Selasa, 01 Maret 2011

Menilik Potensi Tuna Indonesia

Oleh Taufik Ridwan
Perairan Indonesia yang terletak di "The Coral Triangle", perairan yang membentang dari Laut Andaman (Nanggroe Aceh Darussalam) hingga Laut Aru dan Perairan Papua (Samudera Pasifik), adalah salah satu wilayah penghasil ikan terbesar di dunia.

Organisasi pecinta lingkungan dan binatang, "World Wide Fund" (WWF) mencatat panjang lurus wilayah dari Sabang (Aceh) sampai Merauke (Papua) mencapai 5.300 kilometer dengan luas perairan 3,1 juta kilometer persegi dan panjang garis pantai sekitar 81.000 kilometer.

Salah satu potensi ikan laut yang menjadi andalan di Indonesia, yakni Tuna (thynnos) yang hidup di laut dalam khususnya di Perairan Indonesia bagian Timur meliputi Laut Makassar, Laut Banda, Laut Maluku, Laut Sulawesi, Laut Arafuru dan Laut Papua.

Ketua Komisi Tuna Indonesia, Purwito Martosubroto di Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (25/2), mengatakan potensi produksi tuna di Indonesia hampir mencapai 1,2 juta ton per tahunnya dan nilai ekspor lebih dari 3,5 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2009.

"Memang Indonesia menjadi salah satu kekuatan produsen ikan tuna terbesar di dunia dengan nilai produksi yang menunjukkan peningkatan setiap tahunnya," kata Purwito.

Ahli kelautan itu, menyebutkan produksi tuna di Indonesia pada tahun 2005 dan 2006 sekitar 900.000 ton, memasuki 2007 hingga 2009 terjadi lonjakan kenaikan dengan rata-rata mencapai 1,1 juta ton per tahunnya.

Indonesia juga memperlihatkan potensi ekspor tuna yang menjanjikan pada tahun 2005 dengan menembus angka 2,5 miliar Dolar AS, 2006 (2,6 miliar Dolar AS), 2007 (3,1 miliar Dolar AS), 2008 (3,4 miliar Dolar AS) dan 2009 (3,6 miliar Dolar AS).

Potensi perikanan di Indonesia terdiri dari 11 Wilayah Potensi Perikanan (WPP), yakni Luat Andaman (Selat Malaka), Laut Sumatera bagian Barat, Laut Jawa bagian Selatan, Laut Jawa, Selat Karimata, Selat Makassar, Laut Banda, Laut Halmahera, Laut Sulawesi, Laut Papua dan Laut Aru.

Sedangkan potensi tuna tersebar pada lokasi perairan Indonesia bagian Timur yang terbagi dua WPP, yakni Laut Halmahera dan Laut Banda.

Purwito mengatakan faktor penyebab Indonesia bagian Timur memiliki kekuatan potensi tuna yang tinggi karena adanya pertemuan arus di sekitar Samudera Pasifik sehingga aliran dan sanitasi air besar.

"Saluran air dan sanitasi yang tinggi menjadi tempat perkembangbiakan ikan tuna," ujar Purwito.

Meskipun perairan Indonesia bagian Timur menjadi tempat berkembang biak tuna, namun Purwito menegaskan Indonesia tidak bisa mengklaim tuna merupakan ikan yang berasal Indonesia karena ikan laut itu, hidup secara migrasi (pindah-pindah) di sekitar Samudera Pasifik dan Laut China Selatan yang meliputi negara Malaysia, Thailand, Filipina, Timor Leste dan Papua Nugini.

Selain diuntungkan faktor alam, peningkatan produksi ikan dan nilai ekspor tuna dipengaruhi semakin banyaknya jumlah kapal penangkap ikan dalam maupun luar negeri yang beroperasi di perairan Indonesia.

Data Kementerian Perikanan dan Kelautan menunjukkan jumlah perusahaan perikanan tangkap domestik pada 2010 mencapai 2.741 dengan jumlah kapal tangkap mencapai 5.417 armada.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung, Hengkie R.F. Wowor menyebutkan pihaknya mendukung upaya pemerintah Indonesia guna meningkatkan produksi tuna yang menjadi salah satu andalan komoditi perikanan domestik.

"Kota Bitung mentargetkan sebagai penghasil tuna terbesar di Indonesia pada 2016," ujar Hengkie seraya menambahkan mayoritas potensi ikan terbanyak di Bitung sejenis cakalang, tuna dan layang.

Kota Bitung yang menjadi salah satu pusat penghasil komoditi perikanan di Indonesia, mengandalkan penangkapan ikan di perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Halmahera, Teluk Berau, Laut Sulawesidan Laut Halmahera bagian Utara dengan memiliki luas laut sekitar 714 kilometer persegi, garis pantai sepanjang 143,2 kilometer, serta 13 pulau besar maupun kecil.

Hengkie menyebutkan potensi kelestarian sumber daya ikan Kota Bitung mencapai 1.884.900 ton per tahun dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) sebanyak 1.491.000 ton per tahun, sedangkan produksi ikan pada tahun 2008 sekitar 142.435 ton, 2009 (145.129 ton), serta 2010 (147.091 ton).

Pemerintah Kota Bitung mencatat realisasi ekspor perikanan sekitar 37.633,86 ton dengan senilai 88,5 juta Dolar AS, 26.634.23 ton/82,1 juta Dolar AS (2009) dan 28.451,20 ton/66,2 juta Dolar AS dengan sasaran tujuan ekspor, yakni Jepang, AS dan negara Timur Tengah.

Kendala

Pelaku bisnis perikanan maupun pemerintah pusat hingga daerah mengaku menemukan sejumlah kendala dan tantangan untuk meningkatkan produksi dan kegiatan ekspor ikan laut di Indonesia.

