Selasa, 22 April 2008

Tips Mencegah Semut di dalam Rumah

Semut merupakan salah satu jenis serangga yang kerap hadir di dalam rumah. Kehadiran semut di dalam rumah mungkin bagi sebagian orang cukup menganggu. Apalagi jumlah semut yang hadir cukup banyak.

Semut ditemui di berbagai bagian dan sudut-sudut rumah. Kehadiran semut didalam rumah tidak serta merta hadir begitu saja. Layaknya sebuah pribahasa yang berbunyi “ada gula ada semut”, kehadiran semut di dalam rumah karena sebab tertentu, misalnya adanya ceceran sisa makanan, ceceran air (terutama manis) atau bangkai serangga.

Banyak orang beranggapan bila di rumah terdapat banyak semut, menandakan rumah tersebut tidak bersih. Tentu saja perlu tindakan pencegahan. Salah satu cara adalah dengan menjaga kebersihan rumah dari sisa-sisa makanan. Dan pencegahan lainnya adalah dengan menyimpan sumber makanan di tempat-tempat yang rapat.

Semut termasuk serangga yang memiliki keistimewaan indra penciuman. Dengan mencium bau pheromone yang dihasilkan oleh semut lainnya, gerombalan semut dapat mengetahui apakah didalam rumah terdapat makanan. Aroma atau bau pheromone ini merupakan petunjuk jalan bagi semut baru yang lain.

Sarang semut dapat ditemukan dengan mengikuti jejak jalan semut yang berbaris mulai dari sumber yang dikerumuni semut sampai pangkal barisan semut tersebut. Setelah ditemukan, disemprot dengan cairan insektisida. Jasa pembasmi insekta atau serangga juga dapat dimanfaatkan. Biasanya, pembasmian oleh penyedia jasa tersebut diantaranya dilakukan dengan dusting (pendebuan), pemberian umpan racun, dan spraying (penyemprotan).

Kapur insektisida dapat digunakan untuk mencegah semut. Ini dapat dilakukan bila pada sudut-sudut rumah, pada makanan yang akan dihidangkan dikerumuni semut. Penggunaan kapur insektisida ini dilakukan dengan cara mencoret jalan-jalan semut di sudut-sudut rumah atau tempat makanan tersebut. Semut yang berani melewati lingkar coretan ini akan mati.

Ada cara mengusir semut secara alami. Caranya, sediakan setengah sampai satu sendok teh sabun cuci dilarutkan dalam air secukupnya. Air bekas cucian pakaian juga dapat digunakan. Cairan tersebut dimasukkan ke dalam sprayer dan disemprotkan kearah semut-semut. Selamat mencoba!

rusman
*disarikan dari berbagai sumber
tulisan ini pernah dipublikasikan di www.bpexp.com pda bulan juni 2006

Tips Sebelum Membeli Ubin Keramik

Ubin Keramik merupakan salah satu aksesoris rumah. Dengan pemilihan ubin keramik yang tepat tentu akan memperindah rumah. Dalam pemilihan keramik yang akan dipasang, Anda harus mempertimbangkan ukuran, warna dan bentuk keramik serta di mana keramik tersebut akan dipasang. Karena ubin keramik terdiri dari beraneka ukuran, warna, bentuk dan tampilan permukaan.

Setidaknya ada 2 (dua) hal yang mesti ditimbangkan dalam memilih keramik. Pertama, apakah Anda membutuhkan keramik hanya untuk bagian penghias ruangan ataukah hanya dibutuhkan untuk pemakaian pada ruang dengan mobilitas penghuninya yang tinggi. Kedua, apakah Anda menginginkan keramik dengan nuansa cerah ataukah nuansa sejuk.

Tempat di mana keramik akan dipasang juga harus diperhatikan. Pasalnya, pemakaian keramik di kamar mandi tentunya berbeda dengan kebutuhan keramik di ruang tamu. Untuk itu, sebelum membeli ubin keramik perlu dipertimbangkan secara matang.
Berikut ini beberapa tips yang dapat menjadi reprensi sebelum membeli ubin keramik:
1. Hitung secara cermat berapa ubin keramik yang akan dibutuhkan. Bila perlu gambar desain untuk membantu Anda menghitung secara detail.
2. Kebanyakan toko atau outlet memiliki katalog produk. Anda bisa mengunjungi toko atau outlet tersebut untuk melihat dan memilih motif-motif yang diinginkan. Namun, mungkin saja toko atau outlet tersebut tidak memiliki stok untuk beberapa motif tertentu. Bila itu terjadi, Anda harus menunggu beberapa lama sampai motif tersebut diproduksi.
3. Lebihkan jumlah ubin yang Anda beli (biasanya sebanyak 5%). Kelebihan tersebut sebagai cadangan apabila selama proses pemasangan ada ubin yang rusak dan juga sebagai cadangan apabila ada kerusakan di kemudian hari.
4. Pada waktu penerimaan barang, pastikan ubin keramik yang Anda beli memiliki kode ukuran dan nuansa warna (tonality) yang sama. Hal ini untuk memastikan Anda mendapatkan ubin yang relatif seragam.

rusman
*disarikan dari berbagai sumber
tulisan ini pernah dipublikasikan di www.bpexp.com pada bulan juli 2006

Waspada Dengan Rayap

Bagi banyak orang, rayap merupakan ancaman yang sangat serius. Pasalnya, kehadiran rayap sifatnya merusak, terutama bagian rumah atau gedung yang terbuat dari kayu. Beberapa jenis kayu cukup aman terserang rayap, misalnya kayu jati dan merbau karena terkandung zat mematikannya bagi rayap. Rayap juga dapat merusak bagian lain, seperti dinding rumah. Pada kayu, biasanya rayap merusak dengan meninggalkan keropos. Lantas, dimana saja rayap biasa hidup?

