Kamis, 16 Juli 2009

Tempat Sewa Mobil di Bali


Bagi Anda yang ingin berlibur atau beraktiftas di Bali dan kebetulan memerlukan kendaraan roda empat untuk disewa, tempat penyewaan mobil berikut ini dapat membantu Anda. Semoga aktifitas Anda selama di Bali menyenangkan.

Amertha Sari
Car & Motor Bike Rental
Jln. Pura Bagus Taruna No. 463 Legian Kaja
(0361) 7842040, 7420658, 765180
amerthasari@yahoo.com

Amertha Dana Car & Motor Bike Rental
Jln. Werkudara No.514 Legian Kaja
(0361) 7449090, 753518, 766230, 7965352
komang@amerthadana.com

Asta Asih Mertha Car & Motor Bike Rental
Jln. Werkudara No. 513 Legian Kaja
(0361) 764955, 7468070
asta_rentcar@hotmail.com

Autobagus Rent a Car
Jln. Tukad Balian No. 888 Renon, Denpasar
(0361) 722222

Adventure Vanessa Tour & Travel
Wisma Nusa Permai B20 Nusa Dua
(0361) 776032

Bagus Car Rental
Jln. Duyung 1, Sanur
(0361) 287794


Bali Arayu Car Rental Service

Jln. Pulau Alor No. 20 Denpasar 80114
(0361) 3161331 Hotline : 0813 5333 4047
E-mail : info@smilecarrental.com

Bali Car Rentals (BCR)
Jln. Tunjung Sari Permai - Denpasar
(0361) 418381, 420784, (0811) 380699

Bali Car Rental
Jln. Sunset Road Kuta
(0361) 736899

Bali dicount Car rentals
Kuta Galeria
(0361) 769183

Bayu Gede Car Rental
Jln. Bakung Sari 19, Kuta
(0361) 7499144, 489914

Bali Happy Rent Car
Jln. Raya Kuta 72X, Kuta
(0361) 751954

Bali Mandiri
Jln. Petitenget No. 76C, Kuta
(0361) 730 819, 748 3418, 081239 612 56
info@thebalirentcar.com

Barata Tours and Travel
Arcade room 5, Hotel Sanur Paradise Plaza,
Jln Hangtuah no 46A, Sanur
(0361) 282181, 282693

Bima Sakti Rent Car
Poppies Lane 1, Kuta
081933017722

Dana Sari Rent Car
Jln. Pura Bagus Taruna, Legian Kaja, Kuta
(0361) 7983203, 763603, 758735

Dewata Karya
Jln. Danau Beratan Gg. X/3 C, Sanur
(0361) 7456003

Garlic
Jln. Sunset Road, Seminyak
(0361) 737092, 736899, 7435359

Golden Bird Bali
Jln. By Pass Nusa Dua No. 4, Nusa Dua
(0361) 701111, 701621, 702000 ext. 123

Jepun Bali Car Rental
Jln. Taman Geriya IV/5 Tuban
(0361) 8006175
Email : info@balibestcarrental.com

J.A. Rent Car
Perum Jadi Pesona I/40 Pedungan, Denpasar
(0361) 7440152, 7440153

Manacika Bali
Jln. Penestanan, Ubud
(0361) 979131

Yasa Car Rental Service
Jl. Tukad Yeh Aya Gg. XV/2 Renon, Denpasar
(0361) 237759

Seruni Transport
Jln. I Gusti Ngurah Rai 300 B, Tuban, Kuta
(0361) 757185

Sindhu Car Rental
Jln. Danau Poso No. 53 Belanjong-Sanur
(0361) 286736

sumber: jalan-jalan-bali.blogspot.com

Selasa, 02 Juni 2009

Blackberry, Si mungil Yang Diminati


Peminat smartphone Blackberry di dunia meningkat. Walau harganya masih terbilang sangat mahal, namun Indonesia merupakan negara peminat terbesar di dunia produk asal Kanada ini.

Perkembangan teknologi telekomunikasi semakin hari menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Apalagi kini para konsumen diperkenalkan oleh perangkat smartphone Blackberry yang memiliki layanan komunikasi yang cepat.

Meningkatnya pertumbuhan pemakai Blackberry, termasuk di Indonesia memang tidak lepas dari semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap penggunaan akses internet dan email. Boleh dibilang kini masyarakat sudah melek teknologi. Ini bisa terlihat dari menjamurnya warung internet atau warnet disudut-sudut kota.

