak berlebihan sangat baik bagi kesehatan dan mengurangi risiko kanker.
Hasil penelitian laboratorium di Inggris menemukan, kandungan capsaicin pada cabai yang menimbulkan rasa pedas, dapat membunuh sel kanker tanpa merusak sel normal. Jadi tidak heran mengapa beberapa kasus kanker di Meksiko dan India, yang masyarakatnya banyak mengonsumsi makanan pedas, lebih sedikit dibandingkan negara-negara Barat, yang masyarakatnya cenderung tidak suka makanan pedas.
Sementara itu, dua penelitian yang dilakukan tim dari Australia juga mengungkap, menambahkan cabai dalam setiap masakan bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hasil penelitian itu juga menjelaskan, makanan pedas juga bisa menstabilkan kadar insulin dalam darah.
Dalam takaran yang tidak berlebihan, makanan pedas bahkan bermanfaat untuk kesehatan lambung. Demikian hasil studi yang dilakukan tim peneliti dari Hungaria. Capsaicin bisa mengurangi asam lambung dan berfungsi sebagai antiinflamasi.
Penyembuh Luka dan Pereda Demam Tinggi
Bagi masyarakat dipedesaan tanaman cabe banyak digunakan sebagai penyembuh. Diantaranya dapat menyembuhkan luka dan daunnya dapat digunakan sebagai perda demam tinggi.
Untuk penyembuh luka, cabe merah yang dikeringkan dan ditumbuk sampai halus bila ditaburkan pada luka dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Ini disebabkan karena adanya zat capsaicin pada cabe merah yang menghilangkan rasa sakit.
Sementara itu, daun pohon cabe juga dapat digunakan masyarakat dipedasaan untuk menurunkan demam. Caranya ambil segenggam daun cabai rawit, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 sendok minyak selada dan campurkan kedua bahan ini sampai rata. Setelah itu tempelkan ramuan pada ubun-ubun atau dibalurkan pada seluruh badan.
Selimuti badan penderita dengan selimut yang tebal. Tak berapa lama, badan akan mengeluarkan keringat, sehingga panas badan akan menurun dengan cepat.
Berikut Manfaat Lain dari Cabe
1. Cabe dapat meredakan pilek dan hidung tersumbat karena capsaicin dapat mengencerkan lendir. Sehingga, lendir yang tersumbat dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Akibatnya, hidung menjadi tidak tersumbat lagi. Ini berlaku pada sinusitis dan juga batuk berdahak.
2. Cabe dapat memperkecil risiko terserang stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi, dan jantung koroner. Karena, dengan mengkonsumsi capsaicin secara rutin darah akan tetap encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk. Sehingga, darah akan mengalir dengan lancar. Jadi, cabe juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis).
3. Sebagai antibiotik alami.
4. Cabe dapat meringankan keluhan sakit kepala dan nyeri sendi. Karena, rasa pedas dan panas yang ditimbulkan capsaicin akan menghadang pengiriman sinyal rasa sakit dari pusat sistem saraf ke otak. Sehingga, rasa sakit tersebut akan berkurang, bahkan hilang.
5. Cabe dapat meningkatkan nafsu makan pengkonsumsinya. Karena, capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorphin, hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan. Sehingga, nafsu makan menjadi bertambah.
6. Menurunkan kadar kolesterol
7. Kandungan antioksidannya dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan
8. Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida Albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit
9. Menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas
10. Meredakan migraine
11. Untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan)
12. Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul.
13. Mengobati perut kembung
14. Membantu pembakaran kalori hingga 25%.
15. Memberikan kalsium dan fosfor bagi tubuh
16. Cabe menghasilkan vitamin C (lebih banyak daripada jeruk) dan provitamin A (lebih banyak daripada wortel) yang sangat diperlukan bagi tubuh.
17. Kaya akan kalsium dan fosfor yang mengungguli ikan segar.
18. Cabe dapat menghilangkan rasa dingin pada tubuh dengan cara mengoleskannya pada bagian yang terasa dingin.
Walau banyak manfaat yang bisa diambil dari mengkonsumsi cabe, namun dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi cabe secara berlebihan. Jadi tidak salah bila mulai menyisipkan makanan pedas dalam menu harian Anda secara berkala..
Disarikan dari berbagai sumber
Jumat, 18 Desember 2009
Penganggas Himpun Koin Peduli Prita Memang Cerdas!
Luar biasa! Itulah kata yang patut diungkapkan ketika mendengar perkembangan kasus yang dialami Prita Mulyasari. Bayangkan ide Himpun Koin Peduli Prita mampu membuat siapapun tergerak untuk membantu.
Apa yang dialami Prita membuat banyak orang tergerak hatinya untuk membantu ibu dari dua anak ini. Terakhir Prita divonis oleh pengadilan membayar denda kepada Rumah Sakit Omni Internasional sebesar Rp. 204 juta. Bagi banyak kalangan putusan pengadilan ini dinilai cukup berat dan tidak adil.
Dari situlah muncul ide yang cukup unik dan sangat membumi, yaitu mengumpulkan uang koin untuk membantu Prita membayar denda. Ide tersebut terbilang cerdas untuk sebuah aksi menggalang dukungan. Dengan aksi ini siapapun dapat berpartisipasi untuk membantu Prita. Lantas, siapa sebenarnya pencetus ide unik dan membumi ini?
Dalam sebuah blog bertajuk Koin Keadilan, salah satu media yang dikelola para blogger, setidaknya memperjelas aktifitas pendukung Prita. Blog yang dapat diakses melalui alamat http://koinkeadilan.com menjelaskan, blog ini adalah salah satu simpul informasi dukungan terhadap Prita Mulyasari, yang oleh Pengadilan Tinggi Banten diputuskan bersalah dan harus membayar ganti rugi Rp 204 juta kepada RS Omni Internasional Alam Sutera yang menggugatnya secara perdata. Prita juga masih terbelit kasus pidana dengan dakwaan pencemaran nama baik dokter RS Omni Internasional. Semuanya berawal dari e-mail Prita kepada kawan-kawannya yang berisi keluhan terhadap pelayanan RS Omni Internasional.
"Tiada niat menjadi pusat atau sejenisnya, sehingga kami terbuka terhadap setiap kerja sama dan menyambut baik kemunculan inisiatif serupa. Semuanya demi Prita dan kebebasan menyatakan pendapat. Mari bahu membahu," Begitulah bunyi di salah satu laman blog ini.