Umumnya persebaran rayap berhubungan dengan suhu dan curah hujan. Rayap suka hidup di tempat-tempat gelap dan lembab. Misalnya, gudang yang selalu tertutup, dak atau loteng yang terkena bocoran air, serta tempat cucian atau washtafel.
Serangan rayap pada bangunan atau gedung biasanya dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, menyerang kayu yang berhubungan langsung dengan tanah. Kedua, masuk melalui retakan-retakan atau rongga pada dinding dan fondasi. Ketiga, membuat liang-liang kembar di atas permukaan kayu, beton, ataupun pipa.
Mengenali Serangan Rayap
Untuk mengenali apakah rumah atau bangunan terkena rayap, ada 3 (tiga) kondisi yang mesti dikenali. Pertama, jika terdapat butiran halus seperti pasir berjatuhan ke lantai. Setelah dibersihkan butiran itu kembali berjatuhan. Kedua, terdengar suara kresek-kresek pada kayu di bangunan rumah. Ketiga, ada gundukan tanah memanjang dari atas ke bawah di dinding rumah.
Membasmi Rayap
Bagi yang mendapat masalah dengan rayap, beragam cara membasmi hama ini dari rumah atau bangunan. Ada yang memakai racun serangga dan kapur. Alasannya, kapur bersifat panas sehingga membuat rayap mati dan keluar. Tentu saja ini mesti dilakukan secara hati-hati. Hindari anggota keluarga saat pemberian obat.

Saat ini bahan kimia pembasmi rayap atau umpan rayap mudah didapat di pasaran. Sebutlah misalnya alfametrin, sipermetrin, imidaclotrin, lamdasalotrin dan venfalarat. Bahkan, saat ini ada perusahaan yang khusus disewa untuk membasmi rayap. Besarnya tarif memang beragam. Pengenaan tarif tersebut dihitung berdasarkan permeter persegi lahan yang akan dikerjakan. Biasanya, tarif tersebut sudah termasuk obat dan jasa kontrol sebulan kemudian. Bahkan, ada perusahaan yang berani memberikan gratis penyemprotan ulang, bila saat dikontrol rayap masih merajalela. Silahkan mencoba.

rusman
*disarikan dari berbagai sumber
tulisan ini pernah dipublikasikan di www.bpexp.com pada bulan april 2006

Cara Mengatasi Dinding Retak

Dinding atau tembok merupakan bagian terpenting dari sebuah rumah. Namun terkadang kita terusik dengan kondisi dinding yang kurang baik. Sebut saja dinding yang terlihat retak-retak. Bagi sebagian orang, dinding yang retak tersebut dapat merusak keindahan rumah.

Dinding yang retak pada rumah sering berupa retak kecil dan retak besar. Dinding yang retak seperti rambut, biasanya retak-retak tersebut terjadi pada bagian luar dinding, dan tidak sampai ke pasangan batu bata pada bagian dalam dinding. Biasanya, kesalahan teknis pada pekerjaan plesteran yang sering menjadi penyebabnya.

Saat plesteran belum kering benar sudah langsung dilapisi acian semen yang mengering sangat cepat, sementara plesteran sebelumnya belum kering benar. Hal inilah yang menyebabkan plesteran tersebut menyusut dan acian semen yang sudah kering tertarik dan menjadi pecah.
Keretakan pada dinding juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor alam, misalnya gempa bumi dan perubahan cuaca lainnya. Jika plesteran dinding dilakukan pada saat terik matahari atau angin bertiup kencang, maka itu akan menyebabkan proses pengeringan terlalu cepat sekaligus keretakan pada dinding.
Untuk itu sebaiknya dinding yang akan di plester harus dipertahankan kelembabannya. Hal ini dapat dilakukan ketika permulaan pengeringan harus disemprotkan air pada permukaan dinding tersebut untuk menghindari pengeringan yang terlalu cepat.
Apapun hal diatas adalah sebagian penyebab dari terjadinya retak pada dinding. Namun, bila dinding rumah mengalami retak rambut, Anda dapat mengatasinya dengan cara berikut ini:
1. Siapkan peralatan, amplas, dempul tembok, dan cat yang sewarna.
2. Korek atau buat retak-retak halus tersebut lebih dalam, namun jangan terlalu dalam.
3. Masukkan dempul untuk menambal keretakan.
4. Selanjutnya haluskan dengan amplas.
5. Bagian yang sudah didempul itu kemudian dicat kembali. Hasilnya, dinding yang mengalami retak akan kembali rapat dan tidak meninggalkan bekas.
6. Selamat mencoba.

rusman
*Disarikan dari berbagai sumber
tulisan ini pernah dipublikasikan di http://www.bpexp.com/ pada bulan agustus 2006

Jumat, 11 April 2008

Selamat Buat Bang Akbar

Bung Alfan salam kenal. Saya ikut menghadiri launching websitenya bang akbar sabtu minggu lalu. Saya katakan acara itu terbilang sukses untuk sebuah forum launching website. Hari itu juga, setibanya di kantor saya coba akses bangakbar.com. Pertama, saya ingin ucapkan selamat melalui website. Sayangnya, belum bisa. Lantas saya sms bung Doli ucapkan selamat. Kedua, tentu saya ingin tau apa isi dari websitenya. Memang saya akui isinya tidak beda-beda amat dengan tokoh-tokoh lain yang telah memiliki website. Walau demikian saya salut sama bang Akbar.