Apalagi dengan memiliki Blackberry, para pengguna seakan dimanjakan oleh kecanggihan smartphone asal Kanada ini. Dengan menggunakan Blackberry, dimanapun dan kapanpun dapat mengakses internet dan email. Aktifitas tentu saja menjadi mudah dan cepat.

Bagi para pengiat teknologi atau kalangan yang biasanya memerlukan informasi cepat, Blackberry merupakan perangkat telekomunikasi yang relatif tepat. ”Gue agak sedikit terbantu,” kata Heri. Karyawan salah satu perusahaan sekuritas swasta di Jakarta ini mengaku kini mudah mendapatkan informasi. ”Dirumah atau di jalan gue bisa akses internet. Sebelum punya Blackberry, gue harus sampai di kantor atau di rumah baru bisa pake internet” jelasnya.

Menurut informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, biaya langganan servis smarphone berkisar anatara 150 ribu sampai 180 ribu. Namun ini tergantung dari provider yang dipilih. Contohnya saja Indosat Mentari, provider ini melayani Blackberry On Demand (BOD) mingguan sebesar 50 ribu. Lain lagi dengan XL One, provider ini menawarkan layanan BOD 5 ribu perhari. Sedangkan Telkomsel Simpati mengenakan biaya langganan Rp. 180.000 perbulannya.

Dengan berlangganan servis Blackberry, sudah termasuk chatting, browsing, push email, dan aplikasi lainnya yang menggunakan koneksi internet. Tentu saja biaya ini diluar biaya SMS dan telpon.

Bagi kalangan yang suka mobile internet, berlanggan servis Blackberry memang lebih murah ketimbang menggunakan handphone biasa. Bila dengan handphone biasa terkoneksi GPRSnya dihitung per kb dan tentu akan memakan pulsa.
Walau Harganya Mahal tetap Diminati

Harga sebuah handheld BlackBerry berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun berkisar antara 3 juta - 8 juta. Ini juga tergantung jenis tipenya. Biasanya semakin canggih aplikasi yang ada didalam handhlednya, semakin mahal harganya. Walau demikian, smarphone ini sangat digemari di Indonesia.

Simak saja, apa yang telah dicapai oleh provider Telkomsel. Menurut Manager Direct Sales Metro Surabaya Telkomsel, Unggul Nasution, jumlah pelanggan Blackberry meliputi Jawa, Bali dan Nusa Tenggara hingga saat sekitar 11.000 pelangga. Belum lagi pelanggan dari provider lain. Atau tambahkan dengan pasar Blackberry dengan jalur ilegal atau kerap disebut black market.

Saat ini BlackBerry tidak lagi sekedar menjadi bagian dari gaya hidup, namun mampu memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap layanan komunikasi yang cepat. Para perusahaan provider telekomunikasi seperti Indosat, Telkomsel dan XL pada awalnya menawarkan layanan Blackberry ke pasar koorporat. Langkah yang diambil sangatlah wajar. Pasalnya, karena dari fungsinya Blackberry lebih mendukung aktifitas kantor.

Kini ini penggunaan blackberry kini tidak hanya mendukung aktifitas kantor saja, tapi juga sudah mulai menjadi gaya hidup. Banyak ibu rumah tangga maupun mahasiswa menggunakan Blackberry hanya sekedar menbgikuti tren. Hanya sekedar berfacebook mereka menggunakan Blackberry. Anda juga termasuk?

Rusman
terpublikasi sebelumnya di http://www.theglobal-review.com

Menyelamatkan Bumi dari Ancaman Perubahan Iklim


Tema perubahan iklim akibat pengaruh pemanasan global menjadi tema yang penting saat ini. Apalagi ketika banyak negara mengalami dampak dari pemanasan global. Agaknya perlu mengambil langkah nyata guna menyelamatkan bumi mulai saat ini juga.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya Selasa (19/5), di Seoul, Korea Selatan, sekitar 430 pejabat tinggi dalam dan luar negari berkumpul. Kehadiran pejabat tinggi ini membahas keseriusan dan tindak lanjut terhadap perubahan iklim global. Forum yang dinamai Konferensi Tingkat Tinggi Iklim Kota-kota Besar C40 ini berlangsung selama 4 hari. Selain dihadiri sekitar 430 pejabat tinggi dari dalam dan luar negeri, pertemuan ini juga dihadiri oleh wali kota dan perwakilan utama dari 80 kota di dunia.

