Back to natural
Selain memanfaatkan tumbuhan sebagai obat. Masyarakat juga memanfaatkan tumbuhan sebagai barang konsumsi lainnya. Contoh kecil adalah di dusun Ciptarasa terdapat pengerajin alat-lat rumah tangga. Kebanyakan alat-alat rumah tersebut terbuat dari bambu (awi) dan rotan (hoe) atau campuran dari keduanya. Hihid (kipas dari bambu), nyiru (alat untuk membersihkan beras dari gabah) , ayakan (saringan) maupun asepan (tempat menanak nasi). Semua itu terbuat dari daging bagian dalam dari bambu. Sementara bagian luar dari bambu yang lebih kuat dan tahan lama dipakai untuk membuat boboko (tempat mencuci beras). Sebagai pelilit atau pengikat anyaman tersebut dipakai rotan omas. Biasanya, satu buah baboko bisa dipakai selama 3-5 tahun. Tempat sampah (bureleng), tolok dibuat dari awi tali (Gigontochloa apus Kurz), kampak (baliung) dibuat dari ki payung.
Alat-alat rumah tangga tersebut sampai saat ini masih dipakai oleh masyarakat disekitar Halimun. “Lobah, dikampung mah rata-rata pake (Banyak, disini rata-rata masih menggunakan),” kata Mugni (19) salah satu warga desa.
Pemanfaatan tumbuhan bambu dan rotan tersebut relatif dalam jumlah sedikit. Di Halimun Selatan dijumpai 18 jenis dan 18 jenis tersebut hidup secara liar di hutan (leuweung). 12 jenis diantaranya dijumpai tumbuh liar di talun, pekarangan atau ladang. Sedangkan untuk daerah Timur dijumpai 10 jenis keseluruhannya hidup liar dihutan. 6 jenis tumbuh liar diladang dan pekarangan. Dan 5 jenis sudah ditanam masyarakat sebagai sumber bahan industri kerajinan.
Pewarnaan juga menggunakan tumbuh-tumbuhan berupa getah batang manyel (jenis tumbuhan merambat). Getahnya berwarna kuning yang menjadi hitam jika dioleskan kebatang bambu. Sejak tahun 1980-an, pohon manyel sulit ditemukan sehingga digunakan zat pewarna yang berasal dari asap lampu minyak. Caranya, asap lampu minyak di tempung pada tempurung kelapa, dan warna hitam yang berkumpul pada tempurung itu dioleskan ke batang bambu dengan menggunakan jantung pisang sebagai kuas. Getah jantung pisang itu memberi pengaruh terhadap daya tahan warna. Sebuah pemanfaatan yang alami.
Peralatan rumah tangga lainnya adalah sapu halus. Sapu ini terbuat dari mulai awis atau kaso beurit (Thysanoloena maxima). Kursi dan meja terbuat dari rotan sampay dan rotan rokrok. Sayangnya, pemanfaatan rotan untuk kursi dan meja sedikit sekali. Jenis rotan selang (Daemnorops oblonggus) dan hoe pelah (Daemnorops ruber), digunakan untuk membuat tas kaneron, bubu (jaring menangkap ikan), dan kempis (tempat untuk ikan sehabis memancing). Tas kaneron yang terbuat dari hoe pelah berwarna kemerahan.
Tumbuhan-tumbuhan yang ada juga dipakai sebagai sumber pangan oleh masyarakat di sekitar TNGH. Sekitar 56 jenis ditemukan didaerah bagian timur, 72 jenis ditemukan di bagian selatan. Kebanyakan kini tumbuhan yang tumbuh liar di hutan sudah ada yang dibudidayakan. Di dusun Ciptarasa, Halimun Selatan 65 jenis digunakan sebagai sumber pangan yang sudah dibudidayakan. Sementara, di Halimun Timur 47 jenis tumbuhan yang dibudidayakan. Tumbuhan liar yang digunakan sebagai sumber pangan, dibagian Timur ditemukan 10 jenis dan diselatan di temukan 9 jenis. Jenis tumbuhan pangan ini terbagi dalam beberapa pemanfaatan yaitu sebagai sumber makanan pokok, sayuran, buah-buahan, bumbu dan minuman.
Untuk papan atau bangunan, masyarakat disekitar halimun, terutama di Halimun Selatan masih menggunakan tumbuhan dari hutan. Contohnya, orang Kesepuhan mempunyai tiga macam bangunan yaitu rumah tempat tinggal, leuit, dan satu rumah adat yang disebut imah gede. Semua bahan untuk bangunan itu didapat dari tumbuhan yang ada disekitar mereka.
Jenis kayu yang digunakan untuk membangun rumah adalah kayu manglid (untuk tiang dan pangheraut), kayu maja (untuk lembaran), kayu jenjeng (untuk galar), kayu hurumerang (untuk papan), kayu duren (untuk pananggeuy), ki bima (untuk tataban), puspa, ki bonteng, panglar. Jenis bambu yang digunakan dalam pembangunan rumah adala awi gede/ awi gombong (untuk palupuh), awi tali (untuk rurung, ereng dan usuk), awi manyan (untuk sarang dan bilik). Daun kiray digunakan sebagai atap rumah/hateup. Kayu rasamala biarpun kuat tapi dilarang dipakai untuk bahan bangunan.
rusman
Selasa, 13 Januari 2009
Kegiatan Etnobotani disekitar TNGH 1
Etnobotani adalah sebuah kegiatan pemanfaatan tumbuhan-tumbuhan sebagai salah satu penunjang kehidupan masyarakat dalam suatu komunitas. Masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) sejak turun temurun telah mengenal pemanfaatan tumbuhan untuk kehidupan sehari-hari. Tumbuhan-tumbuhan di sekitar TNGH dijadikan sebagai obat, makanan, dan barang-barang konsumsi lainnya. Sebuah tradisi yang patut di pertahankan.
Siapa bilang bahwa masyarakat kita tidak kreatif dan siapa sangka kekayaan yang terdapat hutan belantara tidak bisa dimanfaatkan? Lihatlah apa dilakukan oleh masyarakat di disekitar kawasan TNGH. Dibelantara hutan yang lebat itu, masyarakatnya masih suka memanfaatkan tumbuhan disekitar untuk dijadikan obat, makanan dan barang-barang konsumsi lainnya.
Berawal dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah LSM disekitar tahun 1993. LSM itu bernama Biological Science Club (BScC). BScC telah melakukan inventarisasi jenis tumbuhan yang ada di kawasan TNGH. Dari hasil inventarisasinya itu di jumpai 366 jenis tumbuhan yang terdiri dari 244 marga dan 90 suku. Jenis tumbuhan sejumlah itu dapat dijumpai, baik di hutan-hutan maupun di sekitar pemukiman penduduk. Menariknya, keragamanan jenis tumbuhan itu menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat setempat sebagai barang yang berguna.