Setau saya Bang Akbar itu masih sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Sehingga dia mau untuk beraktifitas dalam dunia politik. Tentu saja kalo tidak ada backup dari kaum muda seperti bung Doli dan bung Alfan ini, mungkin bang Akbar tidak berani. Karena berpoliltik itu kan butuh team (Selain amunisi=dana) . Jadi, menurut hemat saya biarkan saja bang Akbar berbuat kembali untuk bangsa ini.

Rusman
*disampaikan melalui milling list:
kahmi_pro_network@yahoogroups.com

Jumat, 04 April 2008

Tip Yahut Rubah Password Yahoo Anda

Berbagi pengalaman adalah hal yang menyenangkan. Kali ini ingin berbagi pengalaman kepada yang kesulitan untuk merubah-merubah dan ingin merubah password di Yahoo. Pertama, login terlebih dahulu di Yahoo mail. Kedua, Pilih menu option (terlihat di kanan atas), kemudian klick. Ketiga, lalu pilih Account Information. Kemudian ada perintah untuk melakukan verifikasi password: Please verify your password!. Keempat, akan muncul menu untuk merubah password. Di menu Review My Account Information ini, kita juga bisa merubah data pribadi kita. Dan kelima, selamat mencoba!

rusman

Rabu, 02 April 2008

Satu Pemimpin, Satu Wangsit

Dari generasi ke generasi masyarakat adat kasepuhan tetap memelihara tradisi. Untuk menentukan pemimpin, juga untuk membuat keputusan penting, mereka masih mengandalkan isyarat langit. Inilah bagian kekayaan budaya dari salah satu "penghuni" Gunung Halimun Selatan.

Di kaki Gunung Halimun Selatan tersembunyi beberapa dusun. Di antaranya ada Dusun Cicemet, Sirnaresmi dan Ciptarasa. Masyarakat di tengah belantara itu, seperti galibnya masyarakat adat Sunda, tetap menjalankan "adat kasepuhan" alias tata cara warisan leluhur mereka. Listrik dan televisi memang sudah merasuk ke taman nasional di Sukabumi itu. Namun, tradisi yang terwariskan masih terus dijalankan.

Masyarakat adat itu bermukim di tempat yang biasa disebut lembur atau pilemburan. Permukiman mereka berpencaran di antara bebukitan. Dusun yang satu menjalin pergaulan dengan dusun lainnya.

Di dusun-dusun itu hidup pula aneka kesenian. Misalnya saja wayang golek, tari topeng dan tari jipeng. Ada pula pantun, tutukrojot, debus dan angklung. Semua hiburan biasa digelar tiap kali diselenggarakan perhelatan besar semisal serah taun atau seren taun, upacara untuk mensyukuri hasil panen yang baik dan melimpah.

Tabu-tabu tetap dituruti. Tak ada rumah beratap genting. Tak pernah dalam setahun padi ditanam hingga dua kali. Tak pernah sawah ditanami dengan bibit dari luar dusun. Juga tak ada ceritanya penduduk menjual padi. "Semua itu amanat leluhur," kata Abah Anom, pemuka adat kasepuhan.

Bila ada yang melanggar tabu, sanksinya tak langsung dijatuhkan oleh pemuka adat. Mereka percaya, sanksi pasti datang dengan sendirinya berupa penyakit atau kutukan dari para leluhur mereka. Melanggar tabu berarti kuwalat, dan bisa berakibat gawat.

Hutan bagi masyarakat kasepuhan dijadikan tempat yang keramat. Masyarakat kasepuhan percaya bahwa hutan ada penghuninya. Sehingga ada larangan menebang pohon yang besar. Bila larangan ini dilanggar, biasanya sipenebang akan mengalami sakit.

Masyarakat kasepuhan memiliki legenda yang unik. Mereka percaya bahwa harimau jawa atau Lodaya dan Sancang bukan hewan sembarangan. Misalnya Lodaya, dianggap oleh masyarakat sebagai harimau titisan dewa. Sedangkan Sancang sebagai harimau jawa biasa yang lebih rendah dari Lodaya. Hewan ini dapat berkomunikasi dengan beberapa penduduk dengan cara mistik.

PEMIMPIN DAN WANGSIT

Abah Anom adalah julukan bagi pemimpin masyarakat adat kasepuhan. Nama sebenarnya dari Abah Anom yang sekarang adalah AE Sucipta S. Usianya baru 35 tahun. Dalam sejarah dusun-dusun di kaki gunung itu, ia adalah pemimpin adat yang kedelapan.

Tata cara menentukan pemimpin juga tak berubah dari generasi ke generasi. "Abah menjadi pemimpin kasepuhan tidak dipilih oleh masyarakat. Tapi atas wangsit yang datang pada ayah abah," kata Abah Anom.

Wangsit adalah semacam ilham yang datangnya tidak terduga dan diluar kuasa manusia. Itu mungkin sejenis isyarat langit yang dipercaya para pengikut Abah Anom. Selama wangsit belum terbersit, pemimpin baru tak bisa diakui. Konon, di antara ketujuh pemimpin terdahulu mereka, ada yang menjalankan kepemimpinannya hingga 175 tahun lamanya.

Abah Anom jauh lebih tangguh dari Presiden di negeri ini. Tak pernah ada yang mempertanyakan hak prerogatif Si Abah untuk mengangkat atau memecat para pembantunya. Si Abah sendirilah yang langsung mengangkat siapa saja yang dinilai layak duduk dalam kabinetnya. Dan, sudah pasti, tiap-tiap pembantunya punya keahlian tersendiri, semisal di bidang agama, pertanian, dan keamanan. Utusan Si Abah banyak juga. Katanya, ia punya utusan sebanyak 567 orang yang tersebar di berbagai dusun masyarakat adat kasepuhan. Di Cicemet saja, tempat isteri keduanya bermukim, ada 28 orang utusannya.