Dalam pembukaannya, mantan presiden AS Bill Clinton dan sekretaris jenderal Badan PBB untuk Tempat Tinggal Manusia, Anna Tibaijuka tampil sebagai pembicara utama. Keduanya menekankan perlunya langkah-langkah menyediakan antisipasi untuk mengatasi perubahan iklim.

Di bawah tema, “prestasi dan pekerjaan rumah bagi Kota dalam tindak lanjut terhadap perubahan iklim”, para peserta membahas berbagai masalah termasuk perubahan iklim, krisis keuangan dan kebijakan pertumbuhan karbon dioksida rendah.

Pada kesempatan yang lain, Walikota Seoul Oh Se Hoon, sebelum membacakan deklarasi kesepakatan mengemukan, untuk mengatasi perubahan iklim, kota-kota harus mengadopsi dan mengimplementasikan serta menentukan kebijakan paling tepat sekaligus susuai dengan kondisi setiap daerah.

Apa yang dikemukan Oh ini dapat diamini. Pasalnya, masalah setiap kota di berbagai belahan dunia itu berbeda walaupun kadang ada kemiripan untuk beberapa negara. Kebanyakan masalah-masalah yang dihadapi adalah berkaitan dengan sampah, air bersih, energi, dan transportasi. Kerjasama dan saling berbagi konsep maupun teknologi antar pemerintah kota serta oraganisasi akan mempercepat proses penyelesaian malasah.

Empat Butir Kesepakatan

Pertemuan yang berakhir pada Kamis (21/5) ini mengeluarkan deklarasi yang berisi cara mengurangi emisi gas rumah kaca masing-masing kota di dunia. Keempat kesepakatan itu berisikan hal-hal berikut:

1. Menghindari, memperkecil dan bahkan menunda dampak buruk perubahan iklim dengan mengurangi gas rumah kaca. Ini dapat dilakukan dengan banyak cara, antara lain mengadopsi esian arsitektur yang ramah lingkungan, pada kontruksi serta hemat energi. Bagi yang menerapkannya pemerintah diminta ada insentif khusus.
2. Perlu mengembangkan sistem transportasi massa, memberi peluang sebesar-besarnya dengan menyediakan fasilitas bersepeda bagi warga, perluasan ruang terbuka hijau, perluasan ruang terbuka hijau, dan merencanakan tata kota berpijak pada konsep rendah konsumsi energi.
3. Setiap kota harus sadar bahwa perubahan iklim tak bisa dihindari sehingga pemerintah lokal wajib memberi perlindungan bagi warga kota. Untuk itu perlu disiapkan antara lain fasilitas dan gedung tahan bencana, mengembangkan tanggap darurat bencana, serta meningkatkna pengelolaan air yang sangat dibutuhkan warga.
4. Mempromosikan gaya hidup hijau kepada setiap warga kota. Dalam hal ini pemerintah lokal harus menyediakan fasilitas menghitung jejak karbon dan tingkat produksi per individu, mengembangkan cara mengenal gaya hidup rendah karbon, mendukung organisasi masyarakat lokal yang membantu atasi soal perubahan iklim serta mempromosikan kebijakan pendidikan lingkungan demi membentuk generasi baru bergaya hidup sehat.


Menyelamatkan Bumi Bukan Sekedar Untuk Direnungkan

Setiap warga bumi wajib melakukan langkah penyelamatan terhadap bumi. Pelestarian alam dalam berbagai bentuk kegiatan nyata mesti dilakukan. Pola hidup dengan tidak merusak alam turut membantu menyelamatkan bumi. Masalah yang kerap terjadi disetiap negara misalnya penebangan hutan secara berlebihan. Begitu juga dengan pembakaran hutan untuk lahan perkebunan.

Kebakaran semak juga memperparah perubahan iklim, pasalnya kebakaran tersebut melepas sejumlah besar karbon dioksida ke atmosfer dan mengubah permukaan reflektif bumi. Professor Dr. David Bowman dari Universitas Tasmania di Australia, yang telah mempelajari kebakaran semak di Australia selama 30 tahun, mengatakan bahwa kebakaran seperti ini di masa lalu dipandang sebagai bencana, tetapi sekarang sudah biasa. Profesor Bowman mendesak, “Kita harus memahami bahwa aktivitas kebakaran semak yang meningkat adalah akibat langsung perubahan iklim yang tidak terkendali.”