Purwito menyebutkan persoalan yang dihadapi untuk meningkatkan produksi ikan, antara lain sarana dan prasarana jalan belum memadai termasuk infrastruktur pelabuhan dan pusat pendaratan ikan, sumber daya listrik dan bahan bakar minyak yang terbatas, fasilitas transport darat, udara, serta laut tidak menunjang sehingga biaya transport tinggi, adanya kegiatan penangkapan ikan ilegal dan penjualan ikan antarkapal dan pengelolaan perikanan belum mapan, seperti pendataan (logbook) dan pengendalaian penangkapan.

Sedangkan Pemerintah Kota Bitung menganalisa persoalan yang dihadapi untuk meningkatkan potensi perikanan, yaitu regulasi penjualan ikan termasuk kelengkapan dokumen, penurunan produktivitas, keterbatasan alat tangkap dan modal usaha, minim kelembagaan/organisasi nelayan, serta degradasi sumber daya ikan.

Purwito menyebutkan solusi mengatasi kendala itu harus ada kerjasama antara pemerintah dengan pelaku usaha perikanan sebagai mitra kerja yang sinergis, jalinan antarpemerintah daerah di kawasan Indonesia Timur dengan tujuan mengoptimalkan sumber daya ikan, pemerintah pusat perlu membangun infrastruktur produksi perikanan tuna.

Selain itu, pemerintah pusat juga harus menyediakan insentif bagi pengusaha yang ingin membangun perikanan tuna di Indonesia Timur, serta upaya pengendalian produksi mulai dari perbaikan database penangkapan (logbook) dan pengawasan.

Hengkie menambahkan upaya untuk mengatasi permasalahan peningkatan kegiatan produksi ikan dapat melalui penegakan aturan, selektivitas alat tangkap, modifikasi armada penangkapan ikan, pendalaman metode penangkapan ikan yang tepat, revitalisasi dan efisiensi penangkapan ikan, pembatasan kapasitas penangkapan, sertifikasi awak kapal perikanan sesuai dengan aturan, optimalisasi fungsi prasarana perikanan tangkap dan penguatan kelembagaan (koperasi) khusus pengusaha ikan maupun nelayan.

Berkelanjutan

Sementara itu, aktivis WWF Indonesia, Ahmad Hafidz Adyas menegaskan persoalan bisnis perikanan tidak hanya berkaitan dengan upaya peningkatan produksi saja, namun pemerintah maupun pelaku usaha harus mengidentifikasi kelanjutan dari populasi jenis ikan yang ditangkap.

"Kita harus mewujudkan bisnis perikanan yang berkelanjutan dan bertanggungjawab dengan menjaga persediaan populasi jenis ikan yang ditangkap," kata aktivis lingkungan itu.

Hafidz menekankan agar pemerintah maupun pengusaha memperhatikan jenis ikan yang dibisniskan agar tidak punah keberadaannya dengan cara menyeleksi kualitas dan kuantitas hasil tangkapan.

Hafidz mengatakan pemerintah harus menegakkan segala aturan terhadap pelaku bisnis yang memperdagangkan ikan yang nyaris punah, termasuk mengawasi cara dan penggunaan alat tangkap yang merusak jaringan makan ikan.

WWF sebagai organisasi dunia yang peduli terhadap lingkungan dan binatang, berupaya mengembangkan cara agar kegiatan produksi ikan tidak berdampak terhadap kepunahan populasi maupun habitat ikan.

Salah satu solusi menghindari kepunahan populasi tuna dengan cara inovasi kail tangkapan ikan berbentuk "circlehook" (c-hook) sehingga nelayan tidak menggunakan kail "J-hook" pada alat tangkap dengan tujuan agar lebih selektif menangkap ikan.

"Penggunaan C-hook untuk menghindari tangkapan ikan yang masih kecil," ujar Hafidz.

Kail C-hook juga dapat menghindari hewan yang bukan menjadi sasaran tangkapan (by-catch), seperti penyu, paus, hiu, burung, dan jenis ikan yang dilindungi agar tidak terjadi kepunahan.

WWF telah melakukan penelitian penggunaan kail C-hook pada alat tangkap konvensional menggunakan tangan (handline) sejak tahun 2006 dengan hasil dengan kualitas maupun kuantitas tangkapan yang lebih optimal dibanding kail J-hook pada alat tangkap rawai atau tali panjang menggunakan pelampung (longline).

Sumber: ANTARA

Waspadai Leptopirosis Pada Musim Hujan

Oleh Nusarina Yuliastuti
Musim hujan selain membawa dampak banjir dan longsor juga meningkatkan potensi penyebaran sejumlah penyakit seperti leptospirosis.

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia sehingga penyakit itu masuk kategori zoonosis. Bakteri leptospira dapat hidup di air tawar selama lebih kurang satu bulan. Tetapi dalam air laut, selokan dan air kemih yang tidak diencerkan bakteri itu akan cepat mati.

Sebenarnya bukan penyakit musiman, tetapi pada musim hujan penyakit leptospirosis lebih mudah menyebar karena banyak genangan air atau tanah becek yang mungkin telah tercemar oleh urine tikus atau hewan lain pembawa penyakit itu.

Meskipun penyakit ini mudah diobati jika terdiagnosa pada stadium dini, penyakit juga dapat mengakibatkan kematian, sehingga perlu diwaspadai.

Serangan leptospirosis terjadi di seluruh dunia, tetapi lebih sering dijumpai di wilayah tropis. Meski demikian sekitar 100-200 kasus leptospirosis dilaporkan terjadi di Amerika Serikat setiap tahun, dengan 50 persen di antaranya terjadi di Hawai.

Pada 2009, topan yang melanda Filipina menyebabkan serangan leptospirosis merebak. Departemen Kesehatan Filipina melaporkan terjadi 1.887 kasus leptospirosis, yang mengakibatkan 138 orang meninggal dunia.