Menjadi seorang Abah Anom berarti mesti menganut agama Sunda Wiwitan. Kata Abah Anom, kepercayaan sunda wiwitan merupakan agama yang "sudah diislamkan, sudah dikristenkan, sudah dikatolikkan, dan sudah dibudhakan". Uniknya, warga kasepuhan sendiri diberi kebebasan untuk memilih agama yang dikehendaki mereka. Umumnya, masyarakat kasepuhan memeluk Islam. Isteri dan anak-anak Abah Anom memeluk Islam pula.

Ibadat Sunda Wiwitan dilakukan satu kali sehari tiap pukul duabelas malam. Di tengah malam itulah, Abah Anom mendekatkan diri kepada tuhannya. Ia bersembahyang dengan cara bersemedi di sebuah ruangan khusus di rumahnya sendiri.

WANGSIT DAN PERMUKIMAN

Wangsit tidak hanya berlaku dalam memilih pemimpin adat. Isyarat langit itu pun bisa berlaku untuk menentukan tempat permukiman baru. Masyarakat ini pada hakikatnya memang masih menjalani pola hidup berpindah-pindah. "Bila tiba-tiba datang wangsit untuk pindah, kita harus pindah," papar Abah Anom. "Secara lahir sebetulnya perpindahan itu yang ditakutkan Abah."

Konon, masyarakat kasepuhan pada mulanya adalah bagian dari masyarakat Baduy. Namun, mereka keluar memisahkan diri dari masyarakat utamanya. Alasan utama adalah karena ada wangsit yang datang pada mereka. Perpindahan merupakan suatu yang harus dijalani oleh Masyarakat Kasepuhan. Mulanya dari Banten mereka berpindah ke daerah Guradok Kaler, Bogor. Kemudian mereka berpindah ke daerah Gongkok Citoreng. Dari daerah Gongkok Citoreng akhirnya mereka pindah ke Lebak Binong. Generasi selanjutnya berpindah ke daerah Sirna Resmi dan kemudian Sirna Rasa sampai Linggarjati, Sukabumi. Akhirnya, sejak tahun 1984 hingga kini Abah Anom bermukim di dusun Cipta Rasa. (sekitar 2 tahun setelah tulisan ini dipublikasikan tidak lagi di Cipta Rasa)

Bila terjadi perpindahan, tidak semua warga harus ikut ke tempat pemukiman yang baru. Seorang Abah Anom tidak memaksa pengikutnya agar pindah ke pemukiman yang baru. Semua diserahkan kepada pengikutnya untuk memilih, tinggal atau ikut tempat yang baru. "Abah tidak bisa memaksa mereka. Mereka kan punya hak memilih," kata Abah Anom lagi.

Inilah sekelumit kehidupan masyarakat adat Kasepuhan dari waktu ke waktu. Mereka sangat percaya dengan kebiasaan para leluhurnya. Harapan akhir mungkin, semoga kekayaan budaya tidak pupus oleh zaman. Apapun, mereka adalah bagian dari kekayaan yang ada di Gunung Halimun.

rusman

Tulisan ini pernah dipublikasi di Tabloid DeTAK tahun 2000, setelah mengikuti kunjungan ke Taman Nasional Gunung Halimun, Jawa Barat.

Kerlip Lampu di Tengah Belantara

Penduduk desa di pucuk Gunung Halimun bergotong-royong membuat pembangkit tenaga listrik. Setiap rumah hanya mendapat jatah 15 sampai 20 watt. Pernah ada keinginan menambah jatah dengan menggunakan tenaga diesel, tetapi dibatalkan. “Kami khawatir suara diesel akan mengganggu kehidupan hewan di sini,” kata seorang warga desa.

Sungai menjadi berkah bagi masyarakat Sukabumi di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH). Derasnya tekanan air sungai dijadikan sebagai pembangkit tenaga listrik oleh penduduk setempat. Yang dihasilkan memang hanya lampu berkekuatan watt kecil, tetapi ini mencerminkan keterpaduan mereka dengan alam, termasuk sikap tidak ingin mengganggu binatang.

Dulu kawasan taman nasional ini bernama Cagar Alam Gunung Halimun. Sejak tahun 1992 statusnya resmi menjadi Taman Nasional Gunung Halimun. Kawasan ini selalu diselimuti kabut. Sejuknya udara yang masih bersih di sana tampaknya membawa berkah tersendiri bagi masyarakat setempat untuk tetap berpikir jernih.

Curah hujan cukup tinggi di kawasan pegunungan seluas 40.000 hektare ini, yakni rata-rata 4.000-6.000 mm per tahun. Musim hujan biasanya berlangsung pada bulan Oktober hingga April. Dari kawasan ini mengalir beberapa sungai yang tak pernah kering, walau pada musim kemarau. Sungai-sungai itu meliuk-liuk di celah punggung perbukitan, bagaikan ular raksasa di tengah belantara. Air sungai yang jernih inilah yang digunakan oleh penduduk sekitarnya untuk keperluan sehari-hari, seperti untuk memasak, mencuci, atau mandi. Lebih dari itu, derasnya arus sungai dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.

Sebagai kawasan ekowisata, TNGH terbagi atas tiga wilayah: Halimun Utara, Halimun Timur, dan Halimun Selatan. Di Halimun Utara mengalir beberapa sungai besar, seperti Ci Berang atau Ci Ujung. Sungai besar di Halimun Timur adalah Ci Kaniki, sedangkan Halimun Selatan namanya Ci Sukawayana dan Ci Mantaja.