Masalah yang tidak kalah penting adalah imbas dari gas rumah kaca. Menurut catatan, 50 persen populasi dunia hidup didaerah perkotaan. Dari jumlah itu 75 persen menyerap energi dan 80 persen menyumbang gas rumah kaca. Pada tahun 2030 diperkirakan dua pertiga populasi dunia hidup di perkotaan. Jika tidak diatasi saat ini, kerusakan lingkungan akan makin menjadi. Dampaknya yaitu bencana alam maupun berkembangnya bermacam penyakit yang mengancam manusia.

Kerusakan yang dialami bumi bukan untuk direnungkan. Penyelamatan terhadap planet bumi ini harus cepat dilakukan. Dan itu tugas manusia tanpa terkecuali.

Rusman
Direktur Global Future Institute
Tulisa telah terpublikasi di http://www.theglobal-review.com

Selasa, 28 April 2009

Satu Facebook Untuk Berbagai Aktifitas

Pengguna jejaring sosial Facebook bagaikan jamur di musim hujan. Berbagai kalangan, tua muda memanfaatkan facebook dengan berbagai kepentingan. Bahkan ada yang menjadikan facebook sebagai media kampaye politik.
Mark Zuckerberg, si jenius dari Harvard University sepertinya boleh berbangga dengan karya situs pertemanan garapannya. Sejak dilaunching tahun 2004, tepatnya 4 Februari, jejaring sosial pertemanan miliknya ini mampu membuat para penggunanya kesemsem. Di bulan April 2009, tiga bulan setelah perayaan hari jadinya yang kelima, tercatat situs jejaring ciptaannya itu berhasil menggaet 200 juta anggota di seluruh dunia.
Di Indonesia, walau masih terbilang baru, situs social network ini sangat diminati. Menurut situs statistik Alexa.com, facebook merupakan situs nomor 12 yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Bahkan facebook berada satu peringkat di atas detik.com, dan satu peringkat di bawah wikipedia.
Melonjaknya minat pengguna facebook, salah satunya dikarenakan fitur dari aplikasi ini sangat mudah dioperasikan oleh penggunanya. Facebook memiliki fitur-fitur tambahan yang menarik seperti layanan chatting, fasilitas groups, fans, bahkan game online.
Bila dilihat tampilan, facebook memiliki tampilan yang lebih formil dibandingan situs jejaring pertemanan lainnya seperti friendster. Selain itu, dibandingkan dengan friendster, facebook relatif bersih dari iklan yang menempel. Agaknya tidak heran bila facebook dijadikan pilihan bagi yang ingin merajut jaringan pertemanan.
Facebook dijadikan Media Kampaye
Fenomena facebook sebagai situs jejaring sosial yang handal dalam penjaringan pertemanan membuat para politisi memanfaatkannya sebagai media kampaye. Entah terinspirasi dengan suksesnya Obama menjadi presiden Amerika Serikat, pemanfaatan teknologi atau dunia maya lewat facebook menjadi pilihan jitu oleh para sebagian para politisi. Tentu saja dengan niat untuk menyuarakan gagasan dan menggalang dukungan bagi partai yang diusungnya.
Di Indonesia, para politisi partai, baik nasional maupun daerah banyak yang memanfaatkan facebook sebagai media kampayenya. Bahkan, menurut sumber the global review, beberapa politisi muda partai menyiapkan tim khusus dalam mengelola facebook mereka. ”Ada karena alasan kesibukan sampai tidak familiarnya dengan teknologi, para politisi itu menggunakan tim khusus,” kata sumber The Global Review.
Fenomena lainnya, facebook juga dijadikan ajang black campaign oleh segelintir orang dalam dukung mendukung calon presiden Republik Indonesia mendatang. Penulis melalui jaringannya di facebook, Senin (6/4/2009) mendapati grup akun yang beridentitas ”Say No to Prabowo” dan “Say No to Megawati”. Kedua grup akun ini tidak mencantumkan profilnya pembuatnya. Bahkan, akun anti Prabowo, profil partainya diplesetkan menjadi Partai GERANHA (Gerakan Anteknya Harto).
Efektif atau tidaknya facebook dijadikan media kampaye oleh para politisi partai tentu sulit dibuktikan. Pasalnya, mungkin pengguna situs facebook terbatas kalangan tertentu saja. Namun setidaknya, situs jejaring sosial ini meniadi media gratis dibandingkan media lainnya seperti brosur, spanduk dan baliho yang membuat kesemrawutan di jalan-jalan umum.
Selain itu pilihan memanfaatkan facebook, karena interaksi komunikasi yang terjadi terjalin dua arah dengan audiennya. Layaknya kampaye, melalui faceboook selain dapat menyampaikan gagasan politiknya, juga dapat memperoleh masukan dan kritikan dari audiennya.
Agaknya menjelang pemilihan presiden mendatang, facebook masih menjadi primadona sebagai media penggalangan dukungan calon presiden mendatang. Kita tunggu saja!