Sebagian kalangan menilai ide pengumpulan uang koin terhadap Prita sebagai ide yang brilian. Setidaknya ini terlontar dari Fahmi Idris, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam sebuah diskusi disalah satu televisi swasta, Rabu (9/12). Menurut Fahmi, aksi dukungan dalam bentuk pengumpulan dana berupa uang koin merupakan pertama kali terjadi. Turut hadir pada acara diskusi itu Prita dan penganggas ide himpun koin, Hesti Handayani.
Prita sendiri tak menyangka dukungan terhadap dirinya begitu luar biasa. Tak henti-hentinya Prita kerap ucapkan terima kasih kepada yang telah mendukungnya.
Tanpa disadari, dukungan pengumpulan uang koin dukung Prita setidaknya membuat kecut pihak Rumah Sakit Omni. Betapa tidak. Selain terlihat jelas riil dukungan terhadap Prita, dan bila pihak rumah sakit Omni benar-benar jadi menguggat Prita dengan denda Rp. 204 juta bisa dibayangkan begitu repotnya pihak rumah sakit menerima uang denda dalam bentuk koin.
Apapun, ide himpun koin untuk Prita sebuah ide yang cerdas sebagai bentuk penggalangan melawan ketidakadilan.
Penulis : Rusman
Tulisan ini sudah terpbulikasi sebelumnya di situs kajian Global Review Institute --http://www.theglobal-review.com
Apa yang dialami Prita membuat banyak orang tergerak hatinya untuk membantu ibu dari dua anak ini. Terakhir Prita divonis oleh pengadilan membayar denda kepada Rumah Sakit Omni Internasional sebesar Rp. 204 juta. Bagi banyak kalangan putusan pengadilan ini dinilai cukup berat dan tidak adil.
Dari situlah muncul ide yang cukup unik dan sangat membumi, yaitu mengumpulkan uang koin untuk membantu Prita membayar denda. Ide tersebut terbilang cerdas untuk sebuah aksi menggalang dukungan. Dengan aksi ini siapapun dapat berpartisipasi untuk membantu Prita. Lantas, siapa sebenarnya pencetus ide unik dan membumi ini?
Dalam sebuah blog bertajuk Koin Keadilan, salah satu media yang dikelola para blogger, setidaknya memperjelas aktifitas pendukung Prita. Blog yang dapat diakses melalui alamat http://koinkeadilan.com menjelaskan, blog ini adalah salah satu simpul informasi dukungan terhadap Prita Mulyasari, yang oleh Pengadilan Tinggi Banten diputuskan bersalah dan harus membayar ganti rugi Rp 204 juta kepada RS Omni Internasional Alam Sutera yang menggugatnya secara perdata. Prita juga masih terbelit kasus pidana dengan dakwaan pencemaran nama baik dokter RS Omni Internasional. Semuanya berawal dari e-mail Prita kepada kawan-kawannya yang berisi keluhan terhadap pelayanan RS Omni Internasional.
"Tiada niat menjadi pusat atau sejenisnya, sehingga kami terbuka terhadap setiap kerja sama dan menyambut baik kemunculan inisiatif serupa. Semuanya demi Prita dan kebebasan menyatakan pendapat. Mari bahu membahu," Begitulah bunyi di salah satu laman blog ini.
Sebagian kalangan menilai ide pengumpulan uang koin terhadap Prita sebagai ide yang brilian. Setidaknya ini terlontar dari Fahmi Idris, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam sebuah diskusi disalah satu televisi swasta, Rabu (9/12). Menurut Fahmi, aksi dukungan dalam bentuk pengumpulan dana berupa uang koin merupakan pertama kali terjadi. Turut hadir pada acara diskusi itu Prita dan penganggas ide himpun koin, Hesti Handayani.
Prita sendiri tak menyangka dukungan terhadap dirinya begitu luar biasa. Tak henti-hentinya Prita kerap ucapkan terima kasih kepada yang telah mendukungnya.
Tanpa disadari, dukungan pengumpulan uang koin dukung Prita setidaknya membuat kecut pihak Rumah Sakit Omni. Betapa tidak. Selain terlihat jelas riil dukungan terhadap Prita, dan bila pihak rumah sakit Omni benar-benar jadi menguggat Prita dengan denda Rp. 204 juta bisa dibayangkan begitu repotnya pihak rumah sakit menerima uang denda dalam bentuk koin.
Apapun, ide himpun koin untuk Prita sebuah ide yang cerdas sebagai bentuk penggalangan melawan ketidakadilan.
Penulis : Rusman
Tulisan ini sudah terpbulikasi sebelumnya di situs kajian Global Review Institute --http://www.theglobal-review.com
Ramai-Ramai Tolak Komersilkan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) oleh banyak kalangan dinilai membuat peraturan yang semena-mena. Mulai penentuan tarif masuk yang terlampau besar sampai keharusan didampingi oleh pemandu dianggap sebagai peraturan yang tidak masuk akal.
Para aktifis kegiatan alam bebas dan elemen pencinta alam se Indonesia akhir-akhir ini naik pitam oleh kebijakan dari pengelola TNGGP ini. Melalui surat keputusan bernomor SK.93/11-TU/1/2009 yang ditandatangani oleh Ir. Sumarto, MM sebagai Kepala Balai Besar TNGGP diputuskan beberapa peraturan baru sebagai syarat masuk ke kawasan TNGGP.
Peraturan baru yang ditetapkan di Cibodas, Jawa Barat pada 25 Agustus 2009 ini oleh berbagai kalangan dinilai tindakan yang semena-mena. ”Coba untuk naek ke gunung gede aja harus bayar 450 ribu,” kata Jafar Fahmi, aktifis Akarpala, Aktifitas Kaula Remaja Pecinta Alam, Jakarta Timur kepada theglobal-review.com. Padahal tahun lalu menurutnya untuk masuk ke kawasan taman nasional ini tidak sebesar itu. Jafar menambahkan, sebelum ditetapkannya peraturan baru untuk mendaki sampai ke puncak gunung gede hanya perlu mengeluarkan kocek sekitar sembilan ribu rupiah perorang. ”Coba bandingkan dengan peraturan baru. Kan sudah keterlaluan,” geram Jafar.
Apa yang keluhkan Jafar juga dikeluhkan para oleh para Facebookers pengiat alam bebas dan komunitas pencinta alam se-Indonesia. Berdasarkan pantauan theglobal-review.com account bertajuk TOLAK KOMERSIALISASI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO ini berhasil menggalang dukungan untuk menolak kebijakan Kepala Balai Besar TNGGP yang baru ini. Sampai Senin (23/11/09), pukul 00.40 dukungan menolak kebijakan Kepala Balai Besar TNGGP ini telah mencapai 10.084 dukungan.