Di kawasan TNGH ini terdapat pula beberapa air terjun. Curug, kata orang disana. Nah, dengan adanya curug inilah air sungai menjadi kian deras arusnya. Sejauh ini kabel Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum mencapai desa-desa di Taman Nasional ini. Penduduk lalu berswadaya membuat turbin pembangkit listrik dengan dengan memanfaatkan tenaga air.

Lumayan untuk penerangan,” kata Suhara, pemuka warga Desa Citalahap Sentral, Halimun Timur. Menurutnya, semula mereka berencana menggunakan tenaga diesel, tetapi kemudian dibatalkan karena suara diesel pasti membuat gaduh dan mengganggu kehidupan hewan disini.

Selain suara bising, ya, biayanya pun mahal. Pilihan jatuh pada mesin turbin, kata Rahman Dedi, Manajer lapangan Yayasan Ekowisata Halimun (YEH). Semula, diawal tahun 1980-an, mereka menggunakan keuren, peralatan sederhana berupa sebuah dinamo berkekuatan kecil dan roda putaran dari kayu. Lambat laun alat ini tidak lagi digunakan.

Lantas dari mana masyarakat setempat dapat ide memakai turbin? “Dulu ada anggota LSM yang datang ke sini dan memberikan petunjuk cara membuat turbin,” kata Dedi.

Selanjutnya, Suhara yang mengkoordinir pembuatan mesin turbin tersebut. Sehar-hari ia menjadi Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Bersama kelompoknya, Suhara merancang sendiri turbin itu. Biaya untuk satu mesin sekitar 2 juta rupiah yang dihimpun dari masyarakat.

Listrik yang dihasilkan satu mesin turbin bisa menerangi 10 rumah. Jatahnya memang masih terbatas. Satu kepala keluarga hanya dapat 15 sampai 20 watt. “Jadi, ya, hanya untuk satu bola lampu. Bisa juga sih dua bola lampu, tapi sinarnya redup,” Jelas Suhara.

Lain halnya di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cisolok, Halimun Selatan. Desa ini berpenduduk sekitar 600 kepala keluarga, sempat punya pembangkit listrik tenaga Air (PLTA) tahun 1997. Ini dibuat atas kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Jepang.

Kita senang waktu PLTA ini masih ada,” ujar Didin, Desa Sinarasa. Pembangkit listrik berkekuatan besar ini terhenti begitu saja tahun 1999. Masyarakat lalu beralih pada mesin turbin yang berkekuatan kecil. Beberapa keluarga berkelompok membuat turbin di sepanjang tepian sungai secara swadaya.

Di Halimun Utara dana pengadaan mesin tersebut sepenuhnya berasal dari pemerintah daerah, kata Dedi. Menurut manajer lapangam YEH ini, di Desa Ciptarasa mesin turbinnya berkekuatan 50.000 watt. Terpakai baru separuh. “Tapi bila ada acara besar, kekuatan itu tidak cukup,” kata Dedi pula. Tiap bulan masyarakat dianjurkan membayar 5.000 rupiah. Dana itu digunakan sebagai dana simpanan bila terjadi kerusakan.

Lantaran bergantung pada aliran sungai, ya, begitulah, ketika air surut, penerangan pun merdup, bahkan mati. Oleh sebab itu, masyarakat setempat sangat menjaga alam sekitarnya sebagai sahabat. “Kalau buka kita siapa lagi?,” ujar Suhara yang dipercaya oleh Abah Anom, tokoh masyarakat setempat, untuk mengelola mesin turbin di sana.

Rusman

*Tulisan ini telah dipublikasikan pada Buku Lokakarya dan Lomba Penulisan Keanekaragaman Hayati 2000. Kerjasama Lembaga Pers Dr. Soetomo dan Yayasan Kehati Indonesia.

Selasa, 01 April 2008

Pemburu! Pemburu!


Harimau Sumatera terancam punah. Pemburu liar kian merajalela menembakinya untuk menambang uang. Bagaimana menyelamatkan satwa langka itu?

Nun di pedalaman belantara Sumatera, pemburuan terhadap satwa langka terus merajalela. Adalah harimau Sumatera (panthera tigris sumatera) salah satu di antara penghuni belantara yang malang itu. Hasil penelitian World Wild Fund (WWF) Indonesia menunjukkan, selama tahun 1998 saja, sebanyak 66 ekor harimau Sumatera binasa akibat pemburuan.

"Pemburuan harus dihentikan!” seru Agus Purnomo, Direktur Eksekutif WWF Indonesia, dalam konferensi pers, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ya, itulah seruan untuk menghalau ancaman terhadap harimau tidak hanya di Indonesia, tapi juga di beberapa negara lainnya. Lihatlah, dari Asia Selatan—sebut saja: India—hingga Asia Tenggara, jumlah populasi harimau kian berkurang. Kalaupun ada harimau yang masih mampu bertahan, paling-paling di Cina dan Rusia. Diperkirakan, populasi harimau di seluruh dunia hanya tinggal 5.000 hingga 7.500 ekor.

MENGANCAM TAMAN NASIONAL

Indonesia memiliki 3 di antara 8 subspesies harimau yang telah diketahui. Ketiganya adalah harimau Jawa (panthera tigris sondaica), harimau Bali (panthera tigris balica), dan harimau Sumatera. Namun, kini harimau Jawa dan harimau Bali telah dianggap punah oleh pakar lingkungan. Yang tinggal hanya harimau Sumatera. Itu pun kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Ihwal kian langkanya harimau Sumatera, Neil Franklin, Technical Advisor The Tiger Foundation, sebuah yayasan yang berkonsentrasi pada kegiatan penelitian harimau di Way Kambas, Lampung, membenarkan bahwa memang terjadi ancaman kepunahan terhadap harimau Sumatera. Menurut aktivis lingkungan yang sudah empat tahun berada di Indonesia ini, pemburuan terhadap harimau Sumatera akan terus jadi ancaman serius bila tak cepat-cepat dihentikan. “Pemburuan harimau itu sudah berlebihan sekali,” kata pria berkebangsaan Inggris ini kepada DëTAK.