rusman
Telah terpublikasi di www.theglobal-review.com

Rabu, 18 Februari 2009

Malam di Belantara Kamojang

Ketika suara alam terdengar dimalam ini
Kelesuhan dan kejenuhanpun hilang tak berbekas
Jiwa dan raga melayang menikmati suasana malam yang hening
Kucoba membagi rasa pada bukit dan tebing

Yang ada hanya angin sepoi-sepoi
Terasa kenikmatan yang mengoda
Kesegaran anginpun menepisku dari khayalan
Malam yang sunyi memberiku kedamaian

Ku mau semuanya ini berlanjut pada hari esok
Biarkan harapan yang tak tercapai di hari lalu musnah tak berbekas
Kelesuhan dan kejenuhan hari lalu adalah air mata kehidupan
Yang menepis dari kesadaran jiwa yang kosong

Kamojang, 8 maret 1996

Kesadaran dari Sebuah Mimpi

Wahai makhluk dalam gelap siapa kamu?
Kenapa aku kau bawa dalam lorong gelap
Sesaat kuturuti maumu
Jiwaku berontak..
Ragaku terima nafsumu
Namun rohku tak mengikuti
Kubertanya pada cahaya
Cahaya berikan damainya
Gelappun lenyap tak berbekas
Berubah menjadi suara tak berdering
Aku takut menatap dan mendengar
Tiba-tiba suara kedamaian menyapa ragaku
Akupun terjaga terseok-seok
Kemana gelap itu
Dan siapa pula makhluk dalam gelap itu
Berucap tidak mengeluspun tidak
Pergi dan berlalu begitu saja

Juli di tahun 1995

Selasa, 17 Februari 2009

Menulis Meringankan Stress

Menulis ternyata bisa meringankan stress. "Ketika Anda menuangkan perasaan Anda ke dalam kata-kata, Anda mengaktifkan bagian yang sama dalam otak yang berhubungan dengan kontrol diri," ujar Matthew Lieberman dari Universitas California, AS.

Lieberman dan timnya mengamati aktivitas otak subjek penelitian saat diperlihatkan gambar-gambar yang membangkitkan emosi dengan menggunakan alat pencitraan resonasi magnetik fungsional (FMRI). Partisipan studi diminta menyentuh tombol yang sesuai dengan kata yang mewakili perasaan itu.

Ketika partisipan menuliskan perasaan mereka, penelitia mencatat adanya peningkatan aktifitas otak di daerah ventrolateral prefrontal cortex, bagian otak yang berfungsi mengurangi perasaan negatif. Di saat yang sama, terjadi penurunan aktifitas di amygdala, mesin otak yang bertanggung jawab dalam memproses perasaan mengenai hubungan dan emosi seperti ketakutan, amarah dan agresivitas.

***
disadur dari Media Indonesia, Selasa, 17 Februari 2009

Senin, 02 Februari 2009

Sistem Persuratan Elektronik Mempermudah Kinerja Sekwan

Kegiatan administrasi perkantoran termasuk didalamnya pengelolaan surat menyurat secara manual telah berlangsung lama. Sistem pengelolaan surat menyurat secara manual ini masih banyak digunakan baik oleh institusi pemerintahan maupun swasta. Bagi institusi besar seperti Sekretariat Dewan, migrasi dari pengelolaaan secara manual ke sistem persuratan secara eleketronik agaknya menjadi pilihan yang bijak.