Pertama, misalnya soal obat-obatan. Cara pengobatan tradisional masih melekat dimasyarakat sekitar Gunung Halimun. Terutama bagi masyarakat sunda kasepuhan di Halimun Selatan. Walaupun tenaga-tenaga medis telah masuk ke desa melalui program kesehatan dan posyandu. Namun, penggunaan obat tradisional masih tetap berjalan. Obat-obatan yang mereka hasilkan dari tumbuhan kebanyakan berupa jamu-jamuan. Biasanya jamu-jamuan itu disediakan oleh dukun bersalin, yang bahasa sundanya disebut paraji bagi ibu-ibu bersalin.
Jamu-jamuan kerap dikenal sebagai jajamuan. Jajamuan itu dibuat dari tumbuhan suku Zingiberaceae yang diramu menjadi dodol jahe. Dodol jahe merupakan jenis obat tradisional yang sering dipakai oleh masyarakat untuk pemulihan kondisi kesehatan serta bermacam-macam jenis penyakit. Didalam obat tradisional ini terkandung puluhan jenis tumbuhan yang terdiri dari polong-polongan, padi-padian, biji-bijian, rimpang-rimpangan dan akar. Bagi masyarakat sunda kasepuhan jajamuan merupakan obat untuk penyakit dalam seperti kecapaian, paru-paru, panas dingin, dan sakit pinggang. Memang belum ada penelitian tentang khasiat obat tradisional tersebut. Namun, bila pemakaian obat tradisional ini masih melekat, berarti khasiat dari obat tersebut memang ampuh.
Menurut para orang tua untuk membuat obat tradisional semacam ini, digunakan sekitar 40 jenis tumbuhan. Diantaranya, akar keras tulang, tal angin (Usnea sp), buah dan daun bengang (Nessia altissuna), daun Ki tando, arey ki koneng, daun kumis kucing, daun senggugu, daun dan akar sembung, akar kalising, koneng tinggang, koneng ageng, cikur, jahe, lempuyang, kapol, podotan landak, kulit kina, kulit kilimo, akar tangkur gunung, kingkilaban, pisitan dan lain-lain.
Khusus bagi masyarakat Sunda Kesepuhan, pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pengobatan merupakan hal yang sangat berarti. Masyarakat percaya bahwa keuntungan penggunaan obat tradisional ini disamping dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, juga obat tradisional ini tidak menimbulkan efek samping bagi sipemakai.
Tumbuhan sebagai obat-obatan tradisional merupakan tumbuhan yang diakui dan dipercaya masyarakat. Masyarakat tradisional dan modern pun hingga kini masih banyak yang menggunakan obat tradisional yang bersumber dari alam (back to Nature). Dan sebagian dari tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan obat potensial yang diduga mengandung senyawa bioaktif yang berkhasiat sebagai obat.
Sebagian masyarakat di Halimun sudah mengenal pengobatan kimiawi dari dokter yang mereka dapatkan di warung-warung. Namun, karena kondisi pemukiman masih jauh dari pusat pengobatan dan sarana transpotasi yang cukup sulit. Hal ini membuat masyarakat tetap mempertahankan sistem pengobatan tradisionil ini. Selain itu, masyarakat sangat percaya dengan khasiat pengobatan yang telah teruji secara turun menurun. Mereka selalu menjaga tradisi leluhur. Hal ini terucap dari Abah Anom, pemimpin adat kasepuhan. Tumbuhan obat tradisional ini merupakan kekayaan hayati yang mempunyai potensi ekonomi yang penting sebagai sumber pengobatan farmakologi dan masih diperlukan penanganan struktur genetik dan kimianya.
Salah satu kelebihan tumbuhan obat daerah tropis pada umumnya merupakan senyawa yang bersifat therapeutic, artinya dapat dipakai secara langsung oleh masyarakat dan bersifat sinergis. Selain itu, beberapa jenis tumbuhan seperti bawang putih, sambiloto, nangka walanda, sembung, gedang, sintok, bengang, kumis kucing, sirih termasuk obat yang bersifat PNT (Pratically non toxic).
Rusman
Siapa bilang bahwa masyarakat kita tidak kreatif dan siapa sangka kekayaan yang terdapat hutan belantara tidak bisa dimanfaatkan? Lihatlah apa dilakukan oleh masyarakat di disekitar kawasan TNGH. Dibelantara hutan yang lebat itu, masyarakatnya masih suka memanfaatkan tumbuhan disekitar untuk dijadikan obat, makanan dan barang-barang konsumsi lainnya.
Berawal dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah LSM disekitar tahun 1993. LSM itu bernama Biological Science Club (BScC). BScC telah melakukan inventarisasi jenis tumbuhan yang ada di kawasan TNGH. Dari hasil inventarisasinya itu di jumpai 366 jenis tumbuhan yang terdiri dari 244 marga dan 90 suku. Jenis tumbuhan sejumlah itu dapat dijumpai, baik di hutan-hutan maupun di sekitar pemukiman penduduk. Menariknya, keragamanan jenis tumbuhan itu menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat setempat sebagai barang yang berguna.
Pertama, misalnya soal obat-obatan. Cara pengobatan tradisional masih melekat dimasyarakat sekitar Gunung Halimun. Terutama bagi masyarakat sunda kasepuhan di Halimun Selatan. Walaupun tenaga-tenaga medis telah masuk ke desa melalui program kesehatan dan posyandu. Namun, penggunaan obat tradisional masih tetap berjalan. Obat-obatan yang mereka hasilkan dari tumbuhan kebanyakan berupa jamu-jamuan. Biasanya jamu-jamuan itu disediakan oleh dukun bersalin, yang bahasa sundanya disebut paraji bagi ibu-ibu bersalin.
Jamu-jamuan kerap dikenal sebagai jajamuan. Jajamuan itu dibuat dari tumbuhan suku Zingiberaceae yang diramu menjadi dodol jahe. Dodol jahe merupakan jenis obat tradisional yang sering dipakai oleh masyarakat untuk pemulihan kondisi kesehatan serta bermacam-macam jenis penyakit. Didalam obat tradisional ini terkandung puluhan jenis tumbuhan yang terdiri dari polong-polongan, padi-padian, biji-bijian, rimpang-rimpangan dan akar. Bagi masyarakat sunda kasepuhan jajamuan merupakan obat untuk penyakit dalam seperti kecapaian, paru-paru, panas dingin, dan sakit pinggang. Memang belum ada penelitian tentang khasiat obat tradisional tersebut. Namun, bila pemakaian obat tradisional ini masih melekat, berarti khasiat dari obat tersebut memang ampuh.