Berbagai sumber theglobal-review.com menyebutkan kebijakan baru TNGGP ini muncul dikarenakan pengelola TNGGP hanya ingin mempekerjakan para penduduk setempat. ”Banyak yang penduduk yang mengeluh penghasilannya berkurang. Makanya mereka dijadikan tenaga guide dan porter,” kata sumber tadi.
TNGGP merupakan salah satu tempat kunjungan memiliki tingkat kunjungan yang tinggi. Tak heran bila ingin melakukan pendakian ke kawasan ini, diberlakukan sistem booking. Artinya, setiap yang ingin melakukan pendakian ke kawasan ini sebelumnya harus mendaftar terlebih dahalu. Menurut pengamatan thegelobal-review.com TNGGP sejak dulu memang menerapkan ”birokrasi pendakian yang berbelit. Kebijakan ini kerap dipertanyakan sejak dulu oleh para pengiat alam bebas. ”Ah, itu cuma peraturan doang mas. Kita bisa nego ditempat kok,” kata sumber theglobal-review.com menjelaskan.
Berdasarkan peraturan baru ini setiap orang yang masuk ke kawasan TNGGP akan dikenakan tarif berbeda. Besarnya tarif disesuaikan dengan jarak dari tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, rute Cibodas –Air terjun untuk turis domestik sebesar 175 ribu per jalan. Sementara, untuk rute Cibodas- Pangrango-Gede-Cibodas/Gunung Putri untuk turis domestik dikenakan tarif sebesar 400 ribu per jalan. Tarif itu akan ditambah biaya sebesar 100 ribu bila lama pendakian lebih dari 2 hari 1 malam.
Peraturan baru ini juga menyebutkan adanya jasa porter atau jasa pembawa barang. Besarnya tarif jasa porter untuk wisatawan domestik dan mancanegara tidak berbeda. Besarnya tarif disesuaikan jarak tempuh. Misalnya, jarak Cibodas-Air Terjun sebesar 150 ribu rupiah perjalan.
Sementara itu untuk mendukung peraturan baru tersebut, pengelola TNGGP sedang melakukan serangkaian seleksi terhadap calon pendamping pendakian atau ekowisata, termasuk didalamnya pemandu dan porter. Berdasarkan pantauan theglobal-review.com tes terhadap calon pemandu dan porter ini sudah berjalan dua tahap.
Penulis : Rusman
Para aktifis kegiatan alam bebas dan elemen pencinta alam se Indonesia akhir-akhir ini naik pitam oleh kebijakan dari pengelola TNGGP ini. Melalui surat keputusan bernomor SK.93/11-TU/1/2009 yang ditandatangani oleh Ir. Sumarto, MM sebagai Kepala Balai Besar TNGGP diputuskan beberapa peraturan baru sebagai syarat masuk ke kawasan TNGGP.
Peraturan baru yang ditetapkan di Cibodas, Jawa Barat pada 25 Agustus 2009 ini oleh berbagai kalangan dinilai tindakan yang semena-mena. ”Coba untuk naek ke gunung gede aja harus bayar 450 ribu,” kata Jafar Fahmi, aktifis Akarpala, Aktifitas Kaula Remaja Pecinta Alam, Jakarta Timur kepada theglobal-review.com. Padahal tahun lalu menurutnya untuk masuk ke kawasan taman nasional ini tidak sebesar itu. Jafar menambahkan, sebelum ditetapkannya peraturan baru untuk mendaki sampai ke puncak gunung gede hanya perlu mengeluarkan kocek sekitar sembilan ribu rupiah perorang. ”Coba bandingkan dengan peraturan baru. Kan sudah keterlaluan,” geram Jafar.
Apa yang keluhkan Jafar juga dikeluhkan para oleh para Facebookers pengiat alam bebas dan komunitas pencinta alam se-Indonesia. Berdasarkan pantauan theglobal-review.com account bertajuk TOLAK KOMERSIALISASI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO ini berhasil menggalang dukungan untuk menolak kebijakan Kepala Balai Besar TNGGP yang baru ini. Sampai Senin (23/11/09), pukul 00.40 dukungan menolak kebijakan Kepala Balai Besar TNGGP ini telah mencapai 10.084 dukungan.
Berbagai sumber theglobal-review.com menyebutkan kebijakan baru TNGGP ini muncul dikarenakan pengelola TNGGP hanya ingin mempekerjakan para penduduk setempat. ”Banyak yang penduduk yang mengeluh penghasilannya berkurang. Makanya mereka dijadikan tenaga guide dan porter,” kata sumber tadi.
TNGGP merupakan salah satu tempat kunjungan memiliki tingkat kunjungan yang tinggi. Tak heran bila ingin melakukan pendakian ke kawasan ini, diberlakukan sistem booking. Artinya, setiap yang ingin melakukan pendakian ke kawasan ini sebelumnya harus mendaftar terlebih dahalu. Menurut pengamatan thegelobal-review.com TNGGP sejak dulu memang menerapkan ”birokrasi pendakian yang berbelit. Kebijakan ini kerap dipertanyakan sejak dulu oleh para pengiat alam bebas. ”Ah, itu cuma peraturan doang mas. Kita bisa nego ditempat kok,” kata sumber theglobal-review.com menjelaskan.
Berdasarkan peraturan baru ini setiap orang yang masuk ke kawasan TNGGP akan dikenakan tarif berbeda. Besarnya tarif disesuaikan dengan jarak dari tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, rute Cibodas –Air terjun untuk turis domestik sebesar 175 ribu per jalan. Sementara, untuk rute Cibodas- Pangrango-Gede-Cibodas/Gunung Putri untuk turis domestik dikenakan tarif sebesar 400 ribu per jalan. Tarif itu akan ditambah biaya sebesar 100 ribu bila lama pendakian lebih dari 2 hari 1 malam.
Peraturan baru ini juga menyebutkan adanya jasa porter atau jasa pembawa barang. Besarnya tarif jasa porter untuk wisatawan domestik dan mancanegara tidak berbeda. Besarnya tarif disesuaikan jarak tempuh. Misalnya, jarak Cibodas-Air Terjun sebesar 150 ribu rupiah perjalan.
Sementara itu untuk mendukung peraturan baru tersebut, pengelola TNGGP sedang melakukan serangkaian seleksi terhadap calon pendamping pendakian atau ekowisata, termasuk didalamnya pemandu dan porter. Berdasarkan pantauan theglobal-review.com tes terhadap calon pemandu dan porter ini sudah berjalan dua tahap.
Penulis : Rusman
Sabtu, 14 November 2009
17 Oktober Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia
Tanggal 17 Oktober setiap tahun masyarakat dunia memperingati Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia (The International Day for the Eradication of Poverty). Kemiskinan bagi negara berkembang seperti Indonesia misalnya menjadi catatan tersendiri.