Banjir besar di Jakarta pada 2002 juga mengakibatkan 113 orang terserang leptospirosis, dan 20 orang di antaranya meninggal dunia.

Di Kota Yogyakarta, penyakit leptospirosis telah merenggut dua nyawa selama dua bulan pertama 2011, satu orang meninggal pada Januari dan satu orang lagi pada Februari.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kota Yogyakarta dr Fita Yulia, untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terus melakukan sosialisasi dan peningkatan pengetahun bagi tenaga medis di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

"Hindari kontak langsung dengan tikus. Biasakan hidup sehat dan jika mengalami gejala yang mengindikasikan terserang penyakit itu, segera ke dokter," katanya.

Penyakit leptosiprosis ditularkan oleh hewan seperti tikus, babi, kambing, domba, kuda, anjing, kucing, serangga, burung, kelelawar, tupai dan landak. Sedangkan penularan langsung dari manusia ke manusia jarang terjadi.

Manusia terinfeksi bakteri leptospira melalui kontak dengan air, tanah, atau tanaman yang dikotori oleh air seni hewan yang menderita leptospirosis. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet atau makanan yang terkontaminasi oleh urine hewan terinfeksi leptospira. Masa inkubasi penyakit ini adalah 4 - 19 hari.

Pada awalnya gejala serangan penyakit ini mirip dengan penyakit lain seperti influenza atau demam berdarah dengue, yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah dan mata merah, sehingga menyulitkan diagnosa. Kadang ada penderita yang terserang penyakit leptospirosis tanpa menunjukkan gejala tersebut.

Pada stadium lanjut, penyakit itu dapat menyebabkan gagal ginjal, sakit kuning, gagal jantung, sesak nafas, meningitis, dan perdarahan di paru-paru.

Penyakit ini juga dapat menunjukkan gejala mirip kelelahan selama berbulan-bulan, sering sakit kepala, atau bengkak mata menahun.

Jika terserang penyakit ini, dokter akan memberikan antibiotika mengingat bakteri leptospira mudah mati dengan antibiotika seperti penisilin, amoksilin, streptomisin, tetrasiklin, atau eritomisin. Pengobatan dengan antibiotika akan efektif jika dilakukan pada stadium dini.

Mengingat serangan penyakit ini dapat berakibat fatal, apalagi bila terjadi komplikasi, akan lebih baik jika melakukan upaya pencegahan.

Untuk menghindari penularan penyakit ini, biasakan berperilaku hidup sehat dan bersih, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, mencuci tangan, kaki serta bagian tubuh lain dengan sabun setelah bekerja seperti di sawah, kebun, sampah, tanah, selokan atau tempat tercemar lain.

Menggunakan alas kaki yang memadai serta sarung tangan saat berkebuh, membersihkan tempat air dan kolam renang secara rutin, menghindari tikus di dalam rumah/gedung, menyemprotkan desinfektan ke tempat yang tercemar tikus, dan meningkatkan penangkapan tikus.

Selain itu, jika mengalami luka atau lecet, tutuplah dengan pembalut kedap air. Pakai sarung tangan jika menangani binatang kemudian segera mandi setelah selesai, dan jika memelihara binatang, ikuti anjuran dokter hewan saat memerikan vaksin pada hewan tersebut. Sumber: Antara

Minggu, 28 November 2010

Awas Bromo: Asap Terus Menyembur, Radius 3 km Aman

Politikindonesia - Pengamatan visual aktivitas Gunung Bromo, Jawa Timur menunjukkan, sampai Sabtu (27/11) pukul 20.00 WIB asap kelabu hitam masih menyembur secara terus menerus dari kawah Bromo. Meski begitu, radius 3 kilometer dari kawah masih dinyatakan aman.

Demikian laporan yang diterima politikindonesia.com, dari Anwar, Rusman dan Rieke, Tim Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana yang memantau disekitar kawasan Bromo. Selain itu, asap yang bercampur debu vulkanik membubung hingga ketinggian 600 hingga 700 meter. Asap tersebut meluncur ke arah Barat dan Barat Daya, kabupaten Malang.

Sementara kegempaan yang terjadi, dari pukul 12.00 - 18.00 WIB ada 11 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo maksimum 20-40 mm dengan durasi 10-15 detik. Untuk tremor terus menerus dengan a,plitudo 7-26 mm.

Terhitung tanggal 13-27 November, pengukuran deformasi tiltmeter, komponen radial menunjukkan masih terjadi penggelembungan tubuh Gunung Bromo sebesar 12 mikroradian.

Letusan kecil akibat aktivitas Gunung Bromo terus terjadi hingga malam ini. Namun, letusan yang memicu keluarnya abu vulkanik halus itu dinilai belum membahayakan.

Sementara petugas pemantau di Pos Pantau Gunung Bromo, Desa Ngadisari, Sukapura, Probolinggo, Achmad Subhan mengatakan, radius 3 kilometer dari kawah Bromo, masih aman.

Dijelaskan Achmad, letusan Bromo terus terjadi sejak pagi tadi pukul 05.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Akibat letusan itu, abu vulkanik halus yang diluncurkan bergerak ke arah barat dan barat daya ke Kabupaten Malang dan Pasuruan. Sementara itu, gempa tremor juga masih terus terjadi.

Camat Poncokusumo, Dwi Ilham mengatakan, sejauh ini abu vulkanik akibat letusan kecil Gunung Bromo belum berdampak pada aktivitas warga di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Di desa yang hanya berjarak sekitar delapan kilometer dari Gunung Bromo itu juga belum terlihat adanya abu vulkanik. Desa Ngadas adalah wilayah yang paling dekat dengan Gunung Bromo.
(aan/yk)

Rabu, 24 November 2010

Taman Nasional Kerinci Sebelat

Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) adalah Kawasan pelestarian alam yang kaya akan keanekaragaman hayati dan fenomena alam yang khas. Di dalam kawasan ini mempunyai ciri keindahan alam yang dapat dikembangakan sebagai tempat wisata, penelitian dan ilmu pengetahuan lainnya.