Menurut para orang tua untuk membuat obat tradisional semacam ini, digunakan sekitar 40 jenis tumbuhan. Diantaranya, akar keras tulang, tal angin (Usnea sp), buah dan daun bengang (Nessia altissuna), daun Ki tando, arey ki koneng, daun kumis kucing, daun senggugu, daun dan akar sembung, akar kalising, koneng tinggang, koneng ageng, cikur, jahe, lempuyang, kapol, podotan landak, kulit kina, kulit kilimo, akar tangkur gunung, kingkilaban, pisitan dan lain-lain.
Khusus bagi masyarakat Sunda Kesepuhan, pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pengobatan merupakan hal yang sangat berarti. Masyarakat percaya bahwa keuntungan penggunaan obat tradisional ini disamping dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, juga obat tradisional ini tidak menimbulkan efek samping bagi sipemakai.
Tumbuhan sebagai obat-obatan tradisional merupakan tumbuhan yang diakui dan dipercaya masyarakat. Masyarakat tradisional dan modern pun hingga kini masih banyak yang menggunakan obat tradisional yang bersumber dari alam (back to Nature). Dan sebagian dari tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan obat potensial yang diduga mengandung senyawa bioaktif yang berkhasiat sebagai obat.
Sebagian masyarakat di Halimun sudah mengenal pengobatan kimiawi dari dokter yang mereka dapatkan di warung-warung. Namun, karena kondisi pemukiman masih jauh dari pusat pengobatan dan sarana transpotasi yang cukup sulit. Hal ini membuat masyarakat tetap mempertahankan sistem pengobatan tradisionil ini. Selain itu, masyarakat sangat percaya dengan khasiat pengobatan yang telah teruji secara turun menurun. Mereka selalu menjaga tradisi leluhur. Hal ini terucap dari Abah Anom, pemimpin adat kasepuhan. Tumbuhan obat tradisional ini merupakan kekayaan hayati yang mempunyai potensi ekonomi yang penting sebagai sumber pengobatan farmakologi dan masih diperlukan penanganan struktur genetik dan kimianya.
Salah satu kelebihan tumbuhan obat daerah tropis pada umumnya merupakan senyawa yang bersifat therapeutic, artinya dapat dipakai secara langsung oleh masyarakat dan bersifat sinergis. Selain itu, beberapa jenis tumbuhan seperti bawang putih, sambiloto, nangka walanda, sembung, gedang, sintok, bengang, kumis kucing, sirih termasuk obat yang bersifat PNT (Pratically non toxic).
Rusman
Kamis, 11 Desember 2008
Penghitungan Cepat Sudah Saatnya!
Menyoal prokontra bisa atau tidaknya Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan akreditasi terhadap lembaga survei sesuatu yang menarik dicermati. Fenomena ini imbas dari peristiwa yang terjadi didalam pelaksanaan pilkada dibeberapa daerah. Yang paling anyar pada pelaksanaan pilkada Jatim beberapa waktu lalu, dimana lembaga survei dalam hasil surveinya memastikan pasangan Khofifah-Mudjiono sebagai pemenang. Namun, KPUD secara penghitungan manual, yang notabene penghitungan yang sah menurut UU, memenangkan Sukarwo-Saifullah Yusuf.
Terlepas dari pro kontra tersebut, penghitungan cepat saat ini sangat diperlukan untuk sebuah perhelatan pesta demokrasi. Tentu saja, penghitungan cepat yang dimaksud bukan penghitungan berdasarkan data sampling hasil pemilih seperti yang dilakukan lembaga-lembaga survei, tetapi penghitungan cepat yang berbasis data riil (riil count) dari setiap TPS-TPS.
KPU maupun KPUD sudah saatnya memanfaatkan teknologi informasi sebagai media efektif dan efisien disetiap pelaksanaan pesta demokrasi. Sehingga tujuan memberikan informasi lebih awal kepada publik terhadap hasil pelaksanaan pilkada maupun pemilu tersebut tercapai.
Sebenarnya, penghitungan cepat telah digunakan oleh beberapa KPUD didalam pelaksanaan pilkada. Pengalaman kami bersama tim misalnya, ketika berlangsung pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Tangerang pada pertengahan Januari 2008, dapat menjadi apresiasi bahwa penghitungan cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi sangat efektif dalam memberikan informasi lebih awal kepada publik. Walaupun pada akhirnya tetap saja penghitungan suara secara manual menjadi hasil akhir yang sah.
Dalam pelaksanaannya, sistem atau aplikasi penghitungan olah cepat yang dimiliki KPUD Kabupaten Tangerang ketika itu, melakukan kerjasama dengan petugas-petugas lapangan, seperti petugas PPS dan PPK. Mereka mengirimkan data peroleh suara sementara dari tingkat TPS. Pengiriman data perolehan suara sementara oleh petugas PPS maupun PPK dari tingkat TPS yang ada (sekitar +/-4.500 TPS) dilakukan dengan menggunakan teknologi Short Massage Servis (SMS) yang secara otomatis diolah oleh sistem atau aplikasi. Sehingga tidak perlu lagi dilakukan entri data di KPUD. Pemanfaatan teknologi dengan SMS ini sangat fleksibel cepat dalam pengiriman data perolehan suara dari tingkat TPS yang ada.
Penghitungan olah cepat telah dilakukan di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Taiwan, walau mungkin teknologi pengiriman peroleh suara itu tidak dengan teknologi SMS. Namun setidaknya, apa yang dilakukan didua negara ini dapat menjadi acuan bagi KPU maupun KPUD. Agaknya, metode hitung cepat berbasis data riil (riil count) sangat diperlukan agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu hasil pilkada maupun pemilu. Semoga saja!
Rusman
http://roeshman.blogspot.com
Terlepas dari pro kontra tersebut, penghitungan cepat saat ini sangat diperlukan untuk sebuah perhelatan pesta demokrasi. Tentu saja, penghitungan cepat yang dimaksud bukan penghitungan berdasarkan data sampling hasil pemilih seperti yang dilakukan lembaga-lembaga survei, tetapi penghitungan cepat yang berbasis data riil (riil count) dari setiap TPS-TPS.
KPU maupun KPUD sudah saatnya memanfaatkan teknologi informasi sebagai media efektif dan efisien disetiap pelaksanaan pesta demokrasi. Sehingga tujuan memberikan informasi lebih awal kepada publik terhadap hasil pelaksanaan pilkada maupun pemilu tersebut tercapai.