Di Korea Selatan, baik pemerintah dan LSM menyelenggarakan berbagai kampaye dalam rangka memperingati ‘Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia.’ Di alun-alun Gwanghwamun, diadakan acara ‘Pengumpulan 10 ribu ‘sum’ beras, atau setara dengan 8 ratus ribu kg’ yang akan diserahkan kepada sarana-sarana penyelamatan kemiskinan dan badan pembagian makanan gratis di seluruh Korea. Di jalan utama Sejong, di pusat kota Seoul, berlangsung berbagai kegiatan, meliputi pesta berjalan, konser musik dan pameran foto dokumenter yang menggambarkan penderitaan dan kemiskinan sebagian warga dunia.
Sejarahnya, Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia bermula pada tanggal 17 Oktober lalu oleh suatu gerakan dari 100 ribu orang yang berkumpul di Paris Prancis untuk memberantas kemiskinan, kekerasan dan kelaparan.
Mereka menyatakan bahwa kemiskinan merupakan kekerasan terhadap hak asasi manusia, sehingga mereka menuntut agar masyarakat di seluruh dunia menghormati hak tersebut.
Setelah itu, Majelis Umum PBB mendeklarasikan 17 Oktober sebagai Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia, serta masyarakat dunia merayakan ‘Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia’ dengan berbagai acara.
Di Korea Selatan, baik pemerintah dan LSM menyelenggarakan berbagai kampaye dalam rangka memperingati ‘Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia.’ Di alun-alun Gwanghwamun, diadakan acara ‘Pengumpulan 10 ribu ‘sum’ beras, atau setara dengan 8 ratus ribu kg’ yang akan diserahkan kepada sarana-sarana penyelamatan kemiskinan dan badan pembagian makanan gratis di seluruh Korea. Di jalan utama Sejong, di pusat kota Seoul, berlangsung berbagai kegiatan, meliputi pesta berjalan, konser musik dan pameran foto dokumenter yang menggambarkan penderitaan dan kemiskinan sebagian warga dunia.
Sejarahnya, Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia bermula pada tanggal 17 Oktober lalu oleh suatu gerakan dari 100 ribu orang yang berkumpul di Paris Prancis untuk memberantas kemiskinan, kekerasan dan kelaparan.
Mereka menyatakan bahwa kemiskinan merupakan kekerasan terhadap hak asasi manusia, sehingga mereka menuntut agar masyarakat di seluruh dunia menghormati hak tersebut.
Setelah itu, Majelis Umum PBB mendeklarasikan 17 Oktober sebagai Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia, serta masyarakat dunia merayakan ‘Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia’ dengan berbagai acara.
Jumat, 07 Agustus 2009
Peringatan 15 Tahun AJI Indonesia
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyambut hari jadinya yang ke 15 tahun dengan menggelar serangkaian kegiatan, diantaranya pameran media dengan topik "Pers Indonesia Empat Zaman" dan pertunjukan musik. Kamis (6/8), AJI Indonesia memulai kegiatannya dengan pemberian Anugerah Udin Award dan Tasrif Award.
Penerima Udin Award tahun 2009 adalah Jufriadi Asmaradhana yang merupakan Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers Makasar. Dewan Juri menilai Juriadi layak mendapat anguerah tersebut karena mengalami kekerasan yaitu jeratan pasal-pasal pencemaran nama baik akibat aktifitasnya dalam kebebasan pers di Makasar.
Anugerah Udin Award merupakan penghargaan tahunan AJI Indonesia. Penghargaan khusus bagi jurnalis ini untuk menghormati Muhammad Fuad Safrudin alias Udin, jurnalis harian Bernas, Yogyakarta, yang dibunuh akibat terkait laporannya mengenai korupsi pada tahun 1996.
Sementara itu, anugerah Tasrif Award 2009 diberikan kepada Khoe Seng Seng alias Aseng. Menurut Dewan Juri, Khoe Seng Seng layak mendapat penghargaan tersebut karea telah berjasa memperjuangkan kebebasan berpendapat dan hak-hak konsumen melalui surat pembaca.
Tindakan Khoe Seng Seng dilakukan dengan menulis surat pembaca di harian Kompas pada 26 September 2006 berjudul ”Duta Pertiei Bohong” dan di Suara Pembaruan pada 21 November 2006 berjudul ”Jeritan Pemilik Kios ITS Mangga Dua.”
Akibat tulisannya itu Khoe Seng Seng dijerat dengan pasal-pasal pencemaran nama. Ia dihukum pidana 6 bulan percobaan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Khoe Seng Seng juga digugat secara perdata oleh PT Duta Pertiwi. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengharuskan Khoe Seng Seng membayar ganti rugi satu milliar rupiah. Namun putusan tersebut dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Saat ini, kasus perdata tersebut tengah ditangani Mahkamah Agung.
Anugerah Tasrif Award merupakan bentuk penghormatan terhadap Suardi Tasrif, Jurnalis-cum-lawyer, Bapak Kode Etik Jurnalistik Indonesia, yang aktif membela kebebasan berpendapat dan memerangi korupsi.
Peringatan hari jadinya yang ke-15, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) berlangsung dari 6-7 Agustus 2009 berlangsung di Gedung Perfilman Haji Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta.
Rusman
Penerima Udin Award tahun 2009 adalah Jufriadi Asmaradhana yang merupakan Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers Makasar. Dewan Juri menilai Juriadi layak mendapat anguerah tersebut karena mengalami kekerasan yaitu jeratan pasal-pasal pencemaran nama baik akibat aktifitasnya dalam kebebasan pers di Makasar.
Anugerah Udin Award merupakan penghargaan tahunan AJI Indonesia. Penghargaan khusus bagi jurnalis ini untuk menghormati Muhammad Fuad Safrudin alias Udin, jurnalis harian Bernas, Yogyakarta, yang dibunuh akibat terkait laporannya mengenai korupsi pada tahun 1996.
Sementara itu, anugerah Tasrif Award 2009 diberikan kepada Khoe Seng Seng alias Aseng. Menurut Dewan Juri, Khoe Seng Seng layak mendapat penghargaan tersebut karea telah berjasa memperjuangkan kebebasan berpendapat dan hak-hak konsumen melalui surat pembaca.
Tindakan Khoe Seng Seng dilakukan dengan menulis surat pembaca di harian Kompas pada 26 September 2006 berjudul ”Duta Pertiei Bohong” dan di Suara Pembaruan pada 21 November 2006 berjudul ”Jeritan Pemilik Kios ITS Mangga Dua.”