TNSK merupakan Asset Nasional dan bahkan International yang memiliki nilai sangat strategis untuk kelangsungan pelestarian keaneka ragaman hayati. TNKS mempunyai luas 1.484.650 ha dan mempunyai 4000 macam flora, 37 jenis mamalia,139 jenis burung, 10 jenis reptil, 6 jenis amphibi, 6 jenis primata. Disamping itu juga terdapat hewan aneh yang disebut oleh penduduk Orang Pendek

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)

Kawasan Taman nasional Kerinci Seblat mempunyai luas areal 1.484.650 Ha, terbentang di 4 wilayah propinsi yaitu : Sumatra Barat, Sumatra Selatan, bengkulu dan Jambi. 40% dari kawasan TNKS berada di wilayah Propinsi jambi, Kabupaten kerinci dan Kabupaten Sarko. Sedangakan pusat kawasan TNKS terletak di Kabupaten Kerinci.

Daerah Tk. II Kerinci dengan ibukotanya Sungai penuh terletak pada bagian barat Propinsi Jambi dengan Jarak + 491 km dari kota Jambi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat. Daerah ini merupakan dataran tinggi yang terletak padav ketinggian 600-3.500 meter DPL. pada kawasan ini terdapat gunung yang tertinggi di Pulau Sumatra yang bernama Gunung Kerinci serta danau Gunung Tujuh yang merupakan Danau Air tawar tertinggi di Asia tenggara. Jenis flora yang ada dikawasan tersebut + 4.000 macam dan didominasi oleh famili Dipterocar, Leguminase, Lauracere dan Ericarare.

Jenis fauna yang terdapat dikawasan TNKS terdiir dari 30 jenis mamlia, 139 jenis burung, 10 jenis reftil, 6 jenis amphibi dan 6 jenis primata. Sedangkan satwa langka yang terdapat dikawasan tersebut adalah Badak, Gajah, Tapir, Harimau Sumatra, macan Akar, Siamang, Ungko dan simpai.

Menurut penduduk, dalam kawasan TNKS terdapat mahluk hidip yang sampai sekarang masih menjadi misteri, apkah tergolong hewan atau manusia. Karena menurut penduduk setempat mahluk tersebut diberi nama Orang Pendek. Dan Sigung sebagai penguasa Hutan mempunyai ciri pemalu, berjalan dengan tumit menghadap kedepan tidak berekor dan berbadan kekar.

TNKS sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi dan dimanpaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan ,pendidikan, menunjang kebudayaan, rekreasi dan pariwisata. Sedangkan fungsinya adalah sebagai perbandingan sistem penyangga kehidupan, pengawasan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, serta pemanpaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Pada saat ini kantor TNKS di sungai penuh hanya dapat dicapai melalui jalan darat dari Padang, Jambi Bengkulu dan palembang. Dari kota-kota tersebut Sungai penuh dapat dicapai lewat jalan utama sebagai berikut:

* Dari Padanag terdapat dua jalan alternatif yaitu menyusuri pantai barat sampai kedaerah Bukit Tapan, kemudian menuju ketimir melalui jalan umum didalam kawasan menuju Sungai Penuh, dari arah barat yang dapat ditempuh selama 7 - 8 jam. Alternatif kedua jalan Alahan Panjang - Muara Labuh Memintas kawasan pada daerah letter W diselatan Lubuk Gadang dan memasuki lembah Kerinci dari utara yang dapat ditempuh selama 6 - 7 jam.
* Dari jambi hanya ada satu jalan alternatif yaitu melalui Muara Bulian, Sarolangun bangko dan menyusuri jalan di lereng-lereng bukit sampai Muara Empat dan memasuk9I lembah Kerinci dari arah Timur. Jalur ini dapat ditempuh selama 8 - 9 jam.
* Dari bengkulu terdapat dua jalan alternatif yaitu melalui jalan Pantai Barat menuju Muko-muko dan Bukit tapan, kemudian memasuki lembah Kerinci dari arah barat yang dapat ditempuh selama 9 - 10 jam. Jalan lainnya adalah kearah timur melalui Lubuk Linggau dan jaln lintas Sumatra bangko, kemudian memasuki lembah Kerinci lewat Muara Imat. Jalan alternatyif ini dapat ditempuh selama 11 - 12 jam

Dari Palembang terdapat dua jalan alternatif. Alternatif pertama adalah melalui Lubuk Linggau kemudian Sarolangun Bangko yang dapat ditempuh selama 12 - 13 jam. Alternatif kedua adalah melalui jalan Palembang - Jambi kemudian lansung ke Muara Bulian melalui Tempino selanjutnya menuju Sarolangun Bangko yang dapat ditempuh selama 11 - 12 jam.

Dibeberapa lokais, perbatasan kawasan dapat dicapai melalui jalan dengan kondisi beragam bahkan seringkali melintasi sungai yang hanya dapat dilalui dengan kendaraan bergardan ganda atau sepeda motor. Beberapa jalan tersebut adalah:

* Curup -Muara Aman-Kelenong, dapat ditempuh selama 3 jam.
* Di Lubuk Linggau melalui beberapa jalan kecil menuju kawasan dapat ditempuh selama 10 - 15 menit.
* Sarolangun - Pulau Kidak dengan kendaraan selama 1 jam dan selanjutnya dengan perahu Ke Napal Licin yang dapat ditempuh selama 2 - 3 jam.
* Jalan Bangko-Dusun Tuo-Muara Manderas-Sungai Lalang dapat ditempuh dengan kendaraan umum selama 3 jam.