Sebenarnya, penghitungan cepat telah digunakan oleh beberapa KPUD didalam pelaksanaan pilkada. Pengalaman kami bersama tim misalnya, ketika berlangsung pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Tangerang pada pertengahan Januari 2008, dapat menjadi apresiasi bahwa penghitungan cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi sangat efektif dalam memberikan informasi lebih awal kepada publik. Walaupun pada akhirnya tetap saja penghitungan suara secara manual menjadi hasil akhir yang sah. Dalam pelaksanaannya, sistem atau aplikasi penghitungan olah cepat yang dimiliki KPUD Kabupaten Tangerang ketika itu, melakukan kerjasama dengan petugas-petugas lapangan, seperti petugas PPS dan PPK. Mereka mengirimkan data peroleh suara sementara dari tingkat TPS. Pengiriman data perolehan suara sementara oleh petugas PPS maupun PPK dari tingkat TPS yang ada (sekitar +/-4.500 TPS) dilakukan dengan menggunakan teknologi Short Massage Servis (SMS) yang secara otomatis diolah oleh sistem atau aplikasi. Sehingga tidak perlu lagi dilakukan entri data di KPUD. Pemanfaatan teknologi dengan SMS ini sangat fleksibel cepat dalam pengiriman data perolehan suara dari tingkat TPS yang ada.
Penghitungan olah cepat telah dilakukan di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Taiwan, walau mungkin teknologi pengiriman peroleh suara itu tidak dengan teknologi SMS. Namun setidaknya, apa yang dilakukan didua negara ini dapat menjadi acuan bagi KPU maupun KPUD. Agaknya, metode hitung cepat berbasis data riil (riil count) sangat diperlukan agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu hasil pilkada maupun pemilu. Semoga saja!
Rusman
http://roeshman.blogspot.com
Jumat, 05 Desember 2008
Katanya sakti, kok bisa meninggal sih....

Sebulan lalu, Haikal pernah bertanya. Walaupun umurnya masih 5 tahun, rasa ingin tahunya akan sesuatu hal yang baru kerap kali muncul. Disuatu hari, kebetulan kami berdua melintas di depan mabes polri, depan lapangan sepakbola mabak, Blok M. Tiba-tiba anakku itu bertanya, ”ayah itu patung siapa?,” sambil menunjuk patung besar di pojok taman di Mabes Polri.
Sambil menyetir aku jelaskan padanya. ”Itu patung Gajah Mada, nak,” jelas ku singkat. Seperti tak puas, iapun bertanya lagi. ”iya..., tapi dia siapa?,” katanya seperti tidak puas. Aku pun menjelaskan kepadanya, bahwa Gajah Mada adalah orang yang menyatukan semua kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia. ”Karena dulu kerajaan-kerajaan sering perang. Makanya Gajah Mada mempersatukan kerajaan-kerajaan itu supaya jangan perang lagi.” Aku jelaskan juga bahwa Gajah Mada itu kuat dan sakti. ”Haikal tadi lihat kan badan Gajah Mada itu besar?,” tanyaku. ”Iya gede banget badannya,” kata anakku lagi. Tiba-tiba Haikal bertanya lagi. ”Sekalang...Gajah Madanya dimana yah,” katanya dengan suara cadelnya. Aku jelaskan Gajah Mada sudah meninggal. Tiba-tiba Haikal minimpal penjelasku. ”Katanya sakti, kok bisa meninggal sih... yah,” tanya Haikal singkat.
Mendengar pernyataan Haikal, aku tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Sambil menjanjikan kepadanya untuk membelikan buku cerita tentang Gajah Mada. Ya, itulah dunia anak. Kadang sikap kritisnya selalu muncul secara tiba-tiba.
Jumat, 28 November 2008
Barus Kota Pesisir Yang Pernah Mendunia
Barus merupakan sebuah kota kecil di pantai barat Sumatera, yang secara geografis masuk ke wilayah propinsi Sumatera Utara. Ketenaran Barus salah satunya dikarenakan di kota pesisir ini merupakan penghasil kapur barus atau kerap orang menyebutnya kamper. Berkat kapurnya ini, Barus telah terkenal ke seluruh dunia sejak tahun 160 Masehi.
Di Barus dahulu terdapat pelabuhan yang sangat sibuk. Eksistensi Barus sebagai bandar niaga ditandai oleh sebuah peta kuno abad ke-2 yang dibuat oleh Claudius Ptolemaus, yang merupakan gubernur di Kerajaan Yunani yang berpusat di Alexandria, Mesir. Peta itu menyebutkan bahwa dipesisir barat Sumatera terdapat sebuah bandar niaga bernama Barossai yang menghasilkan parfum (wewangian), yaitu kapur barus. Disebutkan bahwa Barus telah melakukan aktifitas perniagaan dengan bangsa-bangsa dari Timur Tengah. Hal ini diperkuat dengan fakta yang menyebutkan, kapur barus merupakan salah satu bahan dalam proses pembalseman mayat fir’aun.
Sepanjang sejarahnya, kapur barus sangat disukai dan menjadi barang perniagaan yang sangat penting. Di Barus inilah dahulu bangsa Arab, Orang indian, Cina, Bangsa Portugis dan Belanda datang berniaga.
Barus dan Sejarah Islam
Berdasarkan berbagai sumber sejarah, Islam telah masuk wilayah ini sejak tahun 48 Hijriyah, hal ini seperti tertulis pada nisan makam Syekh Arkanuddin yang berada di tanah Barus. Fakta ini diperkuat dengan banyaknya peninggalan makam-makam tua. Yang paling tua usianya sekitar 1.300 tahun. Makam-makam tua itu oleh masyarakat setempat kerap menyebutnya sebagai ”Makam Aulia 44.” Walaupun makam Aulia 44 tersebar dibeberapa daerah disekitar Barus, kesucian makam-makam itu masih tetap terjaga oleh ulama dan masyarakat setempat hingga saat ini.
Dari sekian makam yang ada, yang kerap dikunjungi oleh para penziarah adalah makam Tuan Papan Tinggi. Makam yang terletak 200 meter di atas permukaan laut ini berada di Desa Pananggahan. Makam yang memiliki panjang sekitar 6 meter ini merupakan makam dari Syekh Mahmud, seorang ulama dari bangsa Arab.