Akibat tulisannya itu Khoe Seng Seng dijerat dengan pasal-pasal pencemaran nama. Ia dihukum pidana 6 bulan percobaan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Khoe Seng Seng juga digugat secara perdata oleh PT Duta Pertiwi. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengharuskan Khoe Seng Seng membayar ganti rugi satu milliar rupiah. Namun putusan tersebut dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Saat ini, kasus perdata tersebut tengah ditangani Mahkamah Agung.
Anugerah Tasrif Award merupakan bentuk penghormatan terhadap Suardi Tasrif, Jurnalis-cum-lawyer, Bapak Kode Etik Jurnalistik Indonesia, yang aktif membela kebebasan berpendapat dan memerangi korupsi.
Peringatan hari jadinya yang ke-15, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) berlangsung dari 6-7 Agustus 2009 berlangsung di Gedung Perfilman Haji Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta.
Rusman
Kamis, 06 Agustus 2009
Mbah Surip, antara Perjuangan dan Kepolosannya
Kepergian Mbah Surip menghadap Sang Pencipta, Selasa (4/8) membuat banyak orang sedih. Betapa tidak, disaat-saat karirnya sedang menanjak, seniman bergaya Reggae ala Bob Marley ini meninggalkan dunia untuk selamanya. Perjuangan dan ketekunannya menjadi insiprasi oleh banyak orang. Terutama oleh para seniman musik di tanah air.
Gayanya terbilang sederhana. Dengan rambut gimbal, Mbah Surip selalu tampil apa adanya. Jauh sebelum dirinya ngetop-pun, ciri khasnya selalu seperti itu. Tidak ada yang berubah. Low profile dan selalu menghibur.
Bila dibandingkan dengan seniman musik lainnya, Mbah Surip terbilang sangat beruntung. Keberhasilannya menjadi seniman musik yang fenomenal tentu melalui proses panjang. Perjuangan, ketekunan dan kesabaran merupakan modal dirinya meraih sukses.
Lewat tembang bertajuk Tak Gendong, Mbah Surip berhasil menarik perhatian publik di tanah air. Mungkin karena syair lagu Tak Gendong terasa menghibur dan ”tidak njilmet, ” membuat publik terpokat. Tak heran sejak dilirisnya lagu Tak Gendong, di pasar, di mal, di kantor, di halte bus, di sekolah, lirik lagunya ini kerap terdengar. "Where are you going? Ok I`m. Where are you going? Ok my darling Ha...Ha...."
Mengenang Mbah Surip
Pengalaman hidupnya luar biasa. Mbah Surip bukan siapa-siapa, awalnya ia hanya seorang seniman jalanan. Seperti seniman jalanan lainnya, pria asal Mojokerto, Jawa Timur ini selalu mengais rejeki dari tenda ke tenda, dari warung satu ke warung yang lain.
Lagunya membawa pesan perdamaian lewat aliran Reggae yang diusungnya. "Reggae itu kan musik perdamaian, jadi damai terus," ujar Mbah Surip saat-saat awal lagunya booming.
Mbah Surip terlahir dengan nama Urip Ariyanto di Mojokerto, pada 6 Mei 1949. Mbah Surip menjadi pengamen sejak tahun 1989 menggelandang dan mengamen di Bulungan, di Kawasan Blok M.
Berdasarkan situs ensiklopedia bebas Wikipedia, Mbah Surip pernah mendapatkan penghargaan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori menyanyi terlama. Ia pernah ikut membintangi beberapa film dan beberapa kali pula tampil di televisi.
Berbagai macam profesi sempat di lakoninya, mulai pekerjaan di bidang pengeboran minyak dan tambang berlian. Mbah Surip yang memiliki gelar doktorandus, insinyur, dan MBA ini sempat mengadu nasib di luar negeri seperti Kanada, Texas, Jordania, dan California.
Mbah Surip telah mengeluarkan beberapa album musik. Album rekamannya dimulai dari tahun 1997 diantaranya, Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003), dan barang Baru (2004).
Konon, lagu Tak Gendong diciptakan pada tahun 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Mbah Surip kini telah tiada. Di usia 60, ia kembali kepada kepada Sang Khalik. Keteguhan, perjuangan dan sikap humornya serta tawa lepasnya terasa masih tergiang di ingatan.
Selamat jalan Mbah Surip kami. Doa kami dari orang-orang yang menggemari lagu-lagumu.
Rusman
Tulisan ini sebelumnya telah dipublikasikan di http://www.theglobal-review.com
Gayanya terbilang sederhana. Dengan rambut gimbal, Mbah Surip selalu tampil apa adanya. Jauh sebelum dirinya ngetop-pun, ciri khasnya selalu seperti itu. Tidak ada yang berubah. Low profile dan selalu menghibur.
Bila dibandingkan dengan seniman musik lainnya, Mbah Surip terbilang sangat beruntung. Keberhasilannya menjadi seniman musik yang fenomenal tentu melalui proses panjang. Perjuangan, ketekunan dan kesabaran merupakan modal dirinya meraih sukses.
Lewat tembang bertajuk Tak Gendong, Mbah Surip berhasil menarik perhatian publik di tanah air. Mungkin karena syair lagu Tak Gendong terasa menghibur dan ”tidak njilmet, ” membuat publik terpokat. Tak heran sejak dilirisnya lagu Tak Gendong, di pasar, di mal, di kantor, di halte bus, di sekolah, lirik lagunya ini kerap terdengar. "Where are you going? Ok I`m. Where are you going? Ok my darling Ha...Ha...."
Mengenang Mbah Surip
Pengalaman hidupnya luar biasa. Mbah Surip bukan siapa-siapa, awalnya ia hanya seorang seniman jalanan. Seperti seniman jalanan lainnya, pria asal Mojokerto, Jawa Timur ini selalu mengais rejeki dari tenda ke tenda, dari warung satu ke warung yang lain.
Lagunya membawa pesan perdamaian lewat aliran Reggae yang diusungnya. "Reggae itu kan musik perdamaian, jadi damai terus," ujar Mbah Surip saat-saat awal lagunya booming.
Mbah Surip terlahir dengan nama Urip Ariyanto di Mojokerto, pada 6 Mei 1949. Mbah Surip menjadi pengamen sejak tahun 1989 menggelandang dan mengamen di Bulungan, di Kawasan Blok M.
Berdasarkan situs ensiklopedia bebas Wikipedia, Mbah Surip pernah mendapatkan penghargaan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori menyanyi terlama. Ia pernah ikut membintangi beberapa film dan beberapa kali pula tampil di televisi.
Berbagai macam profesi sempat di lakoninya, mulai pekerjaan di bidang pengeboran minyak dan tambang berlian. Mbah Surip yang memiliki gelar doktorandus, insinyur, dan MBA ini sempat mengadu nasib di luar negeri seperti Kanada, Texas, Jordania, dan California.