Sementara itu, Koes Saparjadi, Direktur Konservasi Tumbuhan dan Satwa Liar Departemen Kehutanan, berpendapat bahwa ancaman terhadap satwa langka ini memang terjadi. Tapi, menurutnya, ancaman punah sama sekali memang tidak seperti anggapan banyak orang. "Harimau itu masih ada karena di daerah konservasi masih ada," sangkal Koes Saparjadi kepada DëTAK, Rabu (29/12). Walaupun telah ada daerah konservasi yang dapat melindungi harimau Sumatera ini, bukan berarti petugas hutan menutup mata terhadap aktifitas para pemburu liar.

Data dari WWF menunjukkan, pemburuan harimau Sumatera kian merajalela. Pada periode 1988—1992, diperkirakan paling sedikit 5 ekor harimau Sumatera diburu saban tahun. Diperkirakan pula, populasi harimau Sumatera yang masih hidup di belantara Sumatera hanya sekitar 400 ekor. Sementara berdasarkan pengamatan pada tahun 1972—1975 dan survai pada tahun 1978, diperkirakan masih ada sekitar 1.000 ekor harimau Sumatera yang tersebar di delapan provinsi Sumatera. Dapat dibayangkan selama kurun waktu 14 tahun sekitar 600 ekor harimau Sumatera hilang dari habibatnya di hutan.

Begitu memprihatinkan memang ancaman terhadap si kucing besar ini. Apalagi sekarang pemburuan liar terhadap harimau Sumatera juga berlangsung di beberapa taman nasional di kawasan Sumatera. Padahal, taman nasional merupakan kawasan konservasi yang terlarang bagi para pemburu ilegal. "Para pemburu itu mau menangkap di mana lagi," keluh Agus Purnomo kepada DëTAK, Selasa (28/12). Padahal, menurut dia, saat ini taman nasional merupakan tempat konsentrasi populasi terakhir harimau Sumatera yang tersisa.

Koes Saparjadi juga membenarkan adanya ancaman serius terhadap taman nasional. "Memang saat ini populasi harimau yang terancam itu ada di taman nasional," katanya kepada DëTAK. Apa sebab sampai taman nasional terancam? Menurut Koes Saparjadi, terjadinya pemburuan di taman nasional antara lain dikarenakan petugas yang menjaga hutan sangat terbatas. "Kalau kita mengandalkan jagawana (petugas hutan, red), kita memang kerepotan. Kita sebetulnya mengharapkan ada pressure dari masyarakat untuk mencegah orang-orang yang berburu," harap Koes.

Lantas, apa yang akan dilakukan? Jelas, perlu tindakan tepat dan cepat menghadapi kawanan pemburu. Bila perlu, jatuhkan sanksi berat biar mereka jera. Namun, sialnya, justru tindakan serupa itu yang selama ini sama langkanya dengan harimau Sumatera. Memang sudah undang-undang yang dapat dikenakan terhadap para pemburuan ilegal, tapi nyatanya mereka tak dibikin takut. "Di situ (UU No 5 tahun 1997, red), ada ancaman pidana yang maksimum 5 tahun atau 7 tahun, kena denda, dan sebagainya," ujar Koes. Tapi ia juga mengakui bahwa selama ini belum pernah ada pemburu yang terjerat dengan sanksi-sanksi yang berat. "Sanksi itu masih relatif ringan," imbuh Koes.

KOMODITAS MAHAL

WWF juga memergoki, pemburuan terhadap harimau Sumatera bertujuan untuk memasok secara ilegal kebutuhan pasar tulang dan kulit mamalia besar ini. Tulang si macan antara lain biasa dijadikan bahan obat tradisional. Kulitnya juga suka dijadikan hiasan. Sebagai gambaran, antara 1970 dan 1993, Korea Selatan diketahui mengimpor sebanyak 3.994 kilogram tulang harimau dari Indonesia. Saat itu Indonesia jadi negara pengekspor terbesar, yang menyediakan 44,5% pasokan dibandingkan dengan 11 negara pengeskpor lainnya. Sedangkan menurut dokumen Bea Cukai Taiwan, pada tahun 1984 Indonesia juga telah mengekspor tulang harimau sebanyak 100 kilogram ke negara itu.

Agus Purnomo membenarkan adanya penjualan tubuh harimau ke luar negeri. Menurut dia, umumnya para pembeli dari luar negeri berasal dari negara-negara Asia, seperti Korea Selatan, Korea Utara, Taiwan, Hongkong, dan Cina. "Memang khususnya seperti harimau itu, banyak orang mencari tulangnya, mencari giginya dan mencari kukunya untuk digunakan sebagai obat-obatan," ungkap Agus.

Perdagangan domestik juga punya andil dalam pemburuan itu. Di sini beberapa bagian tubuh harimau, seperti taring, kumis, kuku, dan potongan kulit—terutama kulit bagian kening—dianggap memiliki kekuatan magis. Perdagangannya relatif bebas. Bahkan kulit harimau Sumatera dijual bebas di mal-mal. Namun, Koes Saparjadi menyangkalnya. “Sebetulnya tidak bebas, tetapi belum sempat kita tangani,” katanya.