Menurut catatan, ajaran Islam yang pertama kali tersebar saat itu baru sebatas pengetahuan tentang tauhid, yaitu sahadat. Ketika itu syariah belum dikenal oleh masyarakat Barus. Sehingga ketika itu belum ada perintah mengerjakan Sholat dan Puasa. Karena letaknya sebagai bandar perniagaan, banyak para pendatang bangsa Arab menetap. Disamping berdagang, para pendatang ini juga menyebarkan agama Islam. Banyak ulama besar berasal dari kota pesisir ini, di antaranya yang paling menonjol adalah Hamzah Fansuri, yang terkenal dengan kitab tasawufnya.
Rusman
Disarikan dari berbagai sumber
Nasib Guru Kita

Slogan Guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa sudah seharusnya dikubur sejak dini. Dan seharusnya kesejahteraan para guru benar-benar diperhatikan oleh pemerintah. Sebagai anak bangsa, saya sedih ketika melihat seorang guru selepas mengajar disekolah, dia menjadi seorang pemulung. Ini dilakukan hanya karena gaji yang diterimanya tidak mencukupi untuk hidup. Mirisnya lagi, kegiatan memulungnya itu dilakukan agar dia bisa tetap mengajar anak-anak muridnya. Ini realita yang terjadi. Dan sepatutnya sebagai bangsa yang santun dan beradab tak selayaknya ini terjadi terhadap guru-guru di negeri ini.
rusman
Menanggapi tulisan Mas Anas Urbaningrum berjudul "Nasib Guru" di Facebook.
Kamis, 20 November 2008
Apa Kita Hanya Diam
Bila kebenaran ditutupi oleh Kezaliman
Apa kita hanya diam?!
Bila hak-hak diinjak-injak penguasa
Apa kita hanya diam?!
Berjuta mata di pinggiran lelah..
Melihat birokrat para badut beraksi..
Yang tanpa dosa berkhianat pada cita-cita bangsa..
Sudahlah sampai disini saja..
Para badut birokrat mempermainkan rakyat
Wahai kawan-kawan pemilik negeri
Apa kita hanya diam?
Tak perlu ada perenungan
Lakukan..
Apa yang harus kita lakukan..
Untuk cita-cita Bangsa ini
Garut, 13 Juni 1996
Apa kita hanya diam?!
Bila hak-hak diinjak-injak penguasa
Apa kita hanya diam?!
Berjuta mata di pinggiran lelah..
Melihat birokrat para badut beraksi..
Yang tanpa dosa berkhianat pada cita-cita bangsa..
Sudahlah sampai disini saja..
Para badut birokrat mempermainkan rakyat
Wahai kawan-kawan pemilik negeri
Apa kita hanya diam?
Tak perlu ada perenungan
Lakukan..
Apa yang harus kita lakukan..
Untuk cita-cita Bangsa ini
Garut, 13 Juni 1996
Kamis, 06 November 2008
Yang Tersisa dari Alam

Sebuah Ironi: hari lingkungan sedunia selalu diperingati setiap 5 Juni, tapi praktik pembabatan hutan, pencemaran udara, dan penambangan liar masih terus berlangsung. Masih adakah yang tersisa dari Alam Indonesia?
...lestarikan alam hanya celoteh belaka
Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu...saja
Oh..oh...jelas kami kecewa....
Masih ingat dengan bait syair lagunya Iwan Fals ini? Lirik lagunya sarat dengan kritik soal gencarnya praktik pembabatan hutan secara berlebihan. Dan agaknya, lirik lagu Iwan tersebut sangat cocok untuk dijadikan tema dalam peringatan hari lingkungan hidup tahun ini. Mengapa tidak? Soalnya sampai kini kerusakan alam masih menjadi momok yang sulit dielakkan. Malahan, tingkat kerusakan lingkungan hidup makin hari makin tinggi. Sebut saja mulai dari pembabatan hutan, pembuangan limbah, polusi udara, sampai penambangan liar.
Anhnya, banyak orang tidak merasa terusik dengan peristiwa. Padahal, bila ingin jujur, kerusakan lingkungan hidup telah berada pada posisi yang emergency. Mungkin bagi sebagaina kalangan, penilaian semacam ini terlalu berlebihan. Namun, tidak begitu bagi para aktivis lingkungan. Bagi kelompok yang selalu bergelut dengan persoalan hidup, peristiwa tersebut merupakan sebuah ancaman.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), misalnya, menganggap penyelamatan hutan menjadi menu utama untuk dikampayekan. Menurut Emmy Hafild, penyelamatan hutan sudah sangat mendesak. Alasannya, ”Hutan kita sudah sangat parah,” tegas Emmy kepada DeTAK. Dengan alasan seperti itu, Walhi bersikap tegas, yaitu mengeluarkan moratorium penebangan hutan. Artinya, Walhi besrikap keras bahwa penebangan hutan saat ini juga harus dihentikan. ”Kalau mau hutan kita tidak bertambah rusak, ini harus dilakukan,” tegas Emmy lagi.
Agaknya, apa yang dicanangkan Walhi ini tidaklah berlebihan. Pasalnya kini luas hutanyang layak dieksploitasi hanya tinggal 37 juta hektare. Sisanya, sekitar ratusan juta hektare hutan telah mengalami kerusakan dan tidak bisa dieksploitasi. Sementara itu, untuk mengembalaikan hutan dalam keadaan asri seperti semula, tidak semudah membalikkan tangan. Dibutuhkan waktu sampai puluhan tahun lamanya.
Penebangan hutan secara berlebihan bagi Indonesia merupakan penyakit yang sulit disembuhkan. Selama ini banyak faktor yang menjadi penyebab sulitnya memerangi penebangan hutan secara berlebihan ini. Namun, penyebab utama yang paling jelas adalah lemahnya penegakkan supremasi hukum. ”Makanya kita harus mendorong penegakkan hukumnya,” Mardi Minangsari, aktivis Telapak Indonesia kepada DeTAK. Menurutnya, karena supremasi hukumnya lemah, penjahat hutan tidak terjerat hukum. Rupanya, hal tersebut dimengerti oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan, Sonny Keraf. ”Makanya saya akan memfokuskan pada penegakkan hukum,” kata Sonny Keraf , singkat.
Namun belakangan, Sonny Keraf tidak sepakat dengan desakan Walhi yang meminta moratorium diterapkan. Menurutnya, moratorium tidak bisa diberlakukan secra mutlak. ”Harus dicari jalan tengah untuk menjembatani antara moratorium dan realitas yang ada,” kata Sonny kepada Wartawan.
Pencemaran Udara
Sementara itu, ancaman lingkngan hidup lain yang tidak kalah pentingnya adalah pencemaran udara. Menurut penelitian United Nation for Environment Programme (UNEP), tingakt pencemaran udara di Jakarta termasuk terparah setelah Meksiko dan Bangkok. Menurut Bapedal, penyebab utama polusi udara di Jakarta adalah asap kendaraan bermotor, yang sampai 70 persen.