Jumat, 05 November 2010

Tips Keluarga Bahagia

Sumber: www.AnneAhira.com

Keluarga kaya, banyak. Keluarga terpandang, juga banyak. Belum lagi keluarga-keluarga lainnya yang dilabeli harmonis, berpendidikan, dan berencana. Namun, berapa banyakkah keluarga yang bahagia?


Sepertinya, kian hari keluarga bahagia makin sedikit. Kok bisa?


Banyak kasus pembunuhan, pertengkaran, dan persidangan yang melibatkan keluarga sendiri terjadi di sekitar kita. Anak membunuh ibu, ibu membunuh anak-anaknya, suami membakar istrinya, istri memutilasi suaminya, dan sebagainya.


Dunia ini terasa kacau dan tidak indah lagi dilihat. Bahkan, mungkin jadi tidak indah lagi untuk ditempati sehingga banyak orang memutuskan mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Naudzubillahi min dzaalik.


Saat ditanyakan penyebab semua kekacauan itu, muncullah pasal-pasal yang tidak bisa diterima nalar. Hanya gara-gara menangis terus, sang ayah tega membanting buah hatinya yang masih batita. Hanya gara-gara uang seribu rupiah, tukang parkir rela menghabisi temannya sesama tukang parkir. Gejala apakah ini?


Kalau kita telusuri, semuanya berawal dari rumah, dari keluarga, entah itu keluarga kaya atau keluarga miskin. Yang jelas, mereka tidak merasakan kebahagiaan di dalam keluarga.


Tidak ada senyum di tengah-tengah kebersamaan mereka. Tidak ada kehangatan yang menyelimuti kekakuan hubungan di antara mereka. Ke manakah mereka harus mencari kebahagiaan itu? Seperti apakah gambaran kebahagiaan yang seharusnya mereka rasakan bersama keluarga?


Siapa pun berhak bahagia. Seorang ibu berhak bahagia, demikian juga seorang bapak. Keduanya jadi sumber kebahagiaan anak-anak mereka. Kebahagiaan dimulai dari dalam rumah, dari keluarga. Lalu, seperti apakah keluarga bahagia itu?


Berikut ini dapat dikatakan sebagai tips keluarga bahagia.


Keluarga Bahagia, Keluarga Ahli Syukur


Hanya Allah-lah sumber kebaikan dan kebahagiaan. Maka, pujilah Dia dengan penuh rasa syukur atas kebaikan yang kita terima. Sesungguhnya, Allah tidak memerlukan pujian dari kita karena dengan dzat-Nya Dia Maha Terpuji. Jika kita bersyukur, itu hanya untuk kebaikan kita sendiri.


Manusia telah dianugerahi pendengaran, pelihatan, dan hati. Sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang bersyukur. Bersyukur di sini adalah mengoptimalkan anugerah yang telah diterima sehingga dengan potensi yang ada setiap orang memiliki modal sama untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak.


Jika yang terjadi adalah sebaliknya, berarti kita belum menjadi ahli syukur.


Keluarga Bahagia, Keluarga Ahli Sabar


Orang yang bahagia adalah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang senantiasa bersabar ketika dihadapkan pada ujian dan cobaan. Sesungguhnya, bersabar itu tidak ada batasnya. Hanya manusia sendiri yang membatasi kemampuannya untuk bersabar.


Bersabar memang bukan pekerjaan mudah, namun hal itu tidak mustahil untuk dilakukan.


Keluarga Bahagia, Keluarga Qanaah


Qanaah artinya merasa cukup dan merasa puas atas segala yang sudah didapatkan. Seseorang yang memiliki sifat ini akan selalu merasa cukup, tidak kekurangan. Namun, tidak berarti ia termasuk orang yang tidak memiliki mimpi, cita-cita, dan semangat untuk meraih sesuatu yang baru. Bukan itu.


Ia sama halnya dengan orang kebanyakan, memiliki sesuatu yang ingin dicapai. Namun, ia memilikikelebihan dalam hal menerima apa yang sudah ia dapatkan. Dengan demikian, insya Allah ia akan terhindar dari ambisi mengambil sesuatu yang bukan haknya.


Keluarga Bahagia, Keluarga Ahli Taat


Sesungguhnya, kebahagiaan yang paling bahagia adalah panjang umur dalam ketaatan kepada Allah. Oleh sebab itu, biasakanlah kita berdoa agar dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang selalu ada dalam ketaatan kepada Allah.


Keluarga yang senantiasa menjalankan irama kehidupannya dalam ketaatan kepada Allah insya Allah ia akan senantiasa mendapatkan pertolongan Allah untuk semua ujian yang dihadapinya.


Keluarga Bahagia, Keluarga Ahli Nasihat-Menasihati


Orang yang ingin selalu mendapatkan keberuntungan dalam keluarganya akan sangat berjuang untuk memegang teguh keimanannya, melakukan kebaikan-kebaikan, dan saling menasihati dalam kebaikan dengan penuh kesabaran.


Memberikan nasihat tidak hanya berlaku bagi seorang suami kepada istri, orang tua kepada anak-anaknya, ataupun orang tua kepada anak muda.


Nasihat bisa dilakukan sebaliknya, dari istri kepada suami, anak-anak kepada orang tua, dan anak muda kepada orang tua. Dalam hal ini, diperlukan kelapangan hati untuk menerima nasihat dari siapa pun jika hal itu benar adanya.


Selain itu, diperlukan ilmu agar nasihat yang disampaikan menjadi berdaya, bukan asal bunyi yang akhirnya dapat menyakiti.