Dalam rutinitas kegiatannya, terkadang sekretariat dewan kerap mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakan didalam pengelolaan surat menyurat. Misalnya saja, karena pengelolaan kearsipan surat yang tidak baik, kerapkali kesulitan mendapatkan arsip surat yang telah “berumur”. Tentu saja untuk mendapatkan arsip surat tersebut membutuhkan waktu dalam mencarinya. Ini berarti efektifitas dan efisiensi dalam pencarian surat yang dibutuhkan menjadi catatan tersendiri bagi sekretaris dewan.

Pengalaman tersebut dapat dimaklumi. Pasalnya, Sekretariat Dewan atau Sekwan merupakan instansi besar dan paling komplek, baik dari sisi banyaknya kegiatan administrasi, besarnya volume data, besarnya tanggung jawab yang diemban serta aktifitasnya yang cukup dinamis. Guna menunjang kegiatannya, Sekwan perlu memanfaatkan teknologi komputer untuk memperlancar dan mempercepat aktifitas, memudahkan pengawasan, efisiensi tempat dan keamanan data.

Bila kegiatan administrasi perkantoran di Sekwan tidak terkomputerisasi dan tidak terintegrasi, maka banyak kendala yang dialami, diantaranya: 1) pekerjaan menjadi lambat, 2) banyak informasi yang hilang atau tidak tersimpan, 3) terjadi agenda kegiatan yang bersamaan atau overlapping 4) Satu pekerjaan dikerjakan oleh banyak pegawai atau sebaliknya, 5) besarnya jumlah organisasi yang dibutuhkan, serta 6) banyak dokumen yang harus dicetak.

--------
Konsultan IT K-NU Technology
tulisan telah dipublikasi di majalah Mimbar ASDEKSI*, Vol. 1, No. 5, November 2008- Januari 2009
*ASDEKSI (Assosiasi Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia)

Selasa, 13 Januari 2009

Kegiatan Etnobotani disekitar TNGH 2

Back to natural

Selain memanfaatkan tumbuhan sebagai obat. Masyarakat juga memanfaatkan tumbuhan sebagai barang konsumsi lainnya. Contoh kecil adalah di dusun Ciptarasa terdapat pengerajin alat-lat rumah tangga. Kebanyakan alat-alat rumah tersebut terbuat dari bambu (awi) dan rotan (hoe) atau campuran dari keduanya. Hihid (kipas dari bambu), nyiru (alat untuk membersihkan beras dari gabah) , ayakan (saringan) maupun asepan (tempat menanak nasi). Semua itu terbuat dari daging bagian dalam dari bambu. Sementara bagian luar dari bambu yang lebih kuat dan tahan lama dipakai untuk membuat boboko (tempat mencuci beras). Sebagai pelilit atau pengikat anyaman tersebut dipakai rotan omas. Biasanya, satu buah baboko bisa dipakai selama 3-5 tahun. Tempat sampah (bureleng), tolok dibuat dari awi tali (Gigontochloa apus Kurz), kampak (baliung) dibuat dari ki payung.

Alat-alat rumah tangga tersebut sampai saat ini masih dipakai oleh masyarakat disekitar Halimun. “Lobah, dikampung mah rata-rata pake (Banyak, disini rata-rata masih menggunakan),” kata Mugni (19) salah satu warga desa.

Pemanfaatan tumbuhan bambu dan rotan tersebut relatif dalam jumlah sedikit. Di Halimun Selatan dijumpai 18 jenis dan 18 jenis tersebut hidup secara liar di hutan (leuweung). 12 jenis diantaranya dijumpai tumbuh liar di talun, pekarangan atau ladang. Sedangkan untuk daerah Timur dijumpai 10 jenis keseluruhannya hidup liar dihutan. 6 jenis tumbuh liar diladang dan pekarangan. Dan 5 jenis sudah ditanam masyarakat sebagai sumber bahan industri kerajinan.

Pewarnaan juga menggunakan tumbuh-tumbuhan berupa getah batang manyel (jenis tumbuhan merambat). Getahnya berwarna kuning yang menjadi hitam jika dioleskan kebatang bambu. Sejak tahun 1980-an, pohon manyel sulit ditemukan sehingga digunakan zat pewarna yang berasal dari asap lampu minyak. Caranya, asap lampu minyak di tempung pada tempurung kelapa, dan warna hitam yang berkumpul pada tempurung itu dioleskan ke batang bambu dengan menggunakan jantung pisang sebagai kuas. Getah jantung pisang itu memberi pengaruh terhadap daya tahan warna. Sebuah pemanfaatan yang alami.