Tentu saja asap bermotor sangat berbahaya bagi lingkungan. Pasalnya, asap yang keluar dari sebagian kendaraan bermotor tersebut sarat dengan zat-zat beracun. Sebut saja timbal, racun yang dapat merusak pertumbuhan otak anak-anak. Belum lagi asap-asap dari cerobong pabrik yang ikut menambah pekatnya udara.
Nah, menghadapi hal tersebut Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) memilki program penghapusan bensin bertimbal secara bertahap. Untuk Jakarta misalnya, Penghapusan bensin berimbal akan dilakukan pada Juli 2001 ini. Sementara itu, untuk seluruh Indonesia akan dilakukan pada Januari 2003.
Akan halnya tingkat pencemaran sungai dan lat masih terbilang tinggi. Menurut catatan Walhi, sebanyak 2,2 jta ton limbah bahan beracun berbahaya (B3) tiap tahunnya dibuang ke sungai di Jakarta dan Jawa Barat. Belum lagi daerah-daerah lain yang juga sara pencemaran sungai. Laut sebagai daerah terluas juga diyakini kerap menjadi tempat pembuangan limbah dari industri-industri. Belum lagi tumpahan minyak ke laut. Kejadian di Jepara beberapa bulan lalu, yakni tumpahnya miyak dari sebuah kapal, tentu menjadi catatan tersendiri bagi Indonesia.
Belum lagi soal banyak rusaknya terumbu karang akibat dari tingginya penangkapan ikan dengan menggunakan racun dan bom. Lihat saja yang terjadi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara, terumbu karang terancam punah. Sementara itu, lingkungan di Balai Taman Laut Naasional (BLTN) Karimunjawa, Jepara, juga terancam rusak akibat adanya pengkapan ikan dengan menggunakan potasiumsianida dan bom.
Masalah pertambangan kemudian juga memunculkan persoalan. Misal saja pertambangan liar di Gunung Pongkor, di kawasan Gunung Halimun, Jawa Barat, semakin marak. Mereka menabang pohon-pohon hutan lindung. Tidak itu saja, para penambang ini juga membuang limbah air raksa yang digunakan untk mencuci hasil galiannya ke sungai di sekitarnya. Akibatnya, sungai itupun tercemar oleh logam berat dan beracun. Hal serupa juga terjadi di daerah lain seperti di Cikoreng, Jawa Barat; Sawalunto, Sumatera Barat; juga di wilayah pertambangan di Kalimantan Timur, di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara.
Agaknya, bila lingkungan hidup tidak ditangani secara arif, dikwatirkan akan menambah rapuhnya alam ini. Masihkan kita menikmati keindahan alam yang tersisa?
Rusman
Dipublikasikan di Tabloid DeTAK No. 143 Tahun ke 3, 13-19 Juni 2001
Jumat, 31 Oktober 2008
Menurut Bung Karno Islam itu Pro-Nasionalisme dan Pro-Sosialisme
Wawancara
Alm. Dahlan Ranuwihardjo
Sesepuh HMI dan Pengagum Bung Karno
Sejauhmana pemahaman Bung Karno terhadap Islam?
Saya melihat Bung Karno seorang insan paripurna. Artinya, Bung Karno itu seorang pejuang, seorang pemikir, seorang ideologi, seorang filosof, seorang negarawan, seorang budayawan, seorang nasionalis, seorang internasionalis, seorang humanis dan kemudian juga seorang kepala keluarga yang baik. Mengenai kapasitas Bung Karno sebagai pemikir, selama ini yang tertonjol, Bung Karno sebagai pemikir marhaenisme. Padahal, Bung Karno juga sebagai pemikir Islam. Kalau dibandingkan dengan pemikir-pemikir Islam lain di Indonesia ketika itu, pemahaman Bung Karno jauh lebih banyak, ketimbang misalnya Natsir dan Alimin. Dan Bung Karno memikirkan Islam bukan belakangan karena mendapat petunjuk-petunjuk dari ustad Hasan.
Bisa dijelaskan hubungan Ustad Hasan dengan Bung Karno?
Dalam tulisan Bung Karno tahun 1926 berjudul Nasionalisme, Islam, Marxisme dan bagian tentang Islam itu menunjukkan Bung Karno sudah mempelajari Islam dari aspek kemasyarakatan dan kenegaraan dari Islam. Ketika Bung Karno di Endehada 12 surat dari Bung Karno yang dikirimkan kepada Ustad Hasan. Sebetulnya Isinya adalah curahan hati tingkat intelektual yang tinggi dari Bung Karno kepada Ustad Hasan. Bukan ustad Hasan mengajari Bung Karno. Selama ini orang memandang Bung Karno belajar dari ustad Hasan. Selama di tempat pembuangan itu Bung Karno ingin menyampaikan pemikiran tentang Islam kepada ustad Hasan.
Apa segi menarik Islamnya ustad Hasan bagi Bung Karno?
Bagi Bung Karno, ajaran-jaran ustad Hasan menjrurus ke pemurnian ekonomi Islam. Saat itu Bung Karno sangat tertarik. Sebab, Bung Karno itu risau, sedih, prihatin melihat penghidupan orang-orang Islam di Indonesia. Mungkin Bung Karno ingin tahu apa Islam itu anti-kolonialisme dan anti-imperialisme. Dia yakin kalu Islam itu anti-imperialisme. Karena, ada kalimat dari Bung Karno yang menyatakan Islam sejati tidak mengenal sikap anti-nasionalis sebagai sumber spirit menentang kolonialis. Kemudian meliat sosialisme sebagai sumber spirit menentang kapitalisme. Dan dia melihat bahwa Islam itu adalah pro-nasionalisme dan pro-sosialisme.
Kongritnya apa aplikasi Bung Karno tentang Islam yang diterapkan dalam kenegaraan?
Sebenarnya ajaran nasionalisme itu muncul tahun 1927. Dia tahu dimasyarakat ini ada dua aliran nasionalis dan aliran Islam. Sejak semula Bung Karno tidak pernah mengedepankan nasionalisme saja. Selalu Bung Karno mengedepankan nasionalisme yang berkemanusiaan, yang demokratis dan yang berkeadilan sosial. Keempat itu dirangkum dalam sosionasionalisme, sosiodemokrasi. Disingkat lagi menjadi sosio-nasio-demokrasi. Kualitas begini dari nasionalisme dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Sebab, masyarakat Indonesia itu korban dari nasionalisme Barat. Jadi tidak mungkin meniru nasionalisme Barat. Kelanjutannya, Bung Karno itu seorang yang memahami marxisme. Jadi beliau itu dikatakan marxis dalam arti memahami marxis. Tapi Bung Karno bukan penganut marxisme.