Itulah lima dari beberapa alat ukur kebahagiaan sebuah keluarga. Semoga yang lima ini dapat dijadikan tips keluarga bahagia Anda.


Memulai kehidupan dengan penuh kasih sayang dan bermuara dalam kebahagiaan sejati, bukan kebahagiaan semu yang dapat menipu mata. Selamat menikmati indahnya hidup ini dengan syukur, sabar, qanaah, taat, dan nasihat.

Jumat, 24 September 2010

Menhut: Penegakan Hukum Di Taman Nasional Bukan Untuk Menekan Masyarakat

Jakarta, 24/9 (SIGAP) – Dalam kunjungan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Riau Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyatakan, perambahan hutan hingga kini masih berlangsung di kawasan Taman Nasional tersebut. Dan menurutnya kondisi ini mengancam keberadaan hutan konservasi di provinsi itu.

Berdasarkan hasil kunjungan pada Kamis (23/9) kemarin, tercatat sekitar 30% atau seluas 28.000 hektare lebih dari luas total 83.000 hektare kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo kini berada dalam kondisi yang rusak akibat dirambah, dan sebagian di antaranya beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Saya tadi menemukan kerusakan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo, untuk itu saya meminta bantuan aparat hukum untuk menangkap pelaku perambahan hutan konservasi itu," tegas Zulkifli Hasan, di Kantor Gubernur Riau, di Pekanbaru, Kamis.

Taman Nasional Tesso Nilo yang terletak di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Indragiri Hulu, merupakan salah satu dari 3 kawasan hutan yang ditinjau menhut beserta rombongan menggunakan helikopter dalam kunjungan kerja sehari di Riau.

Dalam kunjungan kerja sehari yang dirangkaikan dengan peluncuran Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Tasik Besar Serkap terhadap kawasan hutan Semenanjung Kampar, menhut juga menjelaskan bahwa penegakan hukum di taman nasional bukan berarti menekan masyarakat.

Pasalnya, menurut menhut, kerusakan yang terjadi di lahan konservasi itu masih terus terjadi dan Kementerian Kehutanan memiliki personel yang terbatas dalam mengawasi area lahan yang masih menjadi habitat Gajah Sumatra dan perlintasan Harimau Sumatra.

Pada acara yang dihadiri Wakapolda Riau beserta unsur Muspida Provinsi Riau itu, menhut juga berharap dukungan semua pihak terutama jajaran Polda Riau bisa mendukung upaya-upaya penegakkan hukum yang dilakukan secara bersama.

"Jadi sekali lagi pak wakapolda, penegakan hukum yang kita lakukan bukan bermaksud menekan masyarakat setempat. Tetapi jika ada satu atau dua orang yang membakar lahan, maka harus ditangkap dan mohon didukung," jelasnya.

Menhut juga berharap Tesso Nilo harus benar-benar dikembalikan ke peruntukkannya yakni menjadi taman nasional sehingga nantinya bisa dikelola menjadi pariwisata unggulan di Provinsi Riau.

Menhut mengharapkan kedepan Tesso Nilo nantinya bisa mendatangkan uang dari mereka yang melakukan wisata alan dan menjadi kebanggaan serta merubah citra Riau yang selama ini dikenal selalu merusak lingkungan.

Kalangan penggiat lingkungan di Riau, menyambut baik pernyataan menhut tersebut karena dewasa isu-isu kerusakan lingkungan di Taman Nasional Tesso Nilo selalu kalah dengan isu-isu lingkungan lain.

"Kita menyambut positif pernyataan menhut yang segera melakukan penegakkan hukum di Tesso Nilo, semoga dapat direalisasikan sehingga kawasan konservasi memang dapat dilindungi dengan sebaik mungkin," ujar Humas WWF Riau, Syamsidar.

Berdasarkan catatan SIGAP, Taman Nasional Tesso Nilo merupakan salah satu kawasan blok hutan tropis dataran rendah yang masih tersisa di Pulau Sumatera, dan merupakan habitat bagi hewan-hewan langka yang dilindungi seperti gajah dan harimau.

Penelitian terakhir menyebutkan di kawasan itu juga terdapat 360 jenis flora yang tergolong dalam 165 marga dan 57 suku, 107 jenis burung, 23 jenis mamalia, tiga jenis primata, 50 jenis ikan, 15 jenis reptilia dan 18 jenis amfibia.

Seperti diketahui bersama kawasan hutan gambut Semenanjung Kampar dan Taman Nasional Tesso Nilo merupakan kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil - Bukit Batu.

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil - Bukit Batu (GSK-BB) merupakan satu dari 7 kawasan suaka alam di Indonesia dengan area seluas 178.722 hektare di Kabupaten Bengkalis dan Siak, provinsi Riau.

GSK-BB merupakan suaka alam pertama di dunia yang diprakarsai oleh kemitraan antara pihak swasta dan publik, dan sudah ditetapkan oleh UNESCO untuk masuk jaringan cagar biosfer dunia sejak 26 Mei 2009.

CG-GSK-BB menjadi khas karena Hutan Rawa Gambut yang tiada duanya di dunia ini, agak berbeda kekhasannya dengan Hutan Gambut Semenanjung Kampar (dengan sedikit rawa). Kekhasan lainnya adalah CG-GSK-BB ini diinisiasi oleh pihak swasta yang bekerja sama dengan pemerintah melalui BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam). (rusman/ant)

Sumber:
http://www.sigapbencana-bansos.info/component/content/article/61-kunjungan/4527-menhut-penegakan-hukum-di-taman-nasional-bukan-untuk-menekan-masyarakat.html

Rabu, 14 Juli 2010

Sikap Iran, Cikal Bakal Munculnya Kekuatan Baru Dalam Mendukung Palestina?