Mbah Surip telah mengeluarkan beberapa album musik. Album rekamannya dimulai dari tahun 1997 diantaranya, Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003), dan barang Baru (2004).
Konon, lagu Tak Gendong diciptakan pada tahun 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Mbah Surip kini telah tiada. Di usia 60, ia kembali kepada kepada Sang Khalik. Keteguhan, perjuangan dan sikap humornya serta tawa lepasnya terasa masih tergiang di ingatan.
Selamat jalan Mbah Surip kami. Doa kami dari orang-orang yang menggemari lagu-lagumu.
Rusman
Tulisan ini sebelumnya telah dipublikasikan di http://www.theglobal-review.com
Kamis, 23 Juli 2009
Kombucha, Jamur Teh yang Berkhasiat Bagi Kesehatan
Banyak orang akhir-akhir ini kembali pada penyembuhan alami dengan memanfaatkan obat yang bersumber dari alam. Kombucha merupakan salah satu pilihan. Metode penyembuhan dengan mengkonsumsi teh jamur ini telah digunakan dimasa kekaisaran Cina sekitar 2000 tahun lalu.
Mungkin banyak orang yang tidak mengetahui apa itu Kombucha. Memang istilah Kombucha begitu asing untuk sebagian orang. Namun taukah Anda, bahwa Kombucha merupakan minuman yang penuh khasiat bagi kesehatan.
Kombucha adalah suatu ramuan minuman kuno, yang terjadi atas hasil simbiosis murni dari bakteri dan ragi Kombucha Tea (KT) yang berasal dari Asia Timur, dan sampai di Jerman melalui Russia sekitar akhir abad lalu.
Sejak jaman dahulu minuman Kombucha dipersiapkan dirumah-rumah dan dibagi-bagikan kepada sanak saudara serta handai taulan sebagai tanda persahabatan. Teh Jamur ini mempunyai kemampuan dan vitalitas untuk tumbuh. Bila jamur Kombucha ini tidak mempunyai energi biologis yang amat kuat, maka kombucha ini tidak akan hidup ribuan tahun sampai sekarang, sejak ditemukannya dikawasan Kekaisaran China sekitar 2000 tahun.
Kombucha telah digunakan untuk penyembuh berbagai macam penyakit ini dipelbagai negara Asia. Jamur tersebut atau Kombucha terdiri dari gelatinoid serta membrane jamur yang liat dan berbentuk piringan bulat. Jamur ini hidup dalam lingkungan nustrisi teh-manis yang akan tumbuh secara berulang sehingga membentuk susunan piringan berlapis. Piringan pertama akan tumbuh pada lapisan paling atas, kemudian disusul oleh pertumbuhan piringan berlapis-lapis dibawahnya yang akan menebal. Bila dirawat secara benar, maka jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat, sehingga akan hidup sepanjang umur pemilik serta keturunannya.
Selama proses fermentasi dan oksidasi berlangsung, akan terjadi bermacam-macam reaksi pada larutan teh-manis secara assimilatif dan dissimilatif. Jamur teh akan memakan gula, dan sebagai gantinya memproduksi berbagai unsur berguna yang akan muncul pada minuman tersebut seperti : glucuron acid, acetic acid, lactic-acid, vitamin, asam-asam amino, serta berbagai unsur antibiotik, serta unsur-unsur lain. Maka dari itu, jamur Kombucha ini adalah sebuah pabrik biokimia mini yang sesungguh-nya.
Kombucha – Penyembuh untuk Segala Penyakit?
Banyak dokter dan ilmuwan telah membuktikan bahwa efek dari minuman Kombucha ini, merupakan penyembuh rumahan. Berbagai penelitian mengenai Kombucha telah dilakukan. Hasilnya, sungguh luar biasa. Kombucha diakui memiliki efektivitas penyembuhan yang berbasiskan pada glucon-acid serta glucuron-acid, lactic-acid, acetic acid, serta bermacam vitamin C dan kelompok vitamin B yang sangat mujarab untuk kesehatan.
Ini telah dibuktikan oleh para peneliti di Russia, bahwa banyak komponennya mengandung zat-zat yang mempunyai sifat antibiotik serta penawar racun, dimana zat-zat tersebut memainkan peran penting dalam proses biokimia tubuh manusia.
Penyembuhan dengan mengkonsumsi Kombucha sangat berlawanan dengan obat-obatan farmasi yang mempunyai efek samping yang kurang menyenangkan bagi tubuh. Sementara unsur-unsur aktif dari Kombucha bisa memulihkan kembali kondisi dari dinding-dinding sel tanpa mengakibatkan efek samping.
Dr. Veronika Carstens (1987), isteri mantan Presiden Jerman, merekomendasikan Kombucha dalam suatu rangkaian tulisannya yang berjudul "Pertolongan Alam-Penyembuhanku terhadap Kanker", dengan kata-kata: "Kombucha akan menetralkan racun dari organisme serta meningkatkan metabolism; hal ini akan meningkatkan kapasitas pertahanan tubuh."
Sementara ahli penyembuh alamiah A.J.Lodewijkx (Homepage: http://www.ngab.nl/) dari Ermelo, Netherlands, menulis tentang Kombucha dalam bukunya yang dianjurkan untuk dibaca "Life Without Cancer" atau "Hidup Tanpa Kanker."
Dalam bukunya itu dijelaskan bahwa jamur teh Kombucha mushroom mempunyai unsur-unsur antiseptik yang kuat. Teh ini membersihkan sistem kelenjar tubuh serta meningkatkan sistem pembuangan racun; asam uric dinetralisir dan dihilangkan oleh Kombucha tea. Maka dari itu, teh ini merupakan penyembuh yang sangat bagus bagi penyakit-penyakit gout, rheumatik, arthritis, kidney stones atau batu ginjal, intestinal dysbacteria, terutama kanker pada tahap awal karena Kombucha mushroom akan menjadi unsur penghenti yang sangat kuat pada penyakit atau disebut sebagai endobionts. Dapat dilihat bahwa endobionts akan menghilangkan sel-sel darah merah tepat pada saat pH darah dalam kondisi kurang menguntungkan bagi tubuh. Dalam penyakit metabolis dan kanker, Kombucha merupakan minuman unik bagi penawar racun tubuh. Kombucha menghilangkan kelebihan metabolisme serta menjaga kenormalan pH darah".
Prof. B. Lindner (1917-1918) melaporkan bahwa jamur ini kebanyakan digunakan sebagai pengatur (regulator) atau untuk penyembuh aktivitas organ pencernaan yang kurang baik jalannya. Demikian juga halnya dengan pembengkakan disekitar dubur atau anus dapat disembuhkan seperti wasir atau ambei.