Apakah didalam diri Bung Karno terjadi benturan pemikiran ketika ia mempelajari Islam dan Marxisme?
Menurut saya ada. Sebab, akhirnya Bung Karno beberapa kali mengatakan salah satu ajaran marxisme adalah materialsme. Bung Karno mengatakan saya menerima secara filosofi marxisme, tapi bukan penganut marxisme. Ajaran marxisme hanya dipakai oleh Bung Karno sebagai pisau analisis atau analisis sejarah.
Tapi, kenyataannya ada kalangan tertentu yang menganggap Bung Karno marxis?
Itu tidak betul juga. Karena orang harus memperhatikan Bung Karno itu pernah mondok selama lima tahun di rumahnya Pak Cokroaminoto. Kalu tidak salah sejak Bung Karno umur 13 atau 14 tahun. Di situ pendidikan agamanya dimulai. Bung Karno juga waktu kecil ikut mengaji dan salat. Cuma, kata Pak Anwar yang sempat cerita pada saya, memang kadang-kadang Bung Karno malas. Tapi itu bisa dipahami karena usianya masih berjiwa muda. Memang ketika itu Bung Karno sedang asyik-asyiknya membaca buku.
Sejauhmana pemahaman Bung Karno tentang Islam, terutama diaplikasikan dalam tugas kenegaraan dan sebagi pemimpin?
Yah, kalu kita lihat surat-surat Bung Karno di Endeh, Bung Karno melihat umat Islam ini masih dijamuri oleh kekolotan. Artinya, Bung Karno sangat kritis terhadap sikap umat Islam yang meninggi-ninggikan derajat sayid-sayid lbi tinggi dari umat Islam lainnya. Bung Karno mengatakan bahwa tidak ada agama yang lebih menyukai persamaan daripada Islam. Surat-surat Bung Karno di Endeh itu berisi kerisauan beliau terhadap kiai-kiai yang dari hari ke hari ngomongnya begitu-begitu saja. Sampai Bung Karno mengatakan, ”Jikalau kiai-kiai mmbawakan agamanya itu secara moderat, tidak secara kolot, maka dakwah Islam akan jauh lebih berhasil.” Bung Karno mengambil contoh ada orang-orang barat yang masuk Islam. Ketika itu, Bung Karno bertanya kenapa Anda masuk Islam? Dijawab oleh orang itu, ”Karena saya membaca buku-buku Islam.” Jadi, bukan karena mendengarkan kiai-kiai dengan sorbannya.
Bagaimana sikap dari kelompok Islam terhadap Bung Karno di era tahun 1950-an?
Sebetulnya kalau di tahun 1950-an itu karena Bung Karno pemikirannya berat kepada nasionalisme dan dia kemudian mendirikan PNI. Walaupun demikian, dalam pikiran Bung Karno yang dinamakan massa itu adalah sebagian besar umat Islam. Tapi orang menganggap Bung Karno sebagai kelompok nasionalis. Sebetulnya banyak yang belum tahu pikiran-pikiran Bung Karno. Karena Bung Karno banyak menulis tentang Islam itu baru sekitar tahun 1936. Tetapi tahun 1926 sudah ada tulisan tentang Islam dari Bung Karno. Bung Karno itu memperhatikan aspirasi dari umat Islam. Sebagai presiden yang mayoritas rakyatnya beragama Islam, Bung Karno harus membekali diri dengan pengetahuan Islam. Bahkan pernah pada suatu acara di tahun 1950-an Bung Karno melontarkan kelaimat jadikanlah mesjid itu sebagai center of live. Jadi, kata Bung Karno, masjid jangan dijadikan tempat salat saja, tapi jadi tempat umat Islam belajar dan mempelajari ilmu pengetahuan.
Rusman
Wawancara berlangsung di kediaman Pak De dikawasan Jakarta Selatan dan terpublikasi di Tabloid DeTAK No. 143 Tahun ke 3, 13-19 Juni 2001
Alm. Dahlan Ranuwihardjo
Sesepuh HMI dan Pengagum Bung Karno
Sejauhmana pemahaman Bung Karno terhadap Islam?
Saya melihat Bung Karno seorang insan paripurna. Artinya, Bung Karno itu seorang pejuang, seorang pemikir, seorang ideologi, seorang filosof, seorang negarawan, seorang budayawan, seorang nasionalis, seorang internasionalis, seorang humanis dan kemudian juga seorang kepala keluarga yang baik. Mengenai kapasitas Bung Karno sebagai pemikir, selama ini yang tertonjol, Bung Karno sebagai pemikir marhaenisme. Padahal, Bung Karno juga sebagai pemikir Islam. Kalau dibandingkan dengan pemikir-pemikir Islam lain di Indonesia ketika itu, pemahaman Bung Karno jauh lebih banyak, ketimbang misalnya Natsir dan Alimin. Dan Bung Karno memikirkan Islam bukan belakangan karena mendapat petunjuk-petunjuk dari ustad Hasan.
Bisa dijelaskan hubungan Ustad Hasan dengan Bung Karno?
Dalam tulisan Bung Karno tahun 1926 berjudul Nasionalisme, Islam, Marxisme dan bagian tentang Islam itu menunjukkan Bung Karno sudah mempelajari Islam dari aspek kemasyarakatan dan kenegaraan dari Islam. Ketika Bung Karno di Endehada 12 surat dari Bung Karno yang dikirimkan kepada Ustad Hasan. Sebetulnya Isinya adalah curahan hati tingkat intelektual yang tinggi dari Bung Karno kepada Ustad Hasan. Bukan ustad Hasan mengajari Bung Karno. Selama ini orang memandang Bung Karno belajar dari ustad Hasan. Selama di tempat pembuangan itu Bung Karno ingin menyampaikan pemikiran tentang Islam kepada ustad Hasan.
Apa segi menarik Islamnya ustad Hasan bagi Bung Karno?
Bagi Bung Karno, ajaran-jaran ustad Hasan menjrurus ke pemurnian ekonomi Islam. Saat itu Bung Karno sangat tertarik. Sebab, Bung Karno itu risau, sedih, prihatin melihat penghidupan orang-orang Islam di Indonesia. Mungkin Bung Karno ingin tahu apa Islam itu anti-kolonialisme dan anti-imperialisme. Dia yakin kalu Islam itu anti-imperialisme. Karena, ada kalimat dari Bung Karno yang menyatakan Islam sejati tidak mengenal sikap anti-nasionalis sebagai sumber spirit menentang kolonialis. Kemudian meliat sosialisme sebagai sumber spirit menentang kapitalisme. Dan dia melihat bahwa Islam itu adalah pro-nasionalisme dan pro-sosialisme.