Ketika mendapat kabar garda revolusi Republik Islam Iran siap mengawal kapal bantuan ke Gaza, saya langsung menanggapi berita itu dengan sikap biasa-biasa saja. Mengapa? Karena jelas Iran adalah negara yang sejak awal memiliki komitmen guna mewujudkan Palestina Merdeka.

Jujur saja sejak diserangnya kapal Mavi Marmara, kapal aktivis kemanusiaan untuk Gaza oleh militer Israel, saya pribadi berharap ada kekuatan baru dari beberapa negara menyikapi peristiwa ini (baca: Tragedi Mavi Marmara, Awal Perlawanan Masyarakat “Sipil” Dunia Terhadap Sikap Barbar Israel).

Namun dua pekan peristiwa yang menelan 9 orang korban para aktivis kemanusiaan itu berlalu, sikap dari beberapa negara hanya sebatas mengeluarkan kecaman atas peristiwa berdarah itu. Bila ingin jujur, tanpa perlu mengumpulkan bukti-bukti, jelas apa yang dilakukan militer Israel terhadap kapal kemanusiaan Mavi Marmara dan Rachel Corrie melanggar hukum internasional dan Hak Asasi Manusia.

Sementara itu, simak apa yang dilakukan Dewan keamanan PBB termasuk para anggotanya, hanya sibuk berdebat kusir atas tindakan militer Israel ini. Walaupun kabarnya Dewan PBB akan mengeluarkan resolusi menyikapi kasus berdarah ini. Israel pun tidak tinggal diam, para petinggi-petinggi Zionis Israel melakukan ”pembelaan” dengan menolak usulan PBB untuk melakukan penyelidikan internasional atas penyerbuan tersebut.

Simak apa yang yang dilontarkan Duta besar Israel untuk Amerika Serikat, Michael Oren, seperti dikutip "BBC", dengan tegas mengatakan, negaranya menganut sistem demokrasi yang memiliki kapasitas untuk melakukan penyelidikan sendiri.

Pernyataan Oren ini setidaknya mendapat pembenaran dari Menteri keuangan Israel, Yuval Steinitz yang mengatakan banyak sekali blokade di seluruh dunia tetapi tidak ada satu pun yang memicu penyelidikan internasional.


Garda Revolusi Iran, Ancaman Besar Bagi Israel?

Keinginan Iran menyiapkan kekuatan Garda Revolusinya untuk memecah blokade atas Gaza akan terwujud? Dan apakah sikap tegas Teheran ini oleh zionis Israel merupakan ancaman yang besar? Agaknya, perlu analisis mendalam menjawab ini. Pasalnya, Iran sedang dihadapkan oleh tekanan Amerika Serikat terkait dengan program nuklirnya.

Terlepas dari itu semua, tentu saja Amerika Serikat sebagai sekutu besar Israel tidak akan diam menghadapi ancaman Iran ini. Kita tunggu apa sikap Amerika menangapi dukungan keras negeri Bumi Arya ini terhadap pembebasan Gaza. Yang jelas, sikap negeri Paman Sam ini tentu akan mudah ditebak, Amerika akan kembali gencar mengusung isu nuklir Iran kepermukaan.

Yang jelas sampai detik ini Teheran adalah negara yang memiliki nyali besar dibandingkan negara-negara di Timur Tengah, terutama negara yang berdampingan dengan Palestina dalam menyikapi konflik Palestina dan Zionis Israel.

Agaknya, sikap Iran ini patut diikuti oleh negara-negara lain yang menginginkan kemerdekaan bagi bangsa yang terjajah. Berharap negara-negara lainnya, termasuk didalamnya Indonesia juga akan bersedia melakukan hal yang sama seperti Iran. Bila ini terjadi, dapat dipkerkirakan kekuatan baru itu mulai terlihat. Semoga saja! Penulis : Rusman- Direktur Global Future Institute

Selasa, 29 Juni 2010

Mengenal Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Tipe gempa bumi

1. Gempa bumi vulkanik (Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
2. Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa vulkanik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB,

1. Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
2. Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
3. Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi

Jumat, 04 Juni 2010

Tragedi Mavi Marmara, Awal Perlawanan Masyarakat “Sipil” Dunia Terhadap Sikap Barbar Israel

Peristiwa yang menimpa aktivis perdamaian untuk Palestina menjadi simbol perlawanan terhadap Israel. Kepedulian para aktivis dari sekitar 32 negara dengan usahanya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina merupakan bentuk dukungan nyata pentingnya mewujudkan Palestina merdeka.



Apa yang dilakukan para aktivis kemanusiaan untuk Gaza menjadi catatan sejarah penting. Terlepas dari gagalnya misi mereka membawa bantuan sampai ke Gaza, namun keberhasilan mereka menjadi titik awal sebuah perlawanan masyakarat sipil dunia terhadap sikap barbar Zionis Israel. Para aktivis kemanusiaan ini setidaknya membuka mata dunia akan pentingnya kemerdekaan bagi bangsa Palestina.

Terlepas dari apapun, peristiwa ini menjadi pertanda bahwa konflik Palestina tidak sebatas konflik antar dua negara, namun telah menjadi konflik global. Lihat saja bagaimana reaksi protes yang muncul diberbagai negara-negara pasca peristiwa penyergapan ke kapal Mavi Marmara ini. Dan sudah selayaknya lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak hanya sebatas mengeluarkan pernyataan, namun harus melakukan tindakan keras terhadap Israel.

Sejak Israel melakukkan agresi militernya di Palestina ditahun 2008, masyarakat dunia sebenarnya sudah dibuat geram dengan sikap PBB yang terkesan hanya berdiam diri terhadap apa yang terjadi di Palestina. Padahal perang yang tak seimbang ini jelas-jelas terjadi banyak pelanggaran HAM. Ribuan warga sipil di Gaza menjadi korban keberingasan militer Israel.