Peralatan rumah tangga lainnya adalah sapu halus. Sapu ini terbuat dari mulai awis atau kaso beurit (Thysanoloena maxima). Kursi dan meja terbuat dari rotan sampay dan rotan rokrok. Sayangnya, pemanfaatan rotan untuk kursi dan meja sedikit sekali. Jenis rotan selang (Daemnorops oblonggus) dan hoe pelah (Daemnorops ruber), digunakan untuk membuat tas kaneron, bubu (jaring menangkap ikan), dan kempis (tempat untuk ikan sehabis memancing). Tas kaneron yang terbuat dari hoe pelah berwarna kemerahan.

Tumbuhan-tumbuhan yang ada juga dipakai sebagai sumber pangan oleh masyarakat di sekitar TNGH. Sekitar 56 jenis ditemukan didaerah bagian timur, 72 jenis ditemukan di bagian selatan. Kebanyakan kini tumbuhan yang tumbuh liar di hutan sudah ada yang dibudidayakan. Di dusun Ciptarasa, Halimun Selatan 65 jenis digunakan sebagai sumber pangan yang sudah dibudidayakan. Sementara, di Halimun Timur 47 jenis tumbuhan yang dibudidayakan. Tumbuhan liar yang digunakan sebagai sumber pangan, dibagian Timur ditemukan 10 jenis dan diselatan di temukan 9 jenis. Jenis tumbuhan pangan ini terbagi dalam beberapa pemanfaatan yaitu sebagai sumber makanan pokok, sayuran, buah-buahan, bumbu dan minuman.

Untuk papan atau bangunan, masyarakat disekitar halimun, terutama di Halimun Selatan masih menggunakan tumbuhan dari hutan. Contohnya, orang Kesepuhan mempunyai tiga macam bangunan yaitu rumah tempat tinggal, leuit, dan satu rumah adat yang disebut imah gede. Semua bahan untuk bangunan itu didapat dari tumbuhan yang ada disekitar mereka.

Jenis kayu yang digunakan untuk membangun rumah adalah kayu manglid (untuk tiang dan pangheraut), kayu maja (untuk lembaran), kayu jenjeng (untuk galar), kayu hurumerang (untuk papan), kayu duren (untuk pananggeuy), ki bima (untuk tataban), puspa, ki bonteng, panglar. Jenis bambu yang digunakan dalam pembangunan rumah adala awi gede/ awi gombong (untuk palupuh), awi tali (untuk rurung, ereng dan usuk), awi manyan (untuk sarang dan bilik). Daun kiray digunakan sebagai atap rumah/hateup. Kayu rasamala biarpun kuat tapi dilarang dipakai untuk bahan bangunan.

rusman

Kegiatan Etnobotani disekitar TNGH 1

Etnobotani adalah sebuah kegiatan pemanfaatan tumbuhan-tumbuhan sebagai salah satu penunjang kehidupan masyarakat dalam suatu komunitas. Masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) sejak turun temurun telah mengenal pemanfaatan tumbuhan untuk kehidupan sehari-hari. Tumbuhan-tumbuhan di sekitar TNGH dijadikan sebagai obat, makanan, dan barang-barang konsumsi lainnya. Sebuah tradisi yang patut di pertahankan.

Siapa bilang bahwa masyarakat kita tidak kreatif dan siapa sangka kekayaan yang terdapat hutan belantara tidak bisa dimanfaatkan? Lihatlah apa dilakukan oleh masyarakat di disekitar kawasan TNGH. Dibelantara hutan yang lebat itu, masyarakatnya masih suka memanfaatkan tumbuhan disekitar untuk dijadikan obat, makanan dan barang-barang konsumsi lainnya.

Berawal dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah LSM disekitar tahun 1993. LSM itu bernama Biological Science Club (BScC). BScC telah melakukan inventarisasi jenis tumbuhan yang ada di kawasan TNGH. Dari hasil inventarisasinya itu di jumpai 366 jenis tumbuhan yang terdiri dari 244 marga dan 90 suku. Jenis tumbuhan sejumlah itu dapat dijumpai, baik di hutan-hutan maupun di sekitar pemukiman penduduk. Menariknya, keragamanan jenis tumbuhan itu menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat setempat sebagai barang yang berguna.