Namanya saja binatang langka, tentu mahal harganya. Taringnya saja, misalnya, biasanya diperjual-belikan dengan harga antara Rp300.000 dan Rp500.000 per buah, sedangkan kukunya diperdagangkan antara Rp20.000 sampai Rp50.000 perbuah. Dan di beberapa toko emas di Jambi, harga kuku harimau Sumatera biasanya disesuaikan dengan harga emas yang mengikatnya sebagai kalung. Bisnis yang menggiurkan itulah agaknya yang mendorong banyak orang berlomba-lomba memburu si kucing besar ini.

Kini WWF Indonesia tengah mengupayakan law enforcement. “Kita berharap sanksi hukum tidak hanya ditimpakan kepada para pemburunya, tapi juga anggota masyarakat yang memperjual-belikannya,” tandas Agus Purnomo. Dia bilang, pihaknya telah pula mendaftar nama-nama pemburu dan penjualnya. Sayang, Agus ogah memberitahukannya kepada pers. “Saya sudah serahkan datanya kepada Departemen Kehutanan sebagai penanggung jawab konservasi satwa yang dilindungi itu,” tambahnya.

Bagaimana sikap otoritas kehutanan? “Data itu, kan, masih bersifat dugaan. Tapi nama-nama itu juga kita informasikan ke kanwil-kamwil yang ada di Sumatera. Dengan begitu, petugas-petugas kita nanti di lapangan bisa punya arah untuk mengusut lebih lanjut,” janji Koes Saparjadi.

Selain itu, Agus Purnomo mengingatkan, ancaman terhadap harimau Sumatera tidak hanya diakibatkan oleh pemburuan ilegal. Berkurangnya populasi harimau Sumatera juga disebabkan kian sepitnya habibat hutan. Itu sebabnya Agus pun mengusulkan dilakukan pengetatan terhadap kepemilikan Hutan Tanaman Industri (HTI). Dengan begitu, hutan sebagai habibat tempat harimau Sumatera melakukan reproduksi tak terancam.

Sebegitu jauh, solusinya memang masih menggelayut di angan-angan. Dan harimau-harimau malang itu terus saja diganggu para pemburu. Di sana, nun di pedalaman Sumatera.


rusman

Tulisan ini pernah dipublikasikan di Tabloid DeTAK tahun 2000. Ucapkan terimakasih kepada Kang Hawe Setiawan yang tulus mengkoreksi tulisan ini ketika sama-sama masih bekerja.

Teknik Wawancara dan Investigasi

Jangan pernah membunuh pertanyaan

Jangan pernah membunuh pertanyaan.

Ia adalah benda yang rapuh.

Pertanyaan yang baik pantas untuk hidup.

Kita tidak perlu banyak menjawab sebagaimana kita berbincang dengannya.

Pertanyaan besar adalah permanen dan bakat yang diberkati dari pemikiran.

Tetapi pertanyaan yang paling besar dari segalanya adalah membangun jembatan ke dalam hati menyebut orang seutuhnya.

Tak boleh ada jawaban yang dirancang untuk membunuh pertanyaan.

Ketika kita terlalu dogmatis, atau terlalu yakin, kita menunjukkan rasa tidak hormat kepada kebenaran dan pertanyaan yang menuju kepadanya.

Dibalik jawaban saya, selalu ada yang lebih, lebih banyak cahaya yang menunggu untuk masuk dan gelombang makna yang tak ada habis-habisnya siap memecah pantai yang memperluas kebijaksanaan.

Kapan pun ada pertanyaan, biarlah dia ia hidup.

Gerhard Frost


Sebuah pengantar

Menjadi seorang wartawan adalah pekerjaan yang mengasyikan, karena dia akan bertemu dengan banyak orang, dengan banyak karakter dan ilmu yang berbeda juga. Tapi terkadang pekerjaan seorang wartawan bisa membahayakan dirinya. Contoh kasus, mungkin kita ingat kejadian yang menimpa Udin, wartawan Bernas di Yogyakarta beberapa tahun silam. Udin yang dalam tugasnya tewas dibunuh karena mengungkap sebuah kasus. Dan terakhir, seorang wartawan Belanda yang tewas mengenaskan di Timor-Timur. Lagi-lagi tewasnya karena tugas sebagai seorang jurnalis.

Untuk menjadi seorang wartawan tidak lah terlalu sulit. Hanya saja memang perlu mengetahui ilmu-ilmu dasar seputar dunia jurnalistik. Tetapi itu tidaklah menjadi hal baku yang dapat mempersulit kita untuk memulai. Jangan kita terpaku denga hal-hal yang menyulitkan. Karena seseorang cenderung malas dengan hal-hal yang menyulitkan. Kuncinya berbuat dulu, baru menilai. Ini lebih bagus, ketimbang kita tidak memulai sama sekali. Maka tidak ada kata lain yang dapat kita pakai selain kata memulai.

Dalam hal teknis, sebuah media massa mempunyai beberapa bagian penting. Ada penulis dan ada pula seorang reporter. Semuanya adalah wartawan. Tetapi fungsi dari masing-masing itu berbeda-beda. Penulis adalah pembuat tulisan yang ditampilkan menjadi berita. Sementara reporter adalah orang yang bertugas mencari informasi, data sebagai bahan-bahan berita bagi si penulis. Jadi jelas ada perbedaan dari keduanya dalam hal bekerja. Tapi secara tim, kerjasama antar keduanya adalah mutlak diperlukan.

Seorang reporter adalah ujung tombak untuk sebuah media massa. Tanpa reporter tidak lah mungkin berita dapat ditulis. Lalu, makhluk apa sebenarnya reporter itu, sampai-sampai menjadi penting dalam sebuah institusi media massa?