Beberapa waktu belakangan, pasca agresi militer Israel ke Gaza di tahun 2008, sejumlah kepala negara telah mengeluarkan sikap kerasnya kepada Israel. Perdana Menteri Turki, Recep Tayyep Erdogan, berdebat keras dengan Presiden Israel Shimon Perez perihal agresi Zionis Israel ke Gaza itu. Dalam pertemuan ekonomi dunia di Davos, Swiss itu, Erdogan mengecam Perez dengan menyebut Bangsa Israel sebagai Pembunuh.

Apa yang dilontarkan Erdogan terhadap Zionis Israel ini tidak serta merta tanpa alasan yang kuat. Kejadian berdarah Senin pagi diatas kapal Mavi Marmara sudah cukup membuktikan bahwa Zionis Israel melakukan pembantaian dan layak mendapat sanksi keras dari PBB.


Perlu Kekuatan Baru Untuk Menekan Zionis Israel

Tragedi Mavi Marmara telah menjadi isu yang pantas digulirkan untuk mendesak Zionis Israel membuka blokade atas Gaza. Kiranya perlu adanya kekuatan penekan baru dari berbagai negara. Kekuatan diplomasi menjadi penting dilakukan untuk menekan PBB agar mengeluarkan sikap keras bagi Israel.

Indonesia sebagai negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Palestina setidaknya menjadi salah satu penggerak untuk mendesak PBB. Apalagi Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono telah menyatakan dukungannya bagi terciptanya Palestina merdeka.

Kekuatan penekan yang lahir dari para aktivis pembebasan Gaza seharusnya menjadi acuan bagi negara-negara yang mendukung Palestina merdeka. Artinya, tidak hanya sekedar pernyataan keras yang muncul, namun tindakan kongkrit guna menciptakan perdamaian di Palestina. Bantuan kemanusiaan mungkin saja dapat dilanjutkan oleh negara-negara yang menginginkan berakhirnya blokade atas Gaza.

Apapun, dukungan kemanusiaan untuk Gaza akan terus mengalir dan semakin menguat. Simak saja, bagaimana kuatnya tekad para aktivis pembebasan untuk Palestina ini bersikap. Rencananya, setelah Mavi Marmara dan 5 kapal lainnya gagal mengantarkan bantuan ke Gaza, para akfivis ini akan terus berusaha menembus blokade Israel terhadap Gaza. Para aktivis ini akan akan mengirimkan kapal Rachel Corrie, sebuah kapal dagang yang dibeli aktivis pembebasan Palestina untuk mengangkut bantuan kemanusian ke Gaza.

Ini akan menarik bila beberapa negara bersedia mengirimkan militernya guna mengawal bantuan tersebut ke Gaza. Agaknya ini menjadi sikap yang kongkrit dan patriot membela kaum yang tertindas. Mungkinkah ini akan terwujud?

Penulis : Rusman- Direktur Global Future Institute

Selasa, 09 Maret 2010

Game Online, Peminatnya Luar Biasa

Kemajuan teknologi saat ini mempengaruhi pola kegiatan manusia. Diantara imbas dari kemajuan teknologi adalah maraknya game online. Peminatnya pun beragam, ada pelajar, mahasiswa, bahkan orang tuapun sangat menggemari game online.

Seorang pialang saham nampak asik didepan komputernya. Ia tidak sedang menganalisa perkembangan saham. Waktu makan siangnya digunakan untuk bermain game foker. ”Mengasikan. Sekedar menghilangkan kepenatan,” katanya lugas.

Padahal bila gunakan untuk makan siang misalnya, tentu akan lebih bermanfaat. Kegiatan bermain foker dilakukan setiap hari. Kegemarannya itu kadang dibawa ke rumah sehabis pulang kerja. ”Biasanya kalau udah dirumah lebih lama deh mainnya,” jelasnya.

Umumnya game online mempunyai dua sisi, negatif dan positif. Dari segi positif bisa melatih pola berpikir, reflek, dan mungkin juga dijadikan ajang untuk mendapatkan uang dengan mengikuti pertandingan atau menjual item dan karakter di game. Banyak juga yang mengaku dengan bermain game online bisa menambah pertemanan. ”Teman bule gue yang diluar negeri minta point dari gue,” kata Eko, penggemar game foker.
Sisi negatifnya, bermain game bisa lupa dengan waktu. Simak saja yang dialami Ismar, penjual pakaian. Sejak dia mengenal game online, waktu tidurnya berkurang. Selama bermain game online dia mampu duduk berjam-jam di depan komputer.

Hampir tiap malam dirinya bertandang ke warnet (warung internet) untuk sekedar bermain game online. Walau umurnya sudah tidak muda lagi, dia masih semangat untuk bermain game online. ”Habisnya seru sih. Kita juga bisa ngumpul sama-sama teman-teman di warnet ini,” kata bapak satu anak ini.

Kuatirnya Orang Tua

Selain itu, maraknya game online saat ini menjadi bahasan cukup penting bagi sebagian orang tua yang memiliki anak. Diantaranya kuatir dengan bermain game online, gairah belajar anaknya menurut. Apalagi saat ini warnet telah menjamur dimana-mana.

Untuk kalangan pelajar misalnya, anak usia Sekolah Dasar (SD) sudah pandai untuk bermain game. Berbagai kesempatan kerapkali melihat anak-anak SD bermain setelah pulang sekolah.

Bila masuk ke warnet, bisa dipastikan banyak dijumpai orang-orang, terutama anak-anak bermain game online. Selain jasa pemakaian internet di warnet relatif murah, juga karena memang game online menjadi trend yang sedang diminati saat ini.

Bagi orang tua, tentu maraknya game online harus menjadi perhatian khusus. Jangan sampai anak menjadi konsumen tetap bermain game online.