Pertama, misalnya soal obat-obatan. Cara pengobatan tradisional masih melekat dimasyarakat sekitar Gunung Halimun. Terutama bagi masyarakat sunda kasepuhan di Halimun Selatan. Walaupun tenaga-tenaga medis telah masuk ke desa melalui program kesehatan dan posyandu. Namun, penggunaan obat tradisional masih tetap berjalan. Obat-obatan yang mereka hasilkan dari tumbuhan kebanyakan berupa jamu-jamuan. Biasanya jamu-jamuan itu disediakan oleh dukun bersalin, yang bahasa sundanya disebut paraji bagi ibu-ibu bersalin.

Jamu-jamuan kerap dikenal sebagai jajamuan. Jajamuan itu dibuat dari tumbuhan suku Zingiberaceae yang diramu menjadi dodol jahe. Dodol jahe merupakan jenis obat tradisional yang sering dipakai oleh masyarakat untuk pemulihan kondisi kesehatan serta bermacam-macam jenis penyakit. Didalam obat tradisional ini terkandung puluhan jenis tumbuhan yang terdiri dari polong-polongan, padi-padian, biji-bijian, rimpang-rimpangan dan akar. Bagi masyarakat sunda kasepuhan jajamuan merupakan obat untuk penyakit dalam seperti kecapaian, paru-paru, panas dingin, dan sakit pinggang. Memang belum ada penelitian tentang khasiat obat tradisional tersebut. Namun, bila pemakaian obat tradisional ini masih melekat, berarti khasiat dari obat tersebut memang ampuh.

Menurut para orang tua untuk membuat obat tradisional semacam ini, digunakan sekitar 40 jenis tumbuhan. Diantaranya, akar keras tulang, tal angin (Usnea sp), buah dan daun bengang (Nessia altissuna), daun Ki tando, arey ki koneng, daun kumis kucing, daun senggugu, daun dan akar sembung, akar kalising, koneng tinggang, koneng ageng, cikur, jahe, lempuyang, kapol, podotan landak, kulit kina, kulit kilimo, akar tangkur gunung, kingkilaban, pisitan dan lain-lain.

Khusus bagi masyarakat Sunda Kesepuhan, pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pengobatan merupakan hal yang sangat berarti. Masyarakat percaya bahwa keuntungan penggunaan obat tradisional ini disamping dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, juga obat tradisional ini tidak menimbulkan efek samping bagi sipemakai.

Tumbuhan sebagai obat-obatan tradisional merupakan tumbuhan yang diakui dan dipercaya masyarakat. Masyarakat tradisional dan modern pun hingga kini masih banyak yang menggunakan obat tradisional yang bersumber dari alam (back to Nature). Dan sebagian dari tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan obat potensial yang diduga mengandung senyawa bioaktif yang berkhasiat sebagai obat.

Sebagian masyarakat di Halimun sudah mengenal pengobatan kimiawi dari dokter yang mereka dapatkan di warung-warung. Namun, karena kondisi pemukiman masih jauh dari pusat pengobatan dan sarana transpotasi yang cukup sulit. Hal ini membuat masyarakat tetap mempertahankan sistem pengobatan tradisionil ini. Selain itu, masyarakat sangat percaya dengan khasiat pengobatan yang telah teruji secara turun menurun. Mereka selalu menjaga tradisi leluhur. Hal ini terucap dari Abah Anom, pemimpin adat kasepuhan. Tumbuhan obat tradisional ini merupakan kekayaan hayati yang mempunyai potensi ekonomi yang penting sebagai sumber pengobatan farmakologi dan masih diperlukan penanganan struktur genetik dan kimianya.

Salah satu kelebihan tumbuhan obat daerah tropis pada umumnya merupakan senyawa yang bersifat therapeutic, artinya dapat dipakai secara langsung oleh masyarakat dan bersifat sinergis. Selain itu, beberapa jenis tumbuhan seperti bawang putih, sambiloto, nangka walanda, sembung, gedang, sintok, bengang, kumis kucing, sirih termasuk obat yang bersifat PNT (Pratically non toxic).

Rusman