Reporter adalah orang yang mencari informasi, data-data dan fakta-faktanya. Informasi, data dan fakta-fakta didapat dari berbagai sumber dilapangan. Dengan informasi, data dan fakta-fakta itulah berita dapat dibuat. Jadi, jelas sudah bahwa seorang reporter mempunyai peran yang sangat penting.

Lantas, apa yang dilakukan, dimana seharusnya dia berada, dari siapa informasi, data dan fakta-fakta itu didapat, serta bagaimana seorang reporter itu bertugas dalam kesehariannya. Memang bila dirunut dari awal terlalu banyak yang bisa kita bahas bila menjawab itu. Tapi, secara sederhana dapatlah kita katakan bahwa yang dilakukan oleh seorang reporter adalah mencari, menggali dan melaporkan informasi, data dan fakta yang kita dapat dilapangan.

Untuk hal ini, maka yang perlu diperhatikan oleh seorang reporter adalah:

  1. Keakuratan.
  2. Aktual.
  3. Sejelas mungkin atau selengkap mungkin.
  4. Ada unsur perimbangan.
  5. Dan lain-lain.

Kedua, dimana sebenarnya seorang reporter berada. Seorang reporter harus berada dititik-titik informasi. Untuk menjadi seorang reporter di perlukan kejelian baik itu telinga, mata dan ingatan kita.

Ketiga, informasi dan data itu didapat dari sumber-sumber yang kita anggap perlu. Tergantung dari apa yang kita inginkan. Oleh sebab itu tugas reporter adalah bertanya dan terus bertanya, sampai selengkap-lengkapnya.


Keempat, bagaimana seorang reporter itu bertugas dalam kesehariannya. Tidak ada keinginan lain di kepala seorang reporter selain mendapatkan informasi, data untuk di jadikan berita. Oleh karenannya asah terus keingin-tahuan terhadap sesuatu yang kita lihat, dengar dan kita rasakan. Catatlah apa yang dinilai penting untuk dicatat. Jangan lewatkan sedikit pun dari apa yang kita lihat, dengar dan kita rasakan itu. Prinsipnya 5 W, 1 H.


Teknik Wawancara

Terlalu formil bila apa yang akan kita lakukan selalu menggunakan teknik. Bagi saya teknik adalah sebuah aturan yang membelenggu. Tapi tak ada salahnya kita mengetahui sekedarnya saja.

Dalam wawancara yang terpenting adalah menggunakan komunikasi yang baik. Tanpa adanya komunikasi yang baik, jangan harapkan kita mendapat informasi atau jawaban yang baik juga. Yang terpenting siapkan diri kita dengan beberapa hal yang sederhana. Hal-hal yang saya maksud diatas antara lain:

  1. Sebelum kita melakukan wawancara, usahakan membuat daftar pertanyaan terlebih dahulu. Ini penting dilakukan agar mempermudah kita dalam wawancara. Terkadang saking asyiknya kita mewawancarai nara sumber, kita lupa bahwa pertanyaan kita menyimpang dari tema yang kita inginkan.
  2. Posisikan diri kita sejajar dengan nara sumber yang akan kita wawancarai. Untuk itu kita harus benar-benar memahami pertanyaannya kita. Singkatnya, kita perlu percaya diri.Lebih baik kita cari tahu karakter dari nara sumber kita. Ini sangat penting supaya kita mengetahui bagaimana dan siapa sebenarnya nara sumber kita.
  3. Gunakan bahasa yang sederhana dan sejelas mungkin.
  4. Jangan biarkan pertanyaan kita "terbunuh". Prinsip-prinsipnya terus bertanya dan bertanya. Kalau jawaban nara sumber kurang jelas tanyakan kembali sampai sejelas-jelasnya. Itu lebih baik ketimbang kita kebingungan.
  5. Siapkan alat-alat bantu seperti bollpoint, bloc note (secarik kertas). Ini adalah hal teknis sekali, tapi ini menjadi penting bila ini kita siapkan.


Investigasi

Tidaklah semua informasi, data dan fakta kita dapatkan dengan mudah. Untuk mencari informasi, data dan fakta yang sulit dan khusus membutuhkan kerja ekstra. Kerja ekstra disini adalah melakukan obeservasi atau investigasi langsung ke lapangan. Lantas, apa itu investigasi?

Investigasi secara pemahaman sederhana adalah pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan, keberanian, keuletan dan keyakinan dalam menggali informasi yang khusus. Demi upaya menggali informasi yang selengkap-lengkapnya, tak jarang seorang wartawan melakukan observasi langsung guna mengadakan penyelidikan fakta dan sumber-sumber yang diperkirakan dapat memperkaya informasi. Berdasarkan hal inilah, maka seorang pakar jurnalistik pernah mengatakan bahwa "pekerjaan seorang wartawan itu sebenarnya separuh detektif separuh diplomat" (James Gordon Bennet, pendiri The New York Herald).

Berdasarkan caranya memperoleh informasi melalui observasi ataupun investigasi inilah maka muncul istilah teknik penulisan reportase ini yaitu "Investigative Reporting". Untuk mendapatkan informasi yang sangat penting atau khusus itu dibutuhkan ketrampilan khusus pula. Kadang-kadang kita dipaksakan untuk menyamar menjadi sesuatu, tergantung informasi apa yang akan kita inginkan.

Rusman

Disampaikan dalam kegiatan latihan dasar jurnalistik, Himpunan Mahasiswa Islam komisariat FE Universitas Gunadarma. Depok 5-6 Novemver 1999.