Dimana Kombucha diperoleh?
Sebenarnya Kombucha sangat mudah didapat. Bila sedikit rajin browsing di internet, banyak situs yang menawarkan Kombucha dengan harga yang bervariasi. Ada yang menawarkan harga 50 ribu rupiah untuk Kombucha yang memiliki diameter sekitar 3 centimeter. Beberapa waktu lalu, penulis sempat menemukan Kombucha di salah satu stand bazaar dengan harga yang relatif murah 10 ribu rupiah.
Menariknya Kombucha dapat dibudidayakan. Media untuk membudidayakan jamur teh ini hanya sederhana. Hanya dibutuhkan toples atau gelas ukuran besar serta air teh manis yang tertutup rapat dengan kain. Bila proses berjalan baik, maka jamur teh ini dengan cepat akan membelah dirinya sendiri. Karena jamur ini berkembang biak dengan cepat serta mudah di pisah-pisahkan.
Tertarik untuk mengkonsumsi atau sekaligus budidaya Kombucha?
Penulis : Rusman
Disarikan dari berbagai sumber
* Artikel pernah terpublikasi sebelumnya di http://www.theglobal-review.com
Mungkin banyak orang yang tidak mengetahui apa itu Kombucha. Memang istilah Kombucha begitu asing untuk sebagian orang. Namun taukah Anda, bahwa Kombucha merupakan minuman yang penuh khasiat bagi kesehatan.
Kombucha adalah suatu ramuan minuman kuno, yang terjadi atas hasil simbiosis murni dari bakteri dan ragi Kombucha Tea (KT) yang berasal dari Asia Timur, dan sampai di Jerman melalui Russia sekitar akhir abad lalu.
Sejak jaman dahulu minuman Kombucha dipersiapkan dirumah-rumah dan dibagi-bagikan kepada sanak saudara serta handai taulan sebagai tanda persahabatan. Teh Jamur ini mempunyai kemampuan dan vitalitas untuk tumbuh. Bila jamur Kombucha ini tidak mempunyai energi biologis yang amat kuat, maka kombucha ini tidak akan hidup ribuan tahun sampai sekarang, sejak ditemukannya dikawasan Kekaisaran China sekitar 2000 tahun.
Kombucha telah digunakan untuk penyembuh berbagai macam penyakit ini dipelbagai negara Asia. Jamur tersebut atau Kombucha terdiri dari gelatinoid serta membrane jamur yang liat dan berbentuk piringan bulat. Jamur ini hidup dalam lingkungan nustrisi teh-manis yang akan tumbuh secara berulang sehingga membentuk susunan piringan berlapis. Piringan pertama akan tumbuh pada lapisan paling atas, kemudian disusul oleh pertumbuhan piringan berlapis-lapis dibawahnya yang akan menebal. Bila dirawat secara benar, maka jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat, sehingga akan hidup sepanjang umur pemilik serta keturunannya.
Selama proses fermentasi dan oksidasi berlangsung, akan terjadi bermacam-macam reaksi pada larutan teh-manis secara assimilatif dan dissimilatif. Jamur teh akan memakan gula, dan sebagai gantinya memproduksi berbagai unsur berguna yang akan muncul pada minuman tersebut seperti : glucuron acid, acetic acid, lactic-acid, vitamin, asam-asam amino, serta berbagai unsur antibiotik, serta unsur-unsur lain. Maka dari itu, jamur Kombucha ini adalah sebuah pabrik biokimia mini yang sesungguh-nya.
Kombucha – Penyembuh untuk Segala Penyakit?
Banyak dokter dan ilmuwan telah membuktikan bahwa efek dari minuman Kombucha ini, merupakan penyembuh rumahan. Berbagai penelitian mengenai Kombucha telah dilakukan. Hasilnya, sungguh luar biasa. Kombucha diakui memiliki efektivitas penyembuhan yang berbasiskan pada glucon-acid serta glucuron-acid, lactic-acid, acetic acid, serta bermacam vitamin C dan kelompok vitamin B yang sangat mujarab untuk kesehatan.
Ini telah dibuktikan oleh para peneliti di Russia, bahwa banyak komponennya mengandung zat-zat yang mempunyai sifat antibiotik serta penawar racun, dimana zat-zat tersebut memainkan peran penting dalam proses biokimia tubuh manusia.
Penyembuhan dengan mengkonsumsi Kombucha sangat berlawanan dengan obat-obatan farmasi yang mempunyai efek samping yang kurang menyenangkan bagi tubuh. Sementara unsur-unsur aktif dari Kombucha bisa memulihkan kembali kondisi dari dinding-dinding sel tanpa mengakibatkan efek samping.
Dr. Veronika Carstens (1987), isteri mantan Presiden Jerman, merekomendasikan Kombucha dalam suatu rangkaian tulisannya yang berjudul "Pertolongan Alam-Penyembuhanku terhadap Kanker", dengan kata-kata: "Kombucha akan menetralkan racun dari organisme serta meningkatkan metabolism; hal ini akan meningkatkan kapasitas pertahanan tubuh."
Sementara ahli penyembuh alamiah A.J.Lodewijkx (Homepage: http://www.ngab.nl/) dari Ermelo, Netherlands, menulis tentang Kombucha dalam bukunya yang dianjurkan untuk dibaca "Life Without Cancer" atau "Hidup Tanpa Kanker."
Dalam bukunya itu dijelaskan bahwa jamur teh Kombucha mushroom mempunyai unsur-unsur antiseptik yang kuat. Teh ini membersihkan sistem kelenjar tubuh serta meningkatkan sistem pembuangan racun; asam uric dinetralisir dan dihilangkan oleh Kombucha tea. Maka dari itu, teh ini merupakan penyembuh yang sangat bagus bagi penyakit-penyakit gout, rheumatik, arthritis, kidney stones atau batu ginjal, intestinal dysbacteria, terutama kanker pada tahap awal karena Kombucha mushroom akan menjadi unsur penghenti yang sangat kuat pada penyakit atau disebut sebagai endobionts. Dapat dilihat bahwa endobionts akan menghilangkan sel-sel darah merah tepat pada saat pH darah dalam kondisi kurang menguntungkan bagi tubuh. Dalam penyakit metabolis dan kanker, Kombucha merupakan minuman unik bagi penawar racun tubuh. Kombucha menghilangkan kelebihan metabolisme serta menjaga kenormalan pH darah".
Prof. B. Lindner (1917-1918) melaporkan bahwa jamur ini kebanyakan digunakan sebagai pengatur (regulator) atau untuk penyembuh aktivitas organ pencernaan yang kurang baik jalannya. Demikian juga halnya dengan pembengkakan disekitar dubur atau anus dapat disembuhkan seperti wasir atau ambei.