Kongritnya apa aplikasi Bung Karno tentang Islam yang diterapkan dalam kenegaraan?
Sebenarnya ajaran nasionalisme itu muncul tahun 1927. Dia tahu dimasyarakat ini ada dua aliran nasionalis dan aliran Islam. Sejak semula Bung Karno tidak pernah mengedepankan nasionalisme saja. Selalu Bung Karno mengedepankan nasionalisme yang berkemanusiaan, yang demokratis dan yang berkeadilan sosial. Keempat itu dirangkum dalam sosionasionalisme, sosiodemokrasi. Disingkat lagi menjadi sosio-nasio-demokrasi. Kualitas begini dari nasionalisme dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Sebab, masyarakat Indonesia itu korban dari nasionalisme Barat. Jadi tidak mungkin meniru nasionalisme Barat. Kelanjutannya, Bung Karno itu seorang yang memahami marxisme. Jadi beliau itu dikatakan marxis dalam arti memahami marxis. Tapi Bung Karno bukan penganut marxisme.
Apakah didalam diri Bung Karno terjadi benturan pemikiran ketika ia mempelajari Islam dan Marxisme?
Menurut saya ada. Sebab, akhirnya Bung Karno beberapa kali mengatakan salah satu ajaran marxisme adalah materialsme. Bung Karno mengatakan saya menerima secara filosofi marxisme, tapi bukan penganut marxisme. Ajaran marxisme hanya dipakai oleh Bung Karno sebagai pisau analisis atau analisis sejarah.
Tapi, kenyataannya ada kalangan tertentu yang menganggap Bung Karno marxis?
Itu tidak betul juga. Karena orang harus memperhatikan Bung Karno itu pernah mondok selama lima tahun di rumahnya Pak Cokroaminoto. Kalu tidak salah sejak Bung Karno umur 13 atau 14 tahun. Di situ pendidikan agamanya dimulai. Bung Karno juga waktu kecil ikut mengaji dan salat. Cuma, kata Pak Anwar yang sempat cerita pada saya, memang kadang-kadang Bung Karno malas. Tapi itu bisa dipahami karena usianya masih berjiwa muda. Memang ketika itu Bung Karno sedang asyik-asyiknya membaca buku.
Sejauhmana pemahaman Bung Karno tentang Islam, terutama diaplikasikan dalam tugas kenegaraan dan sebagi pemimpin?
Yah, kalu kita lihat surat-surat Bung Karno di Endeh, Bung Karno melihat umat Islam ini masih dijamuri oleh kekolotan. Artinya, Bung Karno sangat kritis terhadap sikap umat Islam yang meninggi-ninggikan derajat sayid-sayid lbi tinggi dari umat Islam lainnya. Bung Karno mengatakan bahwa tidak ada agama yang lebih menyukai persamaan daripada Islam. Surat-surat Bung Karno di Endeh itu berisi kerisauan beliau terhadap kiai-kiai yang dari hari ke hari ngomongnya begitu-begitu saja. Sampai Bung Karno mengatakan, ”Jikalau kiai-kiai mmbawakan agamanya itu secara moderat, tidak secara kolot, maka dakwah Islam akan jauh lebih berhasil.” Bung Karno mengambil contoh ada orang-orang barat yang masuk Islam. Ketika itu, Bung Karno bertanya kenapa Anda masuk Islam? Dijawab oleh orang itu, ”Karena saya membaca buku-buku Islam.” Jadi, bukan karena mendengarkan kiai-kiai dengan sorbannya.
Bagaimana sikap dari kelompok Islam terhadap Bung Karno di era tahun 1950-an?
Sebetulnya kalau di tahun 1950-an itu karena Bung Karno pemikirannya berat kepada nasionalisme dan dia kemudian mendirikan PNI. Walaupun demikian, dalam pikiran Bung Karno yang dinamakan massa itu adalah sebagian besar umat Islam. Tapi orang menganggap Bung Karno sebagai kelompok nasionalis. Sebetulnya banyak yang belum tahu pikiran-pikiran Bung Karno. Karena Bung Karno banyak menulis tentang Islam itu baru sekitar tahun 1936. Tetapi tahun 1926 sudah ada tulisan tentang Islam dari Bung Karno. Bung Karno itu memperhatikan aspirasi dari umat Islam. Sebagai presiden yang mayoritas rakyatnya beragama Islam, Bung Karno harus membekali diri dengan pengetahuan Islam. Bahkan pernah pada suatu acara di tahun 1950-an Bung Karno melontarkan kelaimat jadikanlah mesjid itu sebagai center of live. Jadi, kata Bung Karno, masjid jangan dijadikan tempat salat saja, tapi jadi tempat umat Islam belajar dan mempelajari ilmu pengetahuan.
Rusman
Wawancara berlangsung di kediaman Pak De dikawasan Jakarta Selatan dan terpublikasi di Tabloid DeTAK No. 143 Tahun ke 3, 13-19 Juni 2001
Rabu, 15 Oktober 2008
Kualitas Mengalahkan Segalanya

Terpilihnya Aris sebagai Indonesia Idol 2008 cukup mengharukan sekaligus membanggakan para pencinta musik di tanah air. Bayangkan seorang pengamen jalanan memiliki vocal suara yang terbilang sangat apik. Kekhasan vokalnya membuat seorang Titik DJ, ketika audisi Indonesia Idol berlangsung, begitu terharu mendegar vokal seorang pengamen jalanan ini. Begitu juga Anang dan Indra Lesmana, tak henti-hentinya mengelek-gelekkan kepalanya mendengar vokal Aris.
Terpilihnya Aris sebagai Indonesia Idol 2008 menandakan bahwa kualitas mengalahkan segalanya. Setidaknya kemenangan Aris juga merupakan kemenangan untuk para pemilihnya.
Banyak kalangan diawal-awal pelaksanaan Indonesia Idol 2008, memprediksikan bahwa Aris akan terpilih sebagai Indonesia Idol 2008. Disetiap tayangan aura kemenangan itu begitu kuat. Dan ini menjadi kenyataan yang patut dibanggakan oleh semua orang, bukan hanya oleh para komunitas pengamen jalanan ataupun keluarganya.
Selamat untuk Aris. Kualitas vokal jalanan rupanya patut diacungkan dua jempol. Anda mengangkat derajat para pengamen jalanan di tanah air. Selamat teruslah ”mengamen” sampai Anda puas. Bravo Aris!
Langganan:
Komentar (Atom)