Dimana Kombucha diperoleh?
Sebenarnya Kombucha sangat mudah didapat. Bila sedikit rajin browsing di internet, banyak situs yang menawarkan Kombucha dengan harga yang bervariasi. Ada yang menawarkan harga 50 ribu rupiah untuk Kombucha yang memiliki diameter sekitar 3 centimeter. Beberapa waktu lalu, penulis sempat menemukan Kombucha di salah satu stand bazaar dengan harga yang relatif murah 10 ribu rupiah.
Menariknya Kombucha dapat dibudidayakan. Media untuk membudidayakan jamur teh ini hanya sederhana. Hanya dibutuhkan toples atau gelas ukuran besar serta air teh manis yang tertutup rapat dengan kain. Bila proses berjalan baik, maka jamur teh ini dengan cepat akan membelah dirinya sendiri. Karena jamur ini berkembang biak dengan cepat serta mudah di pisah-pisahkan.
Tertarik untuk mengkonsumsi atau sekaligus budidaya Kombucha?
Penulis : Rusman
Disarikan dari berbagai sumber
* Artikel pernah terpublikasi sebelumnya di http://www.theglobal-review.com
Jumat, 17 Juli 2009
Khasiat Madu Untuk Kesehatan Manusia
Madu sejak dulu dikonsumsi orang untuk berbagai kebutuhan. Madu memiliki begitu banyak khasiat yang bermanfaat untuk kesehatan. Bahkan, madu juga kerap digunakan untuk mempertahankan keindahan kulit.
Pemanfaatan madu dan khasiatnya dalam sejarah farmakologi memang sudah diketahui sejak lama. Sejak sebelum tahun Masehi , sudah sangat popular sebagai jenis minuman menyegarkan dan menyehatkan. Pada masa ini madu sudah banyak dimanfaatkan manusia sebagai minuman kesehatan, pengobatan berbagai penyakit, pengawetan mayat. Madu juga dianggap dapat memperpanjang umur manusia karena kalau dikonsumsi dalam kadar tertentu secara rutin menghasilkan kesehatan yang baik dan tetap awet muda.
Ibnu Sina (890-1037), Bapak kedokteran dunia dan pemikir muslim terkemuka Ibnu Sina (890-1037) merupakan tokoh kedokteran yang mengulas banyak mengenai khasiat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran. Selama hidupnya ia banyak mengkonsumsi madu sehingga awet muda dan berumur panjang. Madu menurut Ibnu Sina da¬pat menyembuhkan berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang berat, seperti tekanan darah tinggi dan jantung. Madu menurutnya juga dapat menurun-kan suhu badan serta mengatur sekresi, sehingga dapat menghilangkan penyakit demam.
Berdasarkan penelitian Universitas Moskow, madu ternyata juga mengandung logam alu¬munium, boron, krom, tembaga, timbal, titanium, seng, asam organik, asetilkolin, hormon, antibiotik, zat antiracun serta zat antikanker. Zat-zat ini sangat penting untuk memperlancar proses biokimia tubuh dan proses penyembuhan aneka penyakit. Sementara kandungan enzim dalam madu dilapor¬kan paling tinggi jika dibandingkan dengan mahanan lainnya.
Selain itu madu juga dapat menyembuhkan tukak lambung (maag), radang usus, serta kesulitan buang air besar (sembelit). Sementara menurut catatan-catatan sarjana muslim terkemuka seperti Samar-kandi, Nafis, serta Ar-Razi menyebutkan, madu amat bermanfaat sebagai pelancar pada kelainan kencing manis dan kencing batu ginjal.
Lebah memproduksi madu bukan untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia.
Lebah membuat sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang dibikin manusia. Lebah memakan dari tiap-tiap (macam) buah-buahan. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Itulah kebesaran Tuhan yang diberikan kepada manusia. Sehingga madu dapat dijadikan obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Luar biasa!
Rusman
Disarikan dari berbagai sumber (Artikel ini sudah terpublikasi di http://www.theglobal-review.com pada rubrik Kesehatan)
Pemanfaatan madu dan khasiatnya dalam sejarah farmakologi memang sudah diketahui sejak lama. Sejak sebelum tahun Masehi , sudah sangat popular sebagai jenis minuman menyegarkan dan menyehatkan. Pada masa ini madu sudah banyak dimanfaatkan manusia sebagai minuman kesehatan, pengobatan berbagai penyakit, pengawetan mayat. Madu juga dianggap dapat memperpanjang umur manusia karena kalau dikonsumsi dalam kadar tertentu secara rutin menghasilkan kesehatan yang baik dan tetap awet muda.
Ibnu Sina (890-1037), Bapak kedokteran dunia dan pemikir muslim terkemuka Ibnu Sina (890-1037) merupakan tokoh kedokteran yang mengulas banyak mengenai khasiat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran. Selama hidupnya ia banyak mengkonsumsi madu sehingga awet muda dan berumur panjang. Madu menurut Ibnu Sina da¬pat menyembuhkan berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang berat, seperti tekanan darah tinggi dan jantung. Madu menurutnya juga dapat menurun-kan suhu badan serta mengatur sekresi, sehingga dapat menghilangkan penyakit demam.
Berdasarkan penelitian Universitas Moskow, madu ternyata juga mengandung logam alu¬munium, boron, krom, tembaga, timbal, titanium, seng, asam organik, asetilkolin, hormon, antibiotik, zat antiracun serta zat antikanker. Zat-zat ini sangat penting untuk memperlancar proses biokimia tubuh dan proses penyembuhan aneka penyakit. Sementara kandungan enzim dalam madu dilapor¬kan paling tinggi jika dibandingkan dengan mahanan lainnya.
Selain itu madu juga dapat menyembuhkan tukak lambung (maag), radang usus, serta kesulitan buang air besar (sembelit). Sementara menurut catatan-catatan sarjana muslim terkemuka seperti Samar-kandi, Nafis, serta Ar-Razi menyebutkan, madu amat bermanfaat sebagai pelancar pada kelainan kencing manis dan kencing batu ginjal.
Lebah memproduksi madu bukan untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia.
Lebah membuat sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang dibikin manusia. Lebah memakan dari tiap-tiap (macam) buah-buahan. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Itulah kebesaran Tuhan yang diberikan kepada manusia. Sehingga madu dapat dijadikan obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Luar biasa!
Rusman
Disarikan dari berbagai sumber (Artikel ini sudah terpublikasi di http://www.theglobal-review.com pada rubrik Kesehatan)
Langganan:
Komentar (